33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Suguhkan Tari Kuntul Blekok

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sanggar Greget bakal mewakili Kota Semarang dalam Parade Seni Jateng sebagai rangkaian acara HUT ke 67 Jateng di Kabupaten Jepara, Jumat (25/8) pekan depan. Sanggar Greget akan menyuguhkan Tari Kuntul Blekok, salah satu tari khas Semarang.

Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Bambang Priyambodo berharap, Tari Kuntul Blekok mampu meraih tiga besar penampilan unggulan dalam parade seni bergengsi tersebut. Pasalnya, Parade Seni Jateng 2016 di Magelang lalu, pihaknya dinobatkan sebagai juara 1 lewat Tarian Manggar Warak.

“Kalau mempertahankan juara 1 agaknya cukup berat. Masuk nominsai saja sudah Alhamdulillah. Kalau tahun 2015 di Purwokerto dulu, kami juara 3,” terangnya saat ditemui di sela-sela gladi bersih latihan tari Kuntul Blekok di Museum Ranggawarsita, Minggu (20/8) sore.

Penggagas Tari Kuntul Blekok, Sangghita Anjali menjelaskan, tari ini menggambarkan fauna khas Kota Semarang, yaitu burung kuntul. Burung yang sampai sekarang dilestarikan di wilayah Srondol. Lewat tari ini, Ghita mencoba menggambarkan kebiasaan burung kuntul. Dari cara terbang, bentuk paruhnya, dan lain sebagainya.

Terhitung ada 55 penari yang membawakan Tari Kuntul Blekok. Mereka mengenakan busana dengan ornamen sayap untuk penggambaran burung kuntul. Bahkan, penari cowok, mengenakan topeng berupa paruh burung blekok yang tampak mancung.  Sebagai pelengkap, ada semacam gerobak dorong besar yang dihias mirip burung kuntul. Warnanya putih, lengkap dengan sayap, paruh dan jamang kuntul.

Di Parade Seni Jateng 2017 mendatang, para penari akan melakukan atraksi sambil berjalan sejauh 2,5 kilometer. Setelah itu, performa di depan panggung utama. “Pas perform, diberi waktu 3 menit oleh panitia. Semoga semua berjalan sesuai rencana dan masuk nominasi pemenang,” harapnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Mahasiswa Tulis 1.000 Nama Dalam Aksara Jawa

SEMARANG – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Universitas PGRI Semarang (Upgris), menggelar peringatan hari aksara internasional 2017 di halaman gedung utama...

Temukan Daging Gelonggongan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 10 pedagang di Pasar Rejowinangun kedapatan menjual daging sapi gelonggongan dan ayam tiren atau bangkai. Kondisi ini diketahui saat tim...

Mensritek Minta PTN Optimalkan UM

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memaksimalkan ujian mandiri (UM) agar tidak terjadi...

Sambut Tahun Baru Islam, MAJT Gelar Doa Bersama

SEMARANG – Tim Hisab Rukyah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memperkirakan awal tahun 1439 Hijriyyah jatuh pada Kamis (21/9) besok. Untuk menyambut malam pergantian...

Sehari, 422 Pengendara Ditilang

SEMARANG - Kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas dinilai masih rendah. Terbukti, masih banyaknya pengendara roda dua maupun roda empat yang terjaring Operasi Patuh...

Pelajar Sumbang Pendapatan Trans Semarang Rp 2,53 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus menunjukkan perhatian terhadap dunia pendidikan. Setelah menggratiskan biaya sekolah bagi siswa SD hingga SMP negeri,...