33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pemkot Support Kreativitas Seniman Tari

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MUNCULNYA kreasi atau inovasi jenis-jenis tari yang membawa label Semarangan mendapat tanggapan beragam. Satu sisi, kreativitas tidak boleh mati agar seni tradisi dan budaya tetap terjaga. Kendati di sisi lain, kreativitas bebas tanpa batas justru dikhawatirkan akan dimasuki unsur budaya lain dari luar karakteristik masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri menilai bahwa munculnya kreativitas seni tari baru tak perlu ada yang dikhawatirkan. Artinya tidak perlu ada pelarangan untuk kreativitas. “Memang setiap kesenian ada pakemnya. Tapi sebaiknya tidak terlalu membatasi secara berlebihan. Ndak papa, justru semakin banyak kreativitas baru, semakin tidak membosankan,” katanya.

Justu, lanjut Masdiana, pihaknya mensupport setiap kreativitas baru yang dimunculkan oleh generasi muda. Apalagi kondisi zaman berkembang pesat. Sehingga diperlukan inovasi-inovasi baru agar sesuai dengan zaman. “Anak muda harus mampu menciptakan sesuatu karya yang unik. Misalnya saja di Kampung Ampel Gading Gunungpati, ada pertunjukan tari luar biasa. Padahal ini di tingkat kampung, mereka mampu memunculkan kreativitas tari hasil kreasinya,” katanya.

Kreativitas yang muncul di setiap elemen kelompok masyarakat harus di-support. Sebab hal itu menjadi bagian kekayaan aset kesenian yang harus dikembangkan. “Kreativitas kesenian apapun bentuknya selama tidak melanggar etika dan norma kesusilaan. Tidak apa-apa, semakin banyak kreativitas semakin bagus. Kalau dikit-dikit ndak boleh, justru itu yang tidak boleh,” tegasnya.

Berkaitan dengan tari, kata dia, baru-baru ini juga muncul kreativitas Tari Bambu Krincing dalam event pagelaran Mahakarya Goa Kreo. “Itu memang kreativitas tari masyarakat kampung setempat yang menggambarkan nilai-nilai sejarah. Menggunakan properti banyak bambu sebagai simbol khas tumbuhan di tanah setempat. Terkait cerita jejak Sunan Kalijaga di daerah setempat dalam proses membangun Masjid Agung Demak kala itu,” katanya.

Mereka berkreasi, baik dalam bentuk seni tari murni maupun berbentuk operet modern. Ada juga kreativitas melalui lagu dan dikolaborasikan dengan tari. “Tidak hanya dalam hal tari, saat ini ada kreasi lagu Semarang Hebat, lagu Dugderan, dan lain-lain, ya ndak papa. Semakin banyak anak muda berkreasi, artinya generasi sekarang semakin bagus atensinya dalam nguri-nguri budaya. Kita jangan membatasi,” katanya.

Pihaknya mengaku telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar tercipta ruang-ruang kreativitas. Misalnya dibuatkan event yang bisa menampung atau mewadahi kreativitas anak muda. “Kami setiap tahun juga menggelar berbagai macam lomba, termasuk tari Gambang Semarang. Sehingga kreativitas itu bisa ditampilkan agar mampu menginspirasi orang lain,” katanya.

Tari Gambang Semarang, kata Masdiana, terus dilakukan upaya agar generasi muda mengenal hingga melestarikannya. Saat ini, minat generasi muda untuk memelajari kesenian Tari Gambang Semarang Semarang sangat luar biasa. “Setiap kami adakan lomba, peserta sangat banyak dari tingkat kelurahan dan kecamatan. Dari sebelumnya hanya pelajar, sekarang juga memasukkan kategori umum. Akhir bulan ini ada lomba Tari Gambang Semarang,” terangnya. Hal itu, menandakan bahwa kecintaan generasi muda untuk nguri-nguri tradisi budaya di Kota Semarang semakin banyak.

Sementara itu Budayawan Jawahir Muhammad, mengatakan roh seni tari bersumber dari pemikiran komposer atau penata tari. Sehingga muatan nilai seni tari tersebut berbobot atau tidak, tergantung pengetahuan dan keluasan cara pandang komposernya. “Terutama tari kesenian tradisional. Berangkat dari kondisi masyarakat tertentu. Misalnya Tari Gambang Semarang. Sebaiknya memperhatikan aspek-aspek lokalitas tradisi setempat,” katanya.

Dikatakanya, Tari Gambang Semarang berangkat dari realitas masyarakat Semarang. Maka komposisi di dalam tari tersebut memuat keanekaragaman budaya. Gambang Semarang mampu menyesuaikan kondisi, karakteristik masyarakat setempat. “Misalnya orang Semarang itu identik dengan ceria, meriah dan sederhana. Artinya, geraknya tidak rumit, tidak cepat, tidak lamban, tidak terlalu lembut dan seterusnya. Karakteristik masyarakat pantai yang multikultur. Ada spirit Jawa, China, Islam, semua tertuang di dalamnya. Kesenian baik teater maupun tari lokal harus memerhatikan aspek identitas lokal di masyarakat,” terangnya.

Maka dari itu, seorang komposer atau penata tari akan lebih baik bila bisa memerhatikan aspek-aspek lokalitas masyarakat Semarang. “Gambang Semarang, seperti yang dibawakan Sanggar Greget, saya lihat itu bagus. Misalnya ada empat penari, sehingga warga Semarangnya muncul. Ada baiknya, kelompok-kelompok kesenian, seniman-seniman muda memerhatikan aspek nilai-nilai dan lokalitas. Tradisi Semarang itu ada unsur egaliter, relegiusitas, dan lokalitas,” katanya.

Di samping memahami pola dasar tari, lanjut dia, komposer harus memahami budaya lokal. Sehingga bentuk keseniannya itu tidak hanya mengedepankan aspek bentuk luarnya belaka, tapi juga mengedepankan isi atau nilai-nilai kandungan konten. “Karena itu mencerminkan kehidupan sosiokultur masyarakat Semarang. Berkreativitas bagi saya monggo saja, tapi setidaknya memerhatikan aspek-aspek yang saya sebut tadi. Semarang itu paduan sejumlah budaya, maka bicara Semarang adalah hybrid culture. Tidak hanya mengejar tampilan luar,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Disiplin Positif, Semangat Cegah Bullying

SEMARANG-Pemberian sanksi atau hukuman dari guru kepada siswa juga masuk dalam kategori perilaku perundungan atau bullying. Pasalnya, hukuman atau sanksi yang diberikan terkadang tidak...

Diperketat, Pengecekan BRT Tak Laik Jalan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Masih banyaknya keluhan masyarakat mengenai pelayanan Bus Rapid Transit (BRT), membuat Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang terus berbenah untuk meningkatkan...

Industri Pendukung Sepeda Motor Berkembang

SEMARANG – Propek cerah pasar otomotif Indonesia membuat berbagai industri pendukung lain juga berkembang. Salah satunya produk minyak pelumas. Pelumas sepeda motor asal Amerika...

Pesawat di Langit Warna Kuning di MCC

Oleh: Dahlan Iskan Saya mencermati satu layar ke layar lain. Yang banyak ditempelkan di dinding. Di salah satu layar terlihat satu kotak kecil: warna kuning....

Cita-Cita Jadi Kowad, namun Takdirnya Jadi Lurah

Yuliatun, Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang menunjukkan prestasinya dengan menjuarai beberapa kategori di antaranya juara 1 lomba Kampung Hebat serta prestasi lainnya. Hal itu tidak...

62 Siswa SLB Ikuti Kejuaraan Atletik

KENDAL - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal bekerjasama dengan National Paralympic Commitee (NPC) Kendal menggelar Kejuaraan Para Atletik tingkat Kendal khusus untuk...