33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Evi Tertarik Terjun di Dunia Politik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

POLITIK bisa dibilang salah satu dari berbagai cara menuju perubahan. Alasan itulah yang membuat Evi Ratnasari tergelitik untuk menggeluti dunia politik.  Lewat jalan politik, Evi ingin terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Mengantongi aspirasi rakyat untuk diperjuangkan menjadi deretan regulasi. Tentu regulasi yang mampu menyejahterakan rakyat.

Obsesi itu muncul karena dara kelahiran Lamongan, 21 Agustus 1996 ini merasa kurang puas dengan elit politik sekarang. Dia menilai, banyak politikus yang kurang progresif dalam memperjuangkan nasib rakyat. Belum lagi tentang terungkapnya fakta mengenai buruknya elite politik yang telah menyelewengkan kewenangan dan kekuasaan.

”Kalau seperti itu, yang dirugikan adalah rakyat. Memprihatinkan gak sih? Mereka bisa menjabat karena dipilih rakyat, eh malah sekarang seperti itu,” ucap pemilik postur tubuh 170 cm dan berat 62 kg ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Memang, lanjutnya, tidak semua politikus menjadi ’mimpi buruk’ rakyat. Masih ada segelintir dari mereka yang benar-benar bisa diandalkan menjadi corong aspirasi.

Evi juga punya obsesi untuk mengajak orang-orang yang pasif politik menjadi melek politik. Sebab, selama ini dia masih kerap menjumpai orang yang apatis terhadap perkembangan politik. Jumlahnya pun tidak sedikit dan rata-rata berusia remaja. Mereka hanya bisa menyalahkan pemerintah, tanpa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. ”Padahal orang seperti itu punya peran besar untuk kegiatan politik yang lebih baik, karena mereka punya semangat perubahan,” tegasnya.

Karena itu, selagi masih ada kesempatan, dia berupaya mematangkan diri sebelum menyelami ranah politik. Agar ketika didapuk menjadi wakil rakyat, dia benar-benar bisa diandalkan.

Evi menyadari kualitas dirinya masih rendah. Masih harus banyak belajar. Entah lewat pendidikan formal atau belajar langsung di lapangan. Alumnus Fakultas Ilmu Politik, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini pun memanfaatkan kiprahnya di Biro Umum Pemprov Jateng untuk menimba ilmu sekenyang mungkin.

Bisa magang di Biro Umum Pemprov Jateng, dianggap kesempatan emas. Sebab, Evi bisa menjadi bagian dari Biro Umum karena diberi kesempatan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. ”Saya bukan magang kuliah atau magang kerja. Tapi dikasih kesempatan sama Pak Gub. Jadi, prioritas saya magang di sana adalah mengikuti agenda Pak Gub,” terangnya.

Putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Moh Syafi’i dan Chusnul Khotimah ini bercerita, waktu kuliah dulu, dia pernah ngobrol dengan Ganjar di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh Semarang. Banyak hal yang dibicarakan. ”Terus Pak Gub bilang, kalau sudah lulus kuliah, disuruh magang di tempatnya. Akhirnya, awal Mei lalu, saya resmi magang di Biro Umum,” ungkap penyuka kuliner dan traveling ini. (amh/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Begal Motor Dibekuk 

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Tim Leopard Polres Pekalongan berhasil menangkap dua pelaku begal yang beraksi di jalan Sindoro tepatnya di belakang masjid Al-Mutharom Kabupaten Pekalongan....

Pasien Bisa Cek Ketersediaan Kamar RSUD

BATANG-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang atau RSUD Kalisari kini memiliki Sistem Informasi Ketersediaan Tempat Tidur Instalasi Rawat Inap. Calon atau keluarga pasien, bisa...

Operasi Pasar di 21 Titik

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang akan menggelar kegiatan pasar murah dan operasi pasar (OP) di 21 Kecamatan se-Kabupaten Magelang. Kegiatan ini untuk mendukung...

Fasilitasi Lulusan Dengan Job Fair

SEMARANG - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, memfasilitasi lulusannya dengan  menggelar job fair, Mingu (14/5). Pada gelaran tersebut pihak Udinus menggandeng sekitar 37 perusahaan...

Lima Kelompok PKL Segera Pindahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan 31 Januari 2018 para PKL di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, terutama di wilayah Rejosari, Bugangan,...

Miliki Ide Bisnis, Jangan Pernah Takut Memulai

RADARSEMARANG.COM - Bermula dari keinginan memberi hadiah spesial kepada temannya, kini Fitriyana Rahmawati memiliki bisnis kreatif. Tak dinyana, dorongan teman untuk berbisnis membuatnya memiliki...