28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Lamban Tangani Kasus, Polsek Digeruduk

BATANG – Dianggap lamban dalam menangani kasus penganiayaan terhadap rekannya, sekitar 50 orang massa dari Desa Kranggan Kecamatan Tersono Kabupaten Batang menggeruduk Mapolsek Tersono Polres Batang, Senin (21/8).

Kedatangan massa untuk mempertanyakan proses hukum terhadap tersangka penganiayaan terhadap korban Ahmad Ainudin, 20, warga RT03 RW03 warga Desa Kranggan, Kecamatan Tersono yang terjadi Senin 14 Agustus yang lalu. Aksi mereka didasari oleh rasa setia kawan dan keprihatinan terhadap korban penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum yang masih satu desa masih belum dilakukan pihak Polsek.

Koordinator massa Suwarno mengatakan kedatangan massa ini lebih ditujukan untuk memberi dukungan kepada polisi agar segera menuntaskan perkara penganiayaan “Kami datang kesini atas nama solidaritas karena rekan kami dianiaya. Namun polisi belum segera bertindak,” ucap Suwarno.

Diungkapkan Suwarno, kejadian penganiayaan tersebut terjadi seminggu yang lalu. Setelah pulang dari Lapangan Tersono menonton lomba voli dalam rangka memeriahkan HUT RI, korban Ahmad Ainudin pulang berboncengan dengan temannya. Di dekat Lapangan Tanjungsari korban dipepet oleh beberapa orang dan langsung dipukuli oleh 5 orang.

Setelah dilepas korban dianiaya kembali di depan SD Kranggan oleh pelaku yang sama. Korban mengaku tidak punya masalah dengan pelaku. Kecuali itu antara korban dan pelaku masih satu kampung. Atas kejadian ini korban diantar ayahnya langsung melapor ke Polsek Tersono sekaligus melakukan visum di RSUD Limpung. Korban menderita memar di kepala dan sakit di bagian perut karena diinjak-injak.

Paska pelaporan, hingga Senin (21/8), ternyata belum ada tindak lanjut dari Polsek setempat. Dan yang membuat geram warga, pelaku dengan bebas berkeliaran di kampung meraka. Padahal pihaknya sudah mengajukan tiga orang saksi. “Kami menuntut proses hukum secepatnya untuk memberi efek jera kepada pelaku yang memang sering membuat ulah”, kata Suwarno kepada media.

Kedatangan massa ini diterima oleh Kanit Reskrim Polsek setempat Aiptu Budi Utomo, karena KapolsekTersono AKP Waluyo Hadi Purnomo masih rapat di Polres. Setelah menyampaikan tujuan kedatangannya massa pulang dengan tertib. Pihak Polsek Tersono menyanggupi akan segera menindaklajuti dengan memanggil saksi lagi dan melakukan gelar perkara.

Polsek beralasan belum menindaklanjuti kasus ini karena masih fokus pada pengamanan acara Agustusan. “Kami masih sibuk melakukan pengamanan kegiatan HUT RI, nanti kami akan segera memanggil saksi dan melakukan gelar perkara,” tandasnya.

Pada saat warga menggeruduk Mapolsek Tersono, anggota Polsek juga sempat menghalang-halangi warga dan wartawan untuk memfoto dan meliput kejadian tersebut. Bahkan meminta file foto agar dihapus, namun karena terus mempertahankan diri agar bisa memfoto dan meliput, usaha awak media berhasil.

Terpisah, Kapolsek Tersono AKP Waluyo Hadi Purnomo, yang bisa dihubungi pada Senin malam mengatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah selesai dan bukan merupakan kasus penganiayaan.

“Kasusnya sudah selesai, kita serahkan ke ketua panitia/penyelenggara perlombaan. Karena kejadian tersebut bermula dari pertandingan bola voli dan menimbulkan kerusuhan. Lalu pihak panitia diketahui menyerahkannya ke Kepala Desa. Jadi bukan kasus penganiayaan, hanya kerusuhan suporter saja,” ujarnya. (han/ric)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here