33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Belum Ada Korban Pungli yang Melapor

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

WONOSOBO—Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo, Agustinus, meminta korban pungli untuk melapor ke Satgas Saber Pungli. Yang menarik,sejak Satgas Saber Pungli dibentuk pada 13 Januari 2017 silam, belum ada laporan krusial yang masuk ke Tim Saber.

“Dia (korban) aman di mata hukum (karena tidak menyuap). Masalahnya, dia aman nggak dengan orang yang dilaporkan, ketika dia juga menjadi saksi dalam operasi tangkap tangan (OTT) atau sebagai pelapor dalam OTT,” kata Agustinus.

Agus menyampaikan, pelapor yang menjadi korban pungli, sebenarnya tidak termasuk dalam kategori penyuap. Meski, telah memberikan sejumlah uang ke pelaku pungli. Alasannya, pelaku pungli merupakan orang yang menekan dan bagian dari pemegang sistem. Sementara, korban murni korban.

Karena itu, lanjut Agustinus, ketika menjadi korban pungli, jangan takut untuk melapor ke petugas berwajib. Satu yang menjadi motivasi, agar pungli tidak merebak. Sisi lain, pelaku pungli bisa diberantas.

Mengenai tidak adanya laporan krusial, tutur Agustinus, bukan karena pungli benar-benar sudah tidak ada. Selain karena faktor keengganan korban dalam melapor, ada kemungkinan pelaku pungli tengah menunggu waktu yang tepat untuk kembali melakukan pungli. Atau, sedang menunggu Tim Saber lengah. “Bisa jadi juga seperti itu, pelaku pungli lagi menunggu waktu yang tepat nih. Nunggu Tim Saber lengah,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Inspektorat, Agus Kris, sebelumnya menyerukan kepada pemberi layanan publik—kantor-kantor dinas, kecamatan, hingga puskesmas—untuk memasang pamflet di muka layanan. Pamflet bertuliskan mekanisme pengurusan, hingga biaya administrasi yang dikenakan pemohon layanan.

Upaya itu bagian dari mempersempit langkah pelaku untuk menarik pungli. Dengan adanya pamflet, masyarakat secara tidak langsung akan tahu administrasi yang wajib dibayarkan.

Jika ada tarif yang dikenakan di luar yang tertera, berarti sudah termasuk pungli. “Kita harus berlatih terbuka. Dan, itu ada di Undang-Undang KIP (Kebebasan Informasi Publik) bagian dari hak masyarakat yang harus dipenuhi.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Diminati Turis, Jadi Rujukan Mahasiswa IKJ

Batik Tarum Borobudur memiliki kekhasan yang berbeda dengan batik lainnya. Selain terbuat dari pewarna alami pohon Kalpataru, batik ini juga dibuat eksklusif dengan hanya...

Polisi Pastikan Hoax Berita Video Bom di Jaktim

JawaPos.com - Masyarakat diminta tidak mudah percaya. Sebab, informasi hoax terkait aksi teroris banyak berseliweran d media sosial atau group Whatsapp. Seperti berbedar video...

Kelas Rawan Ambruk, Siswa-Guru Waswas

PURWOREJO—Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, harus belajar di dalam ruangan yang membahayakan. Sebab, bangunan gedung kondisinya memprihatinkan. Dikhawatirkan gedung...

Pesertanya Mahasiswa, Dokter Hingga Kontraktor

RADARSEMARANG.COM - Di sela kuliah di UIN Walisongo Semarang, Syahrul Falikh, mengelola lembaga pembelajaran bahasa asing. Dia juga menjadi pengajar Bahasa Arab di MTs...

Olah Raga Teratur, Cegah Penyakit Jantung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Penyakit jantung masih menjadi momok bagi warga Indonesia, karena menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di tanah air. Pola hidup yang kurang sehat...

Latih Diri Lebih Luwes

RADARSEMARANG.COM - BANYAK hal menarik yang didapat Annisa Dewi Yustita selama menjalani profesi sebagai public relations (PR). Salah satunya melatih diri untuk lebih luwes...