33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Buruh Nyonya Meneer Tuntut Rp 98,2 Miliar

Anwar, Agoeng and Associates Klaim Dampingi 1.104 Buruh

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG-Setelah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, saat ini giliran kantor advokat Anwar, Agoeng and Associates mengklaim sedang mendampingi 1.104 buruh PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer). Mereka juga menuntut hak-hak buruh, setelah perusahaan jamu legendaris Semarang tersebut dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.

Koordinator Kuasa Hukum Buruh PT Nyonya Meneer, Paulus Sirait mengaku bahwa pimpinannya telah menunjuk para advokat yang terdiri atas dirinya, Sutriano, R Agoeng Oetoyo, Jeki Velani, Budi Utomo dan Suyitno untuk mendampingi para buruh. “Klien yang kami damping, akan menuntut tagihan mulai buruh masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan karyawan aktif sebesar Rp 98,2 miliar,” katanya.

Menurutnya, hak-hak karyawan aktif yang memberikan kuasa kepada pihaknya sebanyak 921 orang. Rincian upah yang belum terbayarkan sejak November 2015, Januari 2016 hingga Juli 2017, mencapai sekitar Rp 36 miliar. Karena perusahaan tersebut sudah dinyatakan pailit, maka buruh mempunyai hak purna tugas dengan total sekitar Rp 41,4 miliar.

“Selain itu, kami juga mendapat kuasa dari 183 orang yang sudah di-PHK. Namun pesangon mereka tidak dibayar dengan jumlah mencapai Rp 8,7 miliar. Masih ada juga yang belum dibayar berupa klaim kesehatan buruh sebesar Rp 75,9 juta,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Paulus, ada juga BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dibayar mencapai Rp 12,9 miliar, mulai November 2011 hingga Juli 2017. Dijelaskan bahwa Senin ini (21/8) merupakan hari terakhir pengajuan tagihan. Selanjutnya, 4 September akan dilakukan pencocokan tagihan di Pengadilan Niaga Semarang. “Semua tagihan sudah kami ajukan ke kurator pada 19 Agustus 2017. Kami juga sudah melampirkan bukti-bukti tagihan. Pada prinsipnya, kami ingin memperjuangkan hak-hak buruh,” sebutnya.

Saat Koran ini menanyakan apakah para buruh tersebut sudah resmi memberikan kuasa, ia memastikan sudah. Namun demikian, dalam pertemuan tersebut hanya ada 10 perwakilan buruh dari 1,104 buruh yang diklaim akan didampingi.

“Apakah buruh tabrakan dalam pendampingan kuasa hukum, bisa dilihat pas verifikasi yang dilakukan oleh curator. Yang jelas, nanti buruh mau ikut siapapun, kami tidak masalah. Terpenting hak-hak buruh terbayarkan,” kata Paulus kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara itu, Koordinator Buruh PT Nyonya Meneer, Susanto Setiadi mengklaim buruh yang ikut dalam barisannya sebanyak 1.104 buruh. Mereka tergabung dalam Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) dan Serikat Pekerja Farkes Kesehatan Nyonya Meneer. Menurutnya, buruh selama ini sudah tidak menerima hak-haknya.

“Dengan adanya kepailitan ini, kami berharap ada kepastian jadi hak-hak kami bisa terpenuhi, prosesnya juga cepat,” kata Susanto Setiadi.

Dia mengatakan, total buruh PT Nyonya Meneer hanya 1.160. Namun demikian, ia mengklaim buruh yang bersatu di barisannya sudah tergabung dari buruh Kaligawe, Raden Patah, dan Jakarta. “Rata-rata hak satu buruh untuk gaji yang belum dibayar mencapai Rp 35 jutaan, sedangkan pesangon Rp 40 jutaan. Apalagi buruh dalam barisan kami, sudah bekerja hampir 20 tahun lebih dan sebagian masa kerjanya di atas 25 tahun,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, para buruh di barisannya yang kebanyakan dari bagian produksi, sudah tidak bekerja sejak Mei 2016. Baginya yang terpenting adalah hak-hak buruh terbayarkan. “Masalah perusahaan diselamatkan lagi oleh Rahmad Gobel, itu urusan nanti. Kami hanya ingin hak-hak kami dipenuhi dulu, kami sudah lama menunggu, bahkan kami sudah berkali-kali demo,” tandasnya.

Namun demikian, pihaknya tidak menyangkal PT Nyonya Meneer memang pernah membayar gaji buruh dari Rp 33 miliar yang dijanjikan. Yang benar, hanya mencairkan Rp 4 miliar saja. Kendati begitu, pihaknya selama ini selalu mengedepankan kekeluargaan dengan PT Nyonya Meneer.

“Karena yang dijanjikan Rp 33 miliar, namun baru cair Rp 4 miliar, masih banyak yang belum terbayarkan. Tapi dari Rp 4 miliar, kami memang sudah dapat, hanya saja itu untuk gaji,” sebutnya. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tambah Amunisi Lokal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS terus melakukan perburuan pemain yang akan diajak untuk bertarung di ajang Liga 1 2018. Selain tengah berburu pemain asing, tim...

Sulap Limbah Kayu Jadi Patung Artistik

RADARSEMARANG.COM - Jika limbah selalu berakhir di tempat sampah, di tangan Sadam Husain justru menjadi karya seni yang cukup mewah. Bahkan, lewat tangan dinginnya,...

Keluar dari Zona Nyaman, Mulailah Berwirausaha

RADARSEMARANG.COM - Pengalaman bergelut di dunia organisasi, menumbuhkan karakter seorang pemimpin pada diri Ferry Firmawan Ph.D. Ayah tiga anak ini, tengah berusaha mengangkat potensi...

Rekreasi untuk Jaga Kreasi

Menjaga kreasi agar tetap diminati pelanggan menjadi salah satu tantangan Restu Mulyono, masterchef di toko roti La Kana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah...

Bagi Sepeda dan Bayari Kredit Sepatu Guru

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Program kunjungan kerja Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang dibalut dalam acara "Ngudo Roso" menjadi berkah bagi masyarakat Desa...

PT TMJ Klaim Sesuai Prosedur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Trans Marga Jawa Tengah (PT TMJ) bersikukuh proses pengadaan telah dilakukan sesuai prosedur pengadaan dan peraturan yang berlaku. Hal itu menyikapi...