33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Cuaca Buruk, Nelayan Bandengan Tak Melaut

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Para nelayan di Kendal selama sepekan ini lebih memilih menyandarkan perahunya. Lantaran cuaca laut yang tak bersahabat menjadikan nelayan minim tangkapan. Selain itu, harga hasil tangkap ikan juga menurun, sehingga membuat nelayan enggan melaut.

Hal itu tampak terjadi pada nelayan Kelurahan Bandengan. Ratusan kapal bersandar di tepian laut. Hanya beberapa yang melaut, itupun pulang dengan hasil yang sedikit. Kapal yang berani melaut hanya kapal besar atau tongkang.

Salah seorang nelayan Bandengan, Nur Khotib, mengatakan beberapa hari terakhir ini sudah tidak melaut karena angin kencang dan ombak besar yang melanda di sepanjang perairan Laut Jawa. Para nelayan memilih kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ada juga nelayan yang lebih memilih untuk memperbaiki dan membenahi kerusakan perahu sembari menunggu cuaca membaik. “Lebih baik memperbaiki kapal, karena banyak perahu yang bocor akibat diterjang ombak besar saat bersandar,” katanya, kemarin.

Ia mengaku, beberapa waktu lalu nekat melaut, namun ternyata cuaca di tengah laut angin kencang dan ombak besar. Sehingga para nelayan tidak berani sampai ke tengah laut. “Jadi meski melaut, para nelayan merugi karena hasil tangkapan yang tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan,” tuturnya.

Menurut Nur Khotib, para nelayan tradisional di Bandengan berangkat melaut sekitar pukul 04.00 atau pagi dini hari. Kemudian menepi pada siang hari sekitar pukul 11.00. Untuk sekali berangkat, nelayan harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu untuk kapal kecil dengan satu mesin.

Sementara untuk kapal sedang dengan dua mesin kapal, dana yang dikeluarkan sekitar Rp 300-400 ribu. “Sementara hasil tangkapan ikan sedikit hanya laku sekitar Rp 300 ribu, jadi para nelayan sering nombok akhir-akhir ini,” tuturnya.

Parno mengungkapkan, selain cuaca buruk, harga tangkapan ikan juga dibeli rendah. Sekarang ini, sedang musim ikan cumi dan teri nasi di perairan laut Kendal. Namun harga keduanya justru turun, teri nasi dari harga Rp 50 ribu, kini hanya dibeli dengna RP 35 ribu. Sementara harga cumi-cumi, dari harga Rp 35 ribu, kini hanya dibeli seharga Rp 20-25 ribu. “Sudah hasil tangkapannya sedikit, ikan dibeli dengan harga murah, jadi nelayan memilih tidak melaut,” akunya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Satu Minggu, Baca Satu Buku

RADARSEMARANG.COM - DI TENGAH kesibukannya yang begitu padat, Ferry Firmawan tak pernah melupakan hobi membacanya. Bagi Ferry, membaca merupakan pintu membuka dunia dan bisa...

Difabel Slawi dapat Mobil dari BI

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal kembali menyerahkan bantuan hibah...

Doakan Negara Aman dan Kondusif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Umat Tridharma melakukan ritual membersihkan kongco dan rupang di Vihara Avalokitesvara Budhagaya, Watugong, Semarang, Minggu (11/2). Kegiatan tersebut digelar untuk menyambut...

Ditemukan Makam Guru Kiai Soleh Darat

KENDAL—Makam ulama besar ditemukan di pemakaman Jagalan Kaliwungu, Kendal. Yakni makam Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy. Sosok ini diyakini adalah guru dari ulama...

Bukan Slogan, Sudirman Praktikkan Kemajemukan

TEGAL–Sudirman Said pulang kampung ke tanah kelahirannya di Desa Slatri, Brebes, Jawa Tengah pada Kamis-Jumat (5-6 Oktober 2017) kemarin. Ini memang bukan mudik pertama, sejak...

Raperda Hiburan Karaoke Dikebut

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Rancangan peraturan daerah (raperda) terkait hiburan (karaoke) dijanjikan bakal ditarget bisa mulai dibahas sebelum Lebaran tahun ini. Hal itu disampaikan sejumlah tokoh politik...