31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Dewan Sidak, Hentikan Pembangunan Shangri La

SEMARANG-Pembangunan Perumahan Shangri La Residence di Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang sempat disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang beberapa waktu lalu, kembali menjadi sasaran inspeksi mendadak (Sidak) Komisi C DPRD Kota Semarang.  Pengembang Perumahan Sangri La sebelumnya dinilai melanggar sedikitnya 14 perizinan yang belum dipenuhi, hingga sekarang perizinan tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan.

Selain itu, pihak Komisi C mengaku banyak keluhan dari warga sekitar karena perumahan tersebut dinilai membahayakan lantaran rawan longsor. Sedangkan pekerjaan fisik sejak disegel beberapa waktu lalu, terkadang tetap dijalankan oleh pengembang. Namun saat dilakukan pengecekan, ternyata tidak ada aktivitas pekerjaan. Pihak pengembang juga tidak ada di lokasi perumahan.

“Kami menerima banyak keluhan. Memang, berdasarkan pengecekan lokasi di perumahan ini tidak aman bagi penghuni, karena lokasinya berbatasan dengan tebing. Mereka hanya mengepras bukit dan tidak dibangun menggunakan prinsip terasering. Sehingga rawan longsor,” kata Ketua Komisi C Kadarlusman, saat melakukan Sidak di Perumahan Shangri La, Senin (21/8) kemarin.

Apalagi di atas tebing sebelah barat perumahan tersebut merupakan jalan umum beraspal. Posisi jalan tersebut sangat mepet dengan tebing perumahan dan tidak diperkuat dengan cor atau beton. “Kami khawatir akan rawan ambrol. Padahal sebelumnya, kami sudah memperingatkan pengembang agar mengurus perizinan, termasuk bila memenuhi syarat perizinan dan meneruskan pembangunan agar memperkuat tebing perumahan. Tetapi hal itu tidak diindahkan,” katanya. 

Berdasarkan masukan dari warga sekitar, lanjut Kadarlusman, jika tebing tersebut tidak dibangun, dikhawatirkan akan menyebabkan jalan tersebut longsor. “Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang agar melakukan pengawasan. Jangan sampai pengembang secara sembunyi-sembunyi tetap melakukan pembangunan. Sedangkan perizinannya belum dipenuhi,” katanya. 

Staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Kota Semarang, Johannes mengatakan bahwa selama izin prinsip Perumahan Shangri La dari Pemkot Semarang belum keluar, maka pembangunan perumahan tersebut untuk sementara dihentikan.

“Selain melanggar izin prinsip, di dekat lokasi pembangunan perumahan terdapat mata air. Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng, apabila lokasi memiliki mata air 5 liter per detik, maka tidak diperbolehkan dibangun dengan bangunan apapun. Wilayah tersebut termasuk wilayah konservasi,” katanya. 

Proyek perumahan tersebut dinilai melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2009 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB), termasuk di dalamnya muat sedikitnya 14 perizinan. Rencananya, perumahan tersebut bakal dibangun sebanyak 60 unit rumah. Sedikitnya sudah ada pemesan sebanyak 15 orang. Saat ini baru terbangun dua bangunan rumah sample yang kondisinya belum sepenuhnya selesai. (amu/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here