33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pengaspalan Dikerjakan Swadaya

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Setelah mengajukan selama dua tahun kepada salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Pekalongan, yakni PT Pegadaian, terkait adanya jalan rusak di Desa Sampih, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Senin (21/8), Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, meresmikan jalan beraspal sepanjang 500 meter. Pembangunan jalan itu berasal dari swadaya dan bantuan dari Pegadaian.

Pengaspalan jalan menghabiskan dana sebesar Rp 160 juta dan dikerjakan secara swadaya. Sebelumnya jalan rusak parah karena sering dilalui armada truk galian C yang berada di Desa tersebut. Warga pun berharap dengan adanya perbaikan jalan baru tersebut, tidak ada lagi truk dump yang melalui jalan tersebut.

Kepala Desa Sampih, Kecamatan Wonopringgo, Abi Sulaiman, mengungkapkan rusaknya jalan yang baru diperbaiki karena sering dilalui oleh kendaraan yang membawa material galian C, serta kendaraan lain seperti truk pembawa tebu.

Menurutnya dengan adanya perbaikan jalan tersebut, pihaknya berharap agar tidak ada lagi truk galian C dengan muatan yang besar melalui jalan tersebut. Sehingga kondisi jalan tetap terawat dengan baik.

“Kami harap kondisi jalan yang baik ini bisa terus terjaga, dan kami juga menyampaikan terimakasih pada Pegadaian yang telah memberikan bantuan bina lingkungan untuk mengaspal jalan sepanjang 505 meter,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, mengatakan pengaspalan jalan yang menghabiskan dana Rp 160 juta ini merupakan hasil kerjasama Pegadaian dengan  seluruh masyarakat Desa Sampih, sebagai aplikasi saling melengkapi dan bekerja bersama untuk mensejahterakan masyarakat desa pada khususnya.

Menurutnya ke depan Pegadaian Persero Cabang Pekalongan, yang sudah peduli dengan dana CSRnya, hendaknya juga memberi bantuan lain berupa pembinaan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes, untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sampih.

“Mudah-mudahan hal seperti ini tidak berhenti sampai disini saja. Mohon untuk dibimbing kembali untuk membentuk Bumdes, sehingga bisa mendapatkan ADD dua kali lipat dari yang sekarang, yang akhirnya pembangunan di Desa Sampih ini bisa lebih dipercepat,” katanya.

Dia juga menegaskan Kepala Desa juga hendaknya lebih kreatif, dengan ide-ide bagusnya, untuk mengembangkan desanya yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Untuk itu agar Kepala Desa bisa mencari “pegadaian-pegadaian” yang lain, artinya para sumber CSR ini tidak hanya dari pegadaian saja tetapi ada pihak-pihak lain yang CSR nya ada di Sampih.

“Saya yakin Pak Lurah ini idenya cemerlang, dan gerakannya juga sangat cepat sehingga harapan saya Desa Sampih dengan kondisinya saat ini, nanti tahun depan sudah disulap menjadi desa yang luar biasa,” tegasnya. (thd/ric)

Berita sebelumya60 Mobil Simbol Batang Diarak
Berita berikutnyaTAMU REDAKSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ditinggal Mudik, Rumah Purnawirawan TNI Ludes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ditinggal mudik ke Palembang, rumah milik Imam Subeki, purnawirawan TNI berpangkat Kolonel di Jalan Tembalang Selatan 5 No 9 RT 3...

Undip Terima Bantuan GPS Geodetik

SEMARANG - Badan Informasi Geospasial (BIG) memberikan bantuan alat ukur GPS Geodetik. Alat ini menggunakan satelit di mana akurasi yang sangat tinggi serta ketelitian...

Motif Pembunuhan Masih Misterius

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Motif pelaku IB, 16 dan DIR, 15, warga Semarang Selatan untuk merampok dan membunuh sopir Grab Car, Deny Setyawan masih misterius....

HKTI Perkuat Kedaulatan Petani

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) diminta untuk terus berkarya sehingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, HKTI bisa berkolaborasi dengan berbagai...

Warga Diminta Beri Contoh Toleransi

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Emha Ainun Najib atau yang lebih populer dengan panggilan Cak Nun berharap Kota Salatiga memberikan contoh soal toleransi kepada seluruh bangsa...

SWS Targetkan 6 Besar IBL

SALATIGA – Tim basket kebanggaan kota Salatiga,Satya Wacana Salatiga (SWS) bertekad maju ke babak play off dan duduk di peringkat enam besar dalam Indonesian...