31 C
Semarang
Selasa, 1 Desember 2020

Perbedaan Sebagai Penguat Bangsa

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG—Sebuah perbedaan tidak untuk dipertentangkan. Perbedaan justru memperkaya khasanah kebangsaan yang patut dijaga dan dipertahankan.

Hal tersebut diungkapkan Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah dalam seminar Pemantapan Semangat Wawasan Kebangsaan NKRI Harga Mati yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Vihara Buddhagaya Watugong, belum lama ini.

“NKRI terbentuk karena adanya berbagai perbedaan. Namun perbedaan itu tidak untuk dipertentangkan,” tegasnya.

Dalam seminar yang digelar Yayasan Budhagaya bekerjasama dengan Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) tersebut dihadiri oleh Wagub Heri Sudjatmoko serta berbagai lapisan masyarakat mulai dari TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan mahasiswa menghadirkan pembicara KH. Nuril Arifin dan YM. Bhikku Jayameddho dengan moderator Harjanto Halim.

Menurut Kasdam, perkembangan teknologi, termasuk sosial media, harus disikapi secara bijak. Sebab jika salah penggunaannya, maka bisa berakibat fatal. “Disadari atau tidak, paham dampak dari media sosial telah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat, bahkan paham radikalisme bisa disebarkan melalui media tersebut,” ungkap Kasdam.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menularkan virus nasionalisme dari Sabang sampai Meurake untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Mari bergandeng tangan demi anak cucu kita kelak yang juga akan merasakan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Pembicara lainnya, KH Nuril Arifin atau Gus Nuril, memandang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus dipahami sebagai kegotongroyongan antarsesama manusia. Tetapi banyak yang tidak paham tentang persatuan dan kesatuan, tetapi bertingkah seakan-akan tahu sehingga dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

‘’Banyak oarang yang asal omong saja tetapi omongannya tidak karuan sehingga dapat membahayakan. Selain itu banyak yang ingin memanfaatkan perbedaan negara Indonesia untuk menghancurkan Indonesia. Oleh karena itu saatnya untuk tampil bersama menjaga NKRI,” katanya.

Sementara itu Bhante Jayamedho mengatakan bahwa suatu kelompok yang terdiri dari berbagai perbedaan harus saling menguatkan satu dengan yang lain.

‘’ Sebagai sesama bangsa Indonesia, mari saling menghargai dan saling menghormati agar Indonesia menjadi kuat dan perbedaan itu tidak untuk dipertentangkan,” akunya.

Ketua Yayasan Buddhagaya Watugong, Halim Wijaya mengatakan seminar dilaksanakan sebagai wujud sumbangsih kepada bangsa dan negara dalam rangka turut memperkokoh tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

‘’Meski terdiri dari beragam suku, agama, ras dan antargolongan, tetapi  bangsa Indonesia harus tetap bersatu dan saling menghargai satu sama lain, demi kokohnya NKRI,’’ tandas Halim Wijaya. (hid/zal)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...