33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pesawat Cocor Merah jadi Panci  di Kaliangkrik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Seperti halnya Kota Magelang, wilayah Kabupaten Magelang pada agresi militer II Belanda, Desember 1948, juga menjadi medan pertempuran. Tentara Divisi Siliwangi yang hendak hijrah ke Jawa Barat, berhasil menembak jatuh dua pesawat Cocor Merah milik Belanda di Kaliangkrik.

TIDAK ada yang menyangka, rumah Sutarjo dan Hahono di Desa Kaliangkrik, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang—hanya berjarak 50 meter dari Pasar Kaliangkrik—pada 69 silam, tepatnya pada 22 Desember 1948, pernah kejatuhan pesawat Cocor Merah tentara Belanda.

Merujuk catatan yang ada, pesawat Cocor Merah adalah pesawat buru sergap jarak jauh buatan North American (sebelumnya bernama General Aviaton). Nama asli pesawat Cocor Merah adalah P-51 Mustang. Pesawat ini juga memiliki julukan lain: Si Kuda Liar. Karena gambar mulut menganga berwarna merah di ujung pesawat, pesawat ini populer dengan julukan Si Cocor Merah.

Pada 22 Desember 1948, pasukan Divisi Siliwangi yang hendak hijrah ke Jawa Barat, memasuki kawasan Kecamatan Kaliangkrik, melalui Desa Beseran.  Dari Desa Beseran, pasukan yang sebenarnya bermarkas di Jawa Barat namun dipaksa meninggalkan Jawa Barat untuk hijrah ke wilayah Yogyakarta dan Kedu akibat perjanjian Renville pada agresi militer I Belanda pada Juli 1947—melanjutkan perjalanan menuju Desa Kaliangkrik. Desa ini merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Kaliangkrik.

Perjalanan Divisi Siliwangi yang dipimpim oleh Abdul Haris Nasution, tidak mulus. Meski jembatan-jembatan telah dirobohkan akibat siasat bumi hangus untuk menahan laju tentara Belanda dari jalur darat, toh pasukan Belanda leluasa melakukan serangan melalui jalur udara. Pasukan Siliwangi dibombardir. Rentetan senjata dan bom-bom dijatuhkan  dari pesawat Cocor Merah.  Pasukan ini melawan, hingga akhirnya sampai ke Kaliangkrik dan berkumpul di lapangan Kaliangkrik (kini Pasar Kaliangkrik). Tidak ingin buruannya lepas, pesawat Cocor Merah tidak henti-hentinya memborbardir Desa Kaliangkrik. Ada sekitar  tujuh pesawat.

Pukul 09.00, pasukan Siliwangi merancang serangan balasan. Sasarannya jelas: menembak jatuh Cocor Merah. Bersenjata jenis metralyur ukuran 2,3, tentara   Siliwangi berhasil menembak dua Cocor Merah. Dalam sekejap, Cocor Merah jatuh di kawasan sekitar Pasar Kaliangkrik. Awak, mesin, dan bagian utama pesawat Cocor Merah, jatuh di sekitar 50 meter dari lokasi pasar.

Tepatnya, di dua rumah penduduk setempat yang saat ini menjadi lokasi rumah dan halaman Sutardjo. Salah satu sayap pesawat, juga jatuh di Bukit Kakus dan ekor pesawat jatuh di pemakaman Jarpisan, Desa Kaliangkrik. Akibat  jatuhnya si Cocor Merah, membuat dua warga setempat meninggal dunia: Ribut dan Soeparni yang tengah hamil tua.

Yang menarik, karena bongkahan Cocor Merah  tidak segera dimuseumkan, pada saat itu,  penduduk setempat memotong-motong bongkahan pesawat Cocor Merah. “Dipotong-potong, ada yang jadi seperti piring, panci, penggorengan, dan sebagainya,” kata Iyah, warga setempat.  Sedangkan mesin dan kursi pesawat Cocor Merah disimpan dan dirawat oleh keluarga Sutardjo dan Walwakiyah. Baru pada 2000-an, oleh pemerintah, mesin pesawat Cocor Merah dimuseumkan di Museum Bambu Runcing, Muntilan, Kabupaten Magelang. (iskandar/dari berbagai sumber)

Berita sebelumyaBPJS Kesehatan Sasar Pedagang
Berita berikutnyaMagelang Lautan Api

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

218 Penderita Katarak Kini Bisa Melihat

TEMANGGUNG—Sebanyak 218 penderita katarak menjalani operasi gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, Sabtu (4/11) akhir pekan lalu. Dari 218 penderita katarak itu,...

“Klinik BI Indi” Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika

RADARSEMARANG.COM - LOLA seorang siswi SMP. Dia tergolong siswa yang cukup rajin di sekolahnya. Ia selalu hadir di kelas pada saat jam sekolah. Hanya...

Dewan Usulkan Raperda CSR Perusahaan

TEMANGGUNG - Belum semua perusahaan di Kabupaten Temanggung menjalankan program coorporate social responsibility (CSR). Untuk itu, DPRD Kabupaten Temanggung mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...

Puskesmas Demak 3 Masuk Nominasi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK- Puskesmas Demak 3 masuk nominasi maju lomba Provinsi Jateng terkait kategori pelayanan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Kemarin, tim penilai...

Spenza Fest Latih Jiwa Wirausaha Siswa

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – SMPN 1 Wonosobo menggelar Spenza Fest 2018 akhir pekan lalu (3/3). Kegiatan diisi dengan bazar kewirausahaan, bazar pakaian pantas pakai, pentas...

Tega, Habis Melahirkan, Bayi Disimpan di Lemari

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Warga sekitar rumah kos di Jalan Brigjend Sudiarto, Kelurahan Kalicacing,  Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (17/4) kemarin, dibuat gempar. Pasalnya, di salah satu...