Tingkatkan Potensi PBK Domestik

RFB bersama BBJ dan KBI Sosialisasi Bersama

19008
BANTU TEMPAT SAMPAH : PT Rifan Financindo Berjangka menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada Pemkot Semarang, berupa tempat sampah yang akan didistribusikan di 4 pasar di Kota Semarang, kemarin (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANTU TEMPAT SAMPAH : PT Rifan Financindo Berjangka menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada Pemkot Semarang, berupa tempat sampah yang akan didistribusikan di 4 pasar di Kota Semarang, kemarin (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Maraknya penipuan berkedok investasi perdagangan berjangka komoditi (PBK) serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia, memperlihatkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal dengan baik perdagangan berjangka komoditi. Bahkan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) selama 2016-2017 telah menutup 81 situs/website perdagangan berjangka karena melanggar aturan.

Karena itulah, Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya, mengatakan bahwa pihaknya sebagai pelaku di industri PBK dan anggota dari BBJ dan KBI merasa perlu mengedukasi masyarakat cara berinvestasi yang lebih sehat di industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). “Potensi yang ada di industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia,” katanya.

Menurut Teddy, masyarakat selama ini masih awam dengan jenis investasi ini. Karena pada umumnya, investasi yang dikenal hanya saham, obligasi, reksadana, deposito dan sebagainya. Tragisnya, ada citra negatif yang melekat di kalangan pelaku perusahaan pialang. “Untuk itu, perlu adanya edukasi yang dimulai dari rekan-rekan media sebagai penyampai informasi yang tepat dengan keterjangkauan yang luas dalam mengembalikan citra positif industri ini,” harapnya.

Sedangkan Direktur Utama (Dirut) BBJ, Sthepanus Paulus Lumintang menambahkan bahwa industri PBK masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia. “Artinya kita perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten kepada publik agar potensi tersebut dapat terealisasi, tentunya dengan dukungan Pemerintah. Perlu ditekankan bahwa industri perdagangan berjangka komoditi yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, lebih aman dari risiko penipuan berkedok investasi yang cukup sering kita dengar,” tegas Paulus di acara sosialisasi industri PBK.

Kepala Cabang Rifan Semarang, Syaiful Bachri, menambahkan bahwa atas keprihatinan tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi bersama BBJ dan KBI di Semarang. ”Edukasi melalui media yang didukung ketegasan moral hazard para oknum di pialang berjangka, kami yakin kepercayaan untuk bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi kembali meningkat,” tandasnya.

Dijelaskan juga jumlah investor RIFAN di Semarang terus mengalami pertumbuhan. Saat ini jumlah nasabah 373 yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. “Target kami tahun ini, dapat menambah 200 nasabah baru,” jelas Syaiful.

Teddy menambahkan bahwa secara keseluruhan target volume transaksi SPA dan komoditi RFB sebesar 500.000 lot di akhir tahun 2017 dan sampai semester 1 tahun 2017, volume transaksi sudah mencapai 47 persen dari target.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut PT Rifan Financindo Berjangka menyerahkan bantuan berupa alat kebersihan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang diwakili oleh perwakilan Dinas Perdagangan Kota Semarang. (ida)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here