31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Selamat Datang 16 Besar

SEMARANG – Tim PSIS Semarang akhirnya berhasil memastikan satu tempat di babak 16 besar ajang Liga 2. Kepastian itu mereka dapat setelah berhasil menang 1-0 atas Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang kemarin (21/8).

Atas hasil tersebut tim berjuluk Mahesa Jenar masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup 4 dengan raihan 32 poin. Dengan Jumlah poin tersebut PSIS sudah bisa dipastikan berada di dua besar babak penyisihan Grup. Raihan tiga poin atas Persis kemarin tidak didapat dengan mudah. Haudi Abdillah dkk harus memainkan laga yang penuh tekanan sejak babak pertama.

Head coach Subangkit menurunkan komposisi yang berbeda di babak pertama. Absennya M Yunus memaksa pelatih asal Pasuruan itu menduetkan Ahmad Agung dan Ruud Gullid di pos gelandang bertahan.

Sedangkan di depan komposisi tetap sama ketika Mahesa Jenar menggilas PPSM 5-0 yaitu menurunkan winger Rifal Lastori dan Melcior Leideker. Kemudian menarik turun Hari Nur di second strike rdan membiarkan Erik Dwi sebagai lone striker.

Sementara di kubu Persis, coach Widiyantoro tampaknya ingin memainkan strategi ‘parkir bus’. Pelatih yang akrab disapa Wiwid itu memainkan lima pemain belakang sekaligus dengan Anam Syahrul sebagai jenderal lini belakan.

Strategi coach Wiwid itu bisa dibilang sukses membuat tim Mahesa jenar kebingungan membangun serangan. Haudi Abdillah dkk sudah mencoba membangun serangan dari berbagai lini permainan.

Gol tuan rumah baru datang di masa injury time babak pertama. Berawal dari sepakan pojok kapten Haudi Abdillah sukses mencetak gol melalui sundulan kepala dan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Laga babak kedua sempat tertunda beberapa saat lantaran terjadi bentrok antar suporter PSIS di Tribun Utara dan Timur. Beruntung insiden yang membuat puluhan suporter luka-luka bisa diredam sehingga laga babak kedua kembali dilanjutkan oleh wasit Very Permana.

Kedua tim langsung tancap gas di babak kedua. Persis yang tertinggal 1-0 atas tuan rumah mencoba untuk keluar dari tekanan dan mencoba bermain terbuka. Coach Wiwid yang semula memainkan lima pemain belakang sedikit merubah komposisi pemainnya dengan menurunkan bomber Agung Supriyanto menggantikan center bek Anam Syahrul.

Sedangkan PSIS, coach Subangkit mengistirahatkan Rifal Lastori dan menggantikannya dengan Franky Mahendra dengan harapan lini sayap PSIS bisa lebih fresh. Kemudian pemain muda Tegar Infantrie juga dimasukkan menggantikan Erik Dwi.

Babak kedua baik PSIS maupun Persis lebih berani bermain terbuka. Tensi pertandingan juga masih tinggi sehingga benturan-benturan keras kerap terjadi sepanjang babak kedua. Meski akhirnya PSIS tetap berhasil mempertahankan keunggulan mereka 1-0 hingga laga usai.

“Pastinya hasil ini sangat kami syukuri karena akhirnya kami berhasil mengunci satu tiket ke 16 besar dari Grup 4. Tapi kami terus ingatkan ke pemain perjuangan masih belum usai, babak selanjutnya bisa jadi akan lebih sulit dan ketat jadi kami tetap harus kerja keras,” kata Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.

Sementara head coach Subangkit memuji kesabaran para pemainnya hingga akhirnya berhasil mencetak satu gol di masa injury time babak pertama,”Kami juga tampil disiplin dengan pressing ketat yang membuat Persis sulit mengembangkan permainan,” beber coach Subangkit. (bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here