33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Go-Jek Beroperasi Tanpa Identitas

Sopir Angkot Kembali Demo

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

SALATIGA – Awak angkutan kota yang tergabung dalam Induk Paguyuban Angkutan Kota Salatiga (IPAS) kembali menggelar aksi demo dan mogok operasi, Senin (21/8). Mereka menolak keberadaan angkutan transportasi online yang masih beroperasi meski tanpa identitas resmi.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto akhirnya melayangkan surat kepada manajemen Go-Jek. Surat tersebut memuat tiga poin. Yaitu penghentian perekrutan pengemudi Go-Jek, menutup layanan aplikasi Go-Jek dan peringatan agar tidak membuka kantor perwakilan Go-Jek sampai ada izin dari pemerintah Kota Salatiga.

Demo yang diikuti ratusan armada angkutan kota tersebut menutup jalan di sekitar bundaran Tamansari dan ujung Jalan Diponegoro dan Jalan Jenderal Sudirman. Pada kesempatan tersebut Pemkot Salatiga menghadirkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk berdialog dengan kedua belah pihak di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Setelah berdialog dengan perwakilan IPAS, Yuliyanto beserta Forkopimda turun ke lapangan untuk berdialog langsung dengan para awak angkutan kota. “Saya sampaikan apresiasi karena penyampaian aspirasi ini tetap dilaksanakan dengan tertib, santun dan aman. Kami melayangkan surat kepada Go-Jek yang intinya adalah penegasan bahwa operasional Go-Jek harus dihentikan sampai dengan ada izin,” katanya.

Ia menjelaskan, pelayangan surat tersebut dimaksudkan untuk menjaga kondusivitas kota Salatiga. Karena pada dasarnya kedua belah pihak adalah sama-sama anak-anak Salatiga, maka Yuliyanto menekankan akan pentingnya dialog, duduk bersama untuk bersama mencari solusi yang bisa memayungi kedua belah pihak. “Kami berharap agar tidak ada gesekan di tingkat bawah, Forkopimda tetap mengawal upaya tersebut supaya kondusivitas Salatiga tetap terjaga,” jelasnya.

Ketua IPAS Agus Siswanto mengatakan, pihaknya selama ini selalu menahan untuk tidak berbuat anarkis. Pihaknya mengamati dari jaringan online bahwa Go-Jek ternyata masih beroperasi tanpa mengenakan jaket identitas Go-Jek. “Tindakan Go-Jek yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi ini jelas meresahkan para awak angkutan. Saya selaku ketua IPAS selalu mengimbau awak angkutan untuk tidak berbuat anarkis. Kami berharap agar pertemuan ini tidak menimbulkan multitafsir dan ada solusi,” kata Agus.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Salatiga, Teddy Sulistio. Ia menekankan pada aspek penegakan surat dari wali kota tersebut. “Kesepakatan dengan pihak Go-Jek adalah aspek yang penting. Tanpa hal tersebut kejadian ini akan selalu berulang. Surat Wali Kota ini juga harus ditegakkan di lapangan, aspek penegakannya harus dipastikan berjalan. Setelah itu kita cari solusi bersama,” kata Teddy. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Tiga Bulan Belum Gajian

CILACAP- Sejumlah tenaga honorer non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Cilacap mengeluhkan gaji bulanan yang hampir tiga bulan...

Kembalikan Kejayaan Koperasi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Jumlah koperasi di Kabupaten Pekalongan hampir mencapai 500an, namun usaha koperasi tersebut belum mampu menjadi penopang ekonomi  utama. Salah satu faktornya, masyarakat...

Gedung Baru Setda Dibobol

SALATIGA – Kemewahan dan keamanan gedung kantor Setda Kota Salatiga harus ternoda dengan aksi pencurian. Uang tunai lebih dari Rp 10 juta, 3 unit...

Prasmanan

RADARSEMARANG.COM - Seorang tamu hotel Grand Artos Hotel and Convention sedang memilih menu makan siang yang disediakan, Selasa (24/4). Selama April, manajemen GAHC menyediakan...

Guru-Pelajar SD-SMP Salat Dhuha Serentak

MAGELANG — Gerakan salat Dhuha serentak di SD dan SMP se-Kota Magelang dicertuskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sabtu (23/9) hari ini, gerakan itu akan...

Kristina Minta Doa Restu Masyarakat Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Salah satu penyanyi dangdut, Kristina Iswandari atau dikenal Kristina, yang menjadi bakal calon legislatif DPR RI di Pileg 2019, mulai perkenalkan...