SEMARANG – Komisi D DPRD Jateng mendesak sisi kanan-kiri jalan sepanjang Godong-Purwodadi, Grobogan diperkuat. Infrastruktur jalan di wilayah itu perlu mendapatkan perhatian lebih, mengingat tanah di Purwodadi berjenis liat.

Desakan tersebut muncul dalam kunjungan kerja Komisi D ke Grobogan, belum lama ini.  Sekretaris Komisi D DPRD Jateng Jayus mengungkapkan, bangunan yang di atas tanah liat dengan beban tertentu mudah sekali ambles. “Jalan di sepanjang Godong – Purwodadi bergelombang. Padahal sudah dilakukan betonisasi. Karena itu penguatan bahu jalan sangat penting,” ujar dia.

Jajaran Komisi D meninjau dua proyek penguatan jalan Godong – Purwodadi. Lokasi proyek pertama berupa pembangunan talud sepanjang 200 meter di Desa Bringin, Kecamatan Godong. Lokasi kedua di Desa Pulorejo, Kecamatan Penawangan, berupa pembangunan bahu jalan sepanjang 1,3 kilometer sampai ke Purwodadi.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mengatakan kedua proyek tersebut ditarget rampung pada 22 September. Sebagaimana penegasan Kepala Balai Teknis Bina Marga, Berkah, tenggat waktu yang diberikan tidak akan molor.

“Saya sudah meminta kepada Bina Marga agar proyek ini tidak molor seperti proyek underpass Jatingaleh. Menurut saya, penguatan jalan di Purwodadi ini sangat penting. Sejumlah titik di sepanjang jalan ini kerap ambles, padahal usia proyek belum terlalu lama,” ucap politikus PDIP itu.

Di Desa Beringin, dijelaskan Berkah, talud berfungsi untuk menguatkan jalan supaya tidak ambles. Dalam talud sekitar 2,5 meter dari permukaan jalan. Di dasar talud menggunakan teknik cakar ayam. Dengan demikian penguatan talud dalam menahan beban jalan menjadi kokoh.

Sementara untuk proyek bahu jalan, lanjut dia, berfungsi untuk mengembalikan fungsi jalan. Lebar bahu jalan menjadi 2 meter. Selanjutnya supaya tidak ambles maka sepanjang 2 kilometer dipasang beton. “Untuk lokasi ini sengaja kami pasang beton. Berbeda dengan di Godong, karakter tanahnya memang beda, penanganannya pun beda,” ujarnya. (ric)