33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

DPRD Desak Kenaikan Anggaran GTT PTT Setara UMK

Dari Rapat Badan Anggaran Pembahasan KUA PPAS APBD P 2017

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RAPAT Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Magelang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas KUA PPAS APBD P 2017, berlangsung cukup alot. Utamanya, saat membahas kenaikan tunjangan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).

Yang menarik, ratusan GTT PTT hadir menyaksikan proses pembahasan yang dilaksanakan di ruang Banggar. Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD, Saryan Adi Yanto.

Saryan Adi Yanto mengatakan, Pemkab Magelang mengusulkan adanya kenaikan Rp 100 ribu untuk GTT PTT di APBD Perubahan 2017. Namun, oleh Badan Anggaran, jumlah tersebut ditambah menjadi Rp 800 untuk GTT PTT di sekolah/lembaga negeri dan Rp 300 untuk GTT PTT di sekolah swasta.

Sempat terjadi perdebatan alot dalam proses menaikkan jumlah tunjangan GTT PTT. Rapat yang sudah berlangsung hingga tujuh jam pun belum menemukan titik temu.

Saryan mengatakan, secara regulasi, penambahan anggaran sangat memungkinkan. Kemampuan keuangan APBD dianggap cukup.

Sakir, anggota Badan Anggaran dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, GTT PTT merupakan ujung tombak pendidikan di Kabupaten Magelang. Peran mereka tidak tergantikan, seiring berkurangnya jumlah PNS. ”Jika memang mereka dibutuhkan, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan penghasilan yang pantas.”

Sakir berpendapat, dengan meningkatkan penghasilan GTT PTT, bukan hanya para pegawai yang dibantu. Tapi juga membantu pelaksanaan program pendidikan Pemkab Magelang. ”Daerah lain sudah bisa memberikan tambahan penghasilan yang besar dan setara UMK, kenapa kita tidak bisa? Padahal, ada sisa gaji pegawai Rp 100 miliar dan total SiLPA Rp 400 miliar lebih.”

Prihadi, anggota Badan Anggaran dari Fraksi Gerindra menambahkan, jumlah GTT PTT di sekolah/lembaga negeri mencapai 2230 orang. Sedangkan yang swasta mencapai 1856 orang.

Jika secara berjenjang GTT PTT negeri diberikan tambahan Rp 800 ribu plus bantuan operasional sekolah, maka mereka akan menerima Rp 1,4 juta per bulan untuk golongan honorer K2. Lantas, Rp 1,1 juta untuk GTT PTT satu atap dan Rp 1 juta untuk GTT PTT biasa. Sedangkan untuk GTT PTT sekolah swasta akan mendapatkan tambahan Rp 300 ribu, menjadi Rp 500 ribu/bulan. ”Dengan jumlah itu, maka dibutuhkan anggaran Rp 7,22 miliar di APBD P 2017 untuk membayar mereka selama tiga bulan.”

Plt Sekda Eko Triyono mengatakan, jumlah peningkatan bantuan tersebut belum bisa diberikan. Pemkab butuh waktu untuk melakukan kajian dan melaporkannya ke bupati. ”Kita awalnya memberikan tambahan Rp 100 ribu, karena melihat kemampuan daerah kita.”

Sebab, kata Eko, pemberian bantuan tersebut tidak bisa serta merta diberikan. Khususnya, untuk GTT PTT di sekolah swasta. Karena proses pemberian bantuan, diberikan melalui kegiatan dan bantuan transportasi.

Selain itu, besaran pendapatan mereka saat ini tidak sama. Tergantung jumlah siswa. Untuk GTT PTT sekolah negeri, mereka hanya bisa menerima maksimal 15 persen dari total bantuan operasional sekolah. Sedangkan untuk sekolah swasta, bisa 50 persen dari total dana bantuan operasional sekolah.

Pembahasan berlangsung alot. Terlebih, ketika Tim TAPD tidak menyiapkan data akurat. Juga terkait regulasi yang menjadi dasar alokasi bantuan untuk GTT PTT yang tidak sinkron antara Bappeda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Usulan peningkatan tambahan dana dari DPRD, tidak serta merta diiyakan oleh Tim TAPD. Mereka akan mengonsultasikan kepada Bupati Magelang dan disampaikan pada rapat hari ini (19/8). (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Semua Fraksi Setuju Bentuk Pansus Raperda

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Fraksi-Fraksi DPRD memberi pendapat umum atas pengajuan 5 Raperda yang diajukan pihak eksekutif dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap...

Buku Mbah Abu Diterbitkan

RADARSEMARANG.COM - Secara kuantitas dan kualitas KH Abu Ubaidah, salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang sangat kondang di wilayah Kedu, sangatlah menginspirasi banyak pihak....

Mobil Listrik, Kita Kian Ketinggalan

>>>> Nur Muhis May 26, 2018: Kapan mampir ke Wisconsin University KOMENTAR DISWAY: Yang di Madison? Dekat danau itu? Anda alumninya? Ngerti gitu tanya-tanya Anda dulu. Lima...

Permintaan Parsel Tak Setinggi Lebaran

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Permintaan parsel menjelang Natal dan Tahun Baru, diprediksi mencapai 500-600 paket. Jumlah ini lebih sedikit ketimbang momen Lebaran yang mencapai 2.000-an...

Jatuh dari Lantai 2 UGM

SLEMAN—Mahasiswa DIII Teknik Mesin UGM, Eko Nur As'adi, Sabtu (16/9) lalu, pukul 17.00, tewas akibat terjatuh dari lantai 2 salah satu gedung di Sekolah...

Jual Obat Mercon, Lebaran di Bui

MAGELANG – Meski sudah dilarang, Nur Irwan, 51, seorang kakek asal Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang nekat meracik dan menjual obat mercon/petasan di...