33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Wilayah Perbatasan Prioritas Fasilitas PJU

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

UNGARAN – Wilayah perbatasan Kabupaten Semarang akan menjadi prioritas pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU). Mengingat banyaknya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kerawanan akses wilayah perbatasan karena kurangnya penerangan.

“Kita peroleh banyak laporan dari warga jika mereka ada yang takut hanya keluar rumah melintas di jalan kabupaten karena gelap. Maka tahun ini kita prioritaskan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Totit Oktoriyanto, Senin (21/8).

Dijelaskan Totit, 2017 ini pendirian PJU akan menyasar semua kecamatan di Kabupaten Semarang. Perkembangan pemukiman menjadi faktor kebutuhan pendirian PJU di semua kecamatan.

“Jadi wilayah perbatasan kita bangun dulu, lalu wilayah lain. Namun pelaksanaannya tetap pada tahun ini semua,” katanya.

Sebanyak satu titik PJU untuk masing-masing kecamatan akan didirikan di 2017 ini. Dimana satu titik sebanyak 10 tiang PJU didirikan di jalan kabupaten sepanjang 50 meter. Diutamakan pendirian PJU di semua tikungan jalan yang kondisinya gelap gulita. “Namun titiknya itu ada di ruas jalan kabupaten yang gelap. Ada 19 kecamatan dialokasikan semua,” ujarnya.

Kabid Binamarga DPU Kabupaten Semarang, Supadi menambahkan dalam menentukan titik pendirian tiang PJU tersebut melalui survei yang dilakukan pada malam hari. “Selain memanfaatkan informasi dari aduan masyarakat kita juga turun untuk survei sendiri,” katanya.

Dikatakannya, di 19 titik tersebut nantinya akan menggunakan PJU konvensional. Bukan menggunakan solar panel yang memanfaatkan tenaga surya. Alasannya yaitu penggunakan solar panel akan lebih banyak memakan biaya dan daya keawetan tidak bisa bertahan lama.

“Nanti satu kecamatan satu titik. Untuk daerah perbatasan kita prioritaskan pendiriannya. Yang penting ada tegangan rendahnya, akan kita dirikan. PJU kita tidak menggunakan solar panel,” ujarnya. Selain masalah keawetan, perawatan solar panel juga lebih rumit.

“Karena yang sudah dipasang menggunakan solar panel tidak awet. Kita yang konvensional. Sehingga kalau rusak bisa ganti lampunya saja. Kalau solar panel kalau mengganti kan semuanya satu komponen,” katanya.

Selain rumit, harga satu unit solar panel juga dinilai mahal. Dikatakan Supadi, harga satu unit solar panel mencapai Rp 30 juta. “Selisihnya Rp 20 juta untuk satu tiang PJU,” ujarnya. Ia mencontohkan penggunaan solar panel yang dibangun menggunakan anggaran bantuan pemprov Jateng di wilayah Kecamatan Getasan.

Belum ada 2 tahun pembangunan, banyak lampu PJU tersebut yang rusak. “Bantuan provinsi yang ada di Kecamatan Getasan solar panel itu mati semua. Keawetan menggunakan solar panel memang kurang,” ujarnya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This