33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

JPN Memperkecil Celah Pelanggaran Hukum

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Penegakan hukum di Indonesia terdapat dua cara, yakni dengan menggunakan penindakan dan pencegahan yang keduanya harus berjalan beriringan dan saling melengkapi. Penindakan itu menjadi cambuk dan efek jera terhadap pelakunya. Sementara pencegahan membuat tindak pidana menjadi tidak terulang kembali dan menciptakan efek berkesinambungan di masa mendatang.

Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia biasanya dilakukan dengan melakukan penindakan, yakni dengan mempidanaan pelaku. Padahal dalam upaya pemberantasan juga masih ada upaya lain yang dilakukan yakni dengan melakukan pencegahan yang hasilnya justru menghasilkan sebuah prestasi.

Pencegahan korupsi bisa dilakukan dengan memanfaatkan peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) secara optimal. JPN juga dapat memberikan pertimbangan hukum dalam bentuk pemberian pendapat hukum (legal opinion), pendampingan hukum (legal assistance), dan audit hukum (legal audit). “Tentunya melalui pertimbangan hukum harus objektif dan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip yuridis normatif,” ungkap Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI, Dr (HC) Bambang Setyo Wahyudi dalam seminar “Indonesia Mencegah Korupsi” di gedung Graha Kebangsaan Untag 1945, kemarin.

Hadir dalam seminar tersebut civitas akademika, Kejari se Jateng, mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat. Bambang menambahkan pertimbangan hukum yang diberikan JPN, diharapkan dapat memperkecil celah pelanggaran hukum, terutama terkait korupsi.

Bahkan data dari Januari sampai Juni 2017, Bidang Datun Kejaksaan telah mendampingi proyek pembangunan senilai Rp 32,6 triliun. Dan selama 2017 Bidang Datun se-Indonesia telah menyelamatkan uang negara melalui jalur litigasi senilai Rp 930 miliar dan jalur nonlitigasi sebesar Rp 27,3 miliar

Ketua Pusat Studi Antikorupsi Untag Semarang, Mahfudz Ali mengatakan muncul rencana merevisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), yang dinilai bakal melemahkan komisi antirasuah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut dia berkeyakinan ada pelemahan dalam gerakan pemberantasan korupsi dan Indonesia masuk dalam kondisi darurat korupsi. ”Hal itu terjadi upaya menggerogoti uang negara dengan sangat terbuka, berjamaah, sistematis, dan mengingkari akal sehat,” katanya.

Ali menambahkan, apabila negara ini tidak ada korupsi, maka pendidikan gratis hingga sarjana akan dinikmati semua lapisan masyarakat. Namun ternyata semua serba mahal. “Negeri yang oleh para leluhur digambarkan gemah ripah loh jinawi ini seperti tak lagi memberikan harapan,” katanya.

Rektor Untag, Dr Suparno mengapresiasi kegiatan seminar tersebut. Apalagi tema yang diambil “Indonesia Mencegah Korupsi”. “Mencegah itu sangat mahal sekali harganya sebelum terlanjur menjadi rusak. Untuk itu tema itu sangat bagus sekali,” katanya. (hid/sct/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Angkat Kontribusi Tionghoa

SEMARANG – Sebagai negara yang memiliki keragaman etnis dan budaya, warga negara Indonesia dikenal memiliki rasa nasionalisme yang kuat terhadap bangsanya. Bahkan dalam membangun...

Leaflet Untuk Mengembangkan Kemampuan Dialog

RADARSEMARANG.COM - BERBICARA merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai siswa dalam mempelajari bahasa Inggris. Dengan berbicara, siswa berkesempatan untuk mengungkapkan ide, pikiran...

Mangkrak dan Membahayakan

RADARSEMARANG.COM - KONDISI Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Citarum, Kota Semarang, memprihatinkan. Tidak terawatt. Banyak atap yang sudah hilang, besi yang berkarat dan...

Pecah Kaca Mobil, Gagal Bawa Uang

MAGELANG - Kawanan perampok spesialis pecah kaca mobil beraksi di depan sebuah minimarket Jalan Pahlawan Kecamatan Magelang Tengah, Jumat (12/5) sekitar pukul 13.00 WIB....

9 PPDP Punya KTA Parpol

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kota Semarang menemukan 9 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang ditetapkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terindikasi terlibat...

Usulkan Rute Baru untuk Gaet Wisman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara setelah CPO. Laju pertumbuhan pertahunnya bahkan mencapai 22,4 persen, di mana sektor...