33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Star Wars dan Tikus Ikut Pawai

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

WONOSOBO—Karnaval pembangunan untuk memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Sabtu-Minggu (19-20/8), digelar Pemkab Wonosobo dan Temanggung. Banyak kreativitas yang diusung oleh para peserta, baik dari unsur OPD (organisasi perangkat daerah), institusi pendidikan, maupun kalangan umum.

Karnaval pembangunan di Wonosobo, misalnya, para peserta menampilkan kreasinya sebagus mungkin. Sebab, selain dikarnavalkan, materi karnaval juga dinilai oleh dewan juri. Karena itu, para peserta berusaha tampil maksimal, sesuai tema karnaval, gelar informasi daerah.

OPD Inspektorat, misalnya, menampilkan pawai mobil hias yang mengangkut tikus raksasa, seukuran truk trailer. Dalam pesannya, Inspektorat mengingatkan kepada masyarakat untuk menjauhi tindakan korupsi. Sebab, korupsi merupakan kejahatan luar biasa. “Pesan yang disampaikan Inspektorat sangat mengena. Hanya melalui simbol tikus raksasa, siapapun tahu kalau itu simbol koruptor. Dan, Inspektorat berhasil mengusung itu, di tengah maraknya kasus-kasus korupsi yuang membelit negeri ini,” kata Udin, warga Wonosobo.

Yang juga menarik dan kreatif, adalah peserta karnaval gabungan sejumlah Perusda di Wonosobo (Bank Wonosobo, PD Tambi, BKK, PDAM, dan lainnya). Mereka menyuguhkan atraksi spektakuler, elegan, dan berkelas. Yakni, menampilkan simbolisasi para raja kerajaan dan penari-penarinya dalam lakon sejarah Dieng. Para peserta menampilkan sesuatu yang wow, tidak sekadar ikut, dan dikonsep matang. “Itu terlihat pada busana mereka yang sepertinya ingin menampilkan sesuatu yang spektakuler dan mengena. Salut, mereka kreatif,” puji Dimas, warga Kertek yang menonton dari kantor Kodim 0707 Wonosobo.

Penampil karnaval lainnya yang juga spektakuler untuk ukuran karnaval tingkat kota/kabupaten adalah SMK 2 Wonosobo. Peserta mengusung bendera merah putih terpanjang, 100 meter lebih, dengan pesan nasionalisme yang musti terus digelorakan.

Ada juga peserta karnaval yang bikin gelid an ngakak para penonton dan tamu kehormatan di panggung utama. Yakni, peserta karnaval dari Dinas Sosial. Dinas ini menggiring “sejumlah orang gila” selama karnaval. Akibatnya, “orang-orang gila” yang dikawal pegawai Dinsos pun berbuat ulah. Memungut dan meminta suguhan makanan milik tamu undangan dan meminta rokok. Peran orang gila yang dibawakan salah satu PNS Dinsos, sangat natural.

Berambut gembel dengan busana compang-camping dan akting yang meyakinkan, banyak yang mengira kalau itu orang gila betulan. “Memangnya itu orang gila beneran ya,” tanya Iskandar, salah satu juri karnaval dari unsur media.

Fathonah Ismangil, panitia karnaval mengatakan, PNS yang berperan natural seperti orang gila, karena dalam tugasnya kerap menangani orang gila, gelandangan, dan telantar. “Mungkin karena setiap hari tugasnya bersinggungan dengan orang gila ya, jadi perannya sangat menghayati sekali,” kata Fathonah sembari tertawa.

Bagaimana karnaval pembangunan di Temanggung? Karnaval yang digelar pada Minggu (20/8) siang, juga menampilkan sisi unik dan kreatif para peserta. Polres Temanggung, misalnya, menampilkan kostum polisi masa depan yang diwujudkan dalam tema Star Wars.

Penampil karnaval dari Polres banyak menuai pujian dari para penonton. “Menurut saya, ini yang kreatif. Menampilkan sosok polisi masa depan dengan kostum Star Wars, keren,” puji Yanto, 36, warga Kranggan.

Panitia karnaval yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Wara Andijani mengatakan, pawai diikuti 65 peserta. “Acara pawai kendaraan hias ini menggunakan anggaran Rp 450 juta untuk keperluan subsidi khusus bagi peserta yang berasal dari instansi kedinasan dalam merancang kendaraan hias yang ditampilkan.”

Pawai juga dimaksudkan untuk menyuguhkan hiburan gratis bagi warga masyarakat, juga menarik wisatawan datang ke Kota Tembakau. “Kami ingin ke depan, jumlah peserta semakin banyak, karena pawai menjadi agenda rutin tahunan. Apalagi ini tahun ketiga penyelenggaraan, setelah sekian lama vakum. Terakhir, sekitar tahun 1997-1998.” (cr2/san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...