33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Dewan Sidak, Hentikan Pembangunan Shangri La

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Pembangunan Perumahan Shangri La Residence di Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang sempat disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang beberapa waktu lalu, kembali menjadi sasaran inspeksi mendadak (Sidak) Komisi C DPRD Kota Semarang.  Pengembang Perumahan Sangri La sebelumnya dinilai melanggar sedikitnya 14 perizinan yang belum dipenuhi, hingga sekarang perizinan tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan.

Selain itu, pihak Komisi C mengaku banyak keluhan dari warga sekitar karena perumahan tersebut dinilai membahayakan lantaran rawan longsor. Sedangkan pekerjaan fisik sejak disegel beberapa waktu lalu, terkadang tetap dijalankan oleh pengembang. Namun saat dilakukan pengecekan, ternyata tidak ada aktivitas pekerjaan. Pihak pengembang juga tidak ada di lokasi perumahan.

“Kami menerima banyak keluhan. Memang, berdasarkan pengecekan lokasi di perumahan ini tidak aman bagi penghuni, karena lokasinya berbatasan dengan tebing. Mereka hanya mengepras bukit dan tidak dibangun menggunakan prinsip terasering. Sehingga rawan longsor,” kata Ketua Komisi C Kadarlusman, saat melakukan Sidak di Perumahan Shangri La, Senin (21/8) kemarin.

Apalagi di atas tebing sebelah barat perumahan tersebut merupakan jalan umum beraspal. Posisi jalan tersebut sangat mepet dengan tebing perumahan dan tidak diperkuat dengan cor atau beton. “Kami khawatir akan rawan ambrol. Padahal sebelumnya, kami sudah memperingatkan pengembang agar mengurus perizinan, termasuk bila memenuhi syarat perizinan dan meneruskan pembangunan agar memperkuat tebing perumahan. Tetapi hal itu tidak diindahkan,” katanya. 

Berdasarkan masukan dari warga sekitar, lanjut Kadarlusman, jika tebing tersebut tidak dibangun, dikhawatirkan akan menyebabkan jalan tersebut longsor. “Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang agar melakukan pengawasan. Jangan sampai pengembang secara sembunyi-sembunyi tetap melakukan pembangunan. Sedangkan perizinannya belum dipenuhi,” katanya. 

Staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Kota Semarang, Johannes mengatakan bahwa selama izin prinsip Perumahan Shangri La dari Pemkot Semarang belum keluar, maka pembangunan perumahan tersebut untuk sementara dihentikan.

“Selain melanggar izin prinsip, di dekat lokasi pembangunan perumahan terdapat mata air. Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng, apabila lokasi memiliki mata air 5 liter per detik, maka tidak diperbolehkan dibangun dengan bangunan apapun. Wilayah tersebut termasuk wilayah konservasi,” katanya. 

Proyek perumahan tersebut dinilai melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2009 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB), termasuk di dalamnya muat sedikitnya 14 perizinan. Rencananya, perumahan tersebut bakal dibangun sebanyak 60 unit rumah. Sedikitnya sudah ada pemesan sebanyak 15 orang. Saat ini baru terbangun dua bangunan rumah sample yang kondisinya belum sepenuhnya selesai. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pengusaha Galian C Mengeluh

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Para pengusaha tambang Galian C di Kecamatan Kaliwungu Selatan mulai mengeluh. Pasalnya sudah 20 hari ini tidak bisa beroperasi lantaran jalan Kaliwungu-Boja tidak...

Bermain Peran untuk Koperasi

RADARSEMARANG.COM - KOPERASI adalah kata yang sangat familiar bagi peserta didik. Di sekolah, di desa, di lingkungan tempat tinggal peserta didik dengan mudah dapat...

Tawarkan Busana Muslim Berkualitas

SEMARANG - Busana muslim menjadi barang wajib bagi umat muslim. Apalagi dalam menyambut ramadan dan lebaran. Masyarakat berlomba untuk membeli pakaian agar tampil beda...

Samsat Online Permudah Pelayanan Pajak

SEMARANG - DPRD mengapresiasi inovasi Pemprov untuk memaksimalkan potensi pajak kendaraan bermotor di Jateng. Salah satunya dengan adanya pembukaan Samsat Online Kecamatan Tuntang, serta...

Santuni 1.000 Dhuafa dan Siapkan 220 Bus Mudik

SEMARANG – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiap bulan ramadan PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk memberikan santunan untuk masyarakat yang membutuhkan. Kali ini...

Pesan Sumpah Pemuda: Sarjana Tidak Hanya Cerdas Secara Intelektual Tetapi Mampu Mengaplikasikan Ilmu untuk Mengabdi kepada Masyarakat

Sabtu (28/10/2017) bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Salah satu dosen muda Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Inaki M Hakim (31), membuka sambutan acara...