31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

SBY Kangen Kupat Tahu

MAGELANG—Ada yang istimewa dengan kupat tahu di Warung Tahu Pojok Magelang. Makanan ini menjadi menu favorit Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Senin (21/8) kemarin, saat singgah di Kota Magelang, SBY melepas kerinduannya mencicipi kuliner khas Kota Gethuk. Warung yang terletak di deretan kios nomor 14, Jalan Tentara Pelajar Kota Magelang itu, tetap menjadi tempat tujuan di sela-sela kegiatan temu Kader Demokrat Kota dan Kabupaten Magelang, di Grand Artos Hotel and Convention (GAHC), Senin (21/8) malam.

“Orang Jawa bilang ngangeni (membuat kangen/rindu, Red). Kalau datang ke sini (Magelang) dan ada waktu, pasti saya sempatkan mampir,” kata SBY, kemarin sore.

Ia tak sendirian menikmati tahu kupat. Istrinya, Ani Yudhoyono dan anaknya: Edhi Baskoro Yudhoyono ikut menemani. Informasi yang dihimpun koran ini, SBY datang ke Magelang untuk bertemu dengan para kader Partai Demokrat. Kegiatan ini merupakan safari, masih dalam suasana peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

Kuntari, generasi kedua pengelola Warung Tahu Pojok Magelang mengaku senang SBY dan keluarga, kembali berkunjung. Ia mencatat, 5 kali SBY datang. Yakni, tiga kali sebelum menjadi Presiden, dan dua kali setelah menjadi Presiden. “Terkadang, jika Pak SBY ada acara di Akmil, kupat tahunya dipesan dan dibawa ke sana,” ujar Kuntari.

Kuntari menjelaskan, SBY masih setia menjadi pelanggannya, karena rasa kupat tahunya tak berubah sejak kali pertama SBY mencicipi. Pujian itu sekaligus memotivasi dirinya untuk tetap mempertahakan kualitas rasa.

“Kupat tahu ini sudah ada sejak 1942. Waktu itu masih pikulan di kawasan Alun-Alun Kota Magelang. Dulu yang jualan Bapak saya dan kakak-kakanya, sekarang diteruskan oleh anak-anaknya.”

Sebelum disukai oleh SBY, menu andalannya itu juga digemari Presiden RI ke-2 (alm) Suharto. Pada acara peringatan HUT ke-50, 51, dan 52 Kemerdekaan RI, pihaknya diundang memasak untuk keluarga Presiden Soeharto di Istana Merdeka. “Awalnya hanya pesan 500 porsi, namun berubah jadi 1.500 porsi. Akhirnya, kami belanja di Pasar Senen untuk mencari bahan-bahannya,” kata Kuntari.

Saat ini, pada hari biasa, ia mampu menjual 200 porsi kupat tahu. Spesial Sabtu dan Minggu serta hari libur, kupat tahu Pojok bisa terjual hingga 400 porsi. (put/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here