33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Rendah, Konsumsi Ikan di Jateng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Jateng tergolong masih sangat rendah. Pada 2016 lalu, hanya sebesar 26,28 kg per kapita per tahun. Masih sangat rendah bila dibandingkan AKI nasional yang mencapai 43,99 kg per kapita per tahun. Angka itu pun masih di bawah batas minimal AKI yang dianjurkan pada ahli, yaitu 31,41 kg per kapita per tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lalu M Syafriadi menjelaskan, AKI memang masih masih jauh dari tingkat yang diharapkan. Meski begitu, capaian tersebut bila didasarkan pada RPJMD DKP Jateng tahun 2014-2018 AKI telah melebihi target. Target RPJMD pada 2016 adalah 20,55 kg per kapita per tahun dengan capaian 26,28 kg per kapita per tahun.

Untuk Kota Semarang, imbuhnya, berdasarkan data Susenas 2016 AKI Kota Semarang mengalami peningkatan luar biasa yaitu sebesar 157 persen dari Nilai A sebesar 9,34 kg per kapita per tahun menjadi 24,06 kg per kapita per tahun di 2016. Kota Semarang menempati urutan tiga besar Jateng berdasar nilai A hasil Susenas 2016.

Menurut Lalu, rendahnya AKI di Jateng disebabkan karena masyarakat belum sadar pentingnya mengonsumsi ikan. ”Selain itu adalah budaya atau adat istiadat masyarakat Jateng masih memilih iwak pitik daripada ikan. Ini sangat berbeda dari warga Lombok, atau saudara kita di wilayah timur lainnya dimana ikan menjadi pilihan utama keluarga. Bahkan dapat dikatakan tidak akan makan kalau tidak ada ikan,” terangnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar makan ikan menjadi pilihan dalam pemenuhan gizi keluarga. Apalagi sumber daya ikan di Jateng tergolong sangat besar, bahkan surplus produksi. Pada 2016 lalu, produksi ikan tercatat 789.453 ton. Sedangkan konsumsi ikan berdasarkan hasil Susenas masih sebesar 390.721 ton.

Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika konsumsi ikan meningkat, diharapkan akan mendorong tumbuhnya produksi, pengolahan dan pemasaran ikan. Termasuk menumbuhkan industri perikanan di Jateng, khususnya perekonomian di Kota Semarang ini bisa semakin meningkat. ”Melalui gemar makan ikan, kita harapkan asupan gizi akan meningkat sehingga dihasilkan sumber daya manusia Jateng yang sehat, kuat dan cerdas,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Jateng, Sudarli Heru Sudjatmoko menambahkan, ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia karena gizinya yang sangat bagus. Dengan pemenuhan gizi yang baik pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, diharapkan anak tumbuh sehat, cerdas, menjadi generasi dibanggakan dan dapat mengelola Indonesia dengan sebaik-baiknya.

Sekarang ini pengolahan ikan sudah sangat beragam. Bahkan ikan bandeng yang durinya sangat banyak, sudah bisa dicabuti dengan pinset. Sehingga, memudahkan untuk dikonsumsi. Banyak pula ikan yang rasanya sudah divariasikan, dipadukan dengan keju dan bahan lain yang membuat rasanya berbeda.

Meski banyak produk ikan olahan, Sudarli tetap berharap masyarakat dapat mengolah ikan sendiri dengan lebih baik. Mereka diminta mempelajari cara mengoreng ikan yang hasilnya renyah di luar tapi tetap lembut di dalam, mengolah ikan agar tidak amis dengan terlebih dahulu membilasnya dengan air jeruk nipis dan memberikan rempah-rempah, seperti jahe atau kunyit, membuat sup ikan yang lezat, atau menguasai menu olahan ikan lainnya.

”Supaya matang enak dan dalamnya lembut, rahasianya, kalau menggoreng, nunggu minyaknya benar-benar panas. Itu barang sepele, tapi kadang dilewatkan ibu-ibu. Memang matang, tapi rasanya beda. Ikan itu memang paling enak dimakan, paling gampang dimasak. Dipepes, digoreng, disup. Makanya, mari kita tinggikan konsumsi ikan sehari-hari,” ujar Sudarli. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Calhaj Tunggu Kepastian Penambahan Kuota Haji

”Kemarin sampai ada yang naik haji lewat Filipina agar tidak antre lama berangkat ke Tanah Suci. Kalau kuotanya sudah ditambah, semoga kejadian itu tidak...

Derita Infeksi Wajah, Surip Kesulitan Berobat

PEKALONGAN-Amat Surip, 67, warga Krapyak, Pekalongan Jawa Tengah, menderita infeksi di bagian wajah selama 15 tahun. Kondisinya semakin memprihatinkan, akibat keterbatasan dana untuk berobat. Menurut...

Tradisi Nyadran Sebagai Simbol Kerukunan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tradisi nyadran di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Timur hingga kini masih terus terjaga. Hal tersebut nampak dalam perayaan sadranan yang dilaksanakan...

Kolang-Kaling, Buah Favorit Ramadan

SEMARANG - Bulan Ramadan merupakan berkah tersendiri bagi perajin dan penjual kolang kaling. Pada bulan suci ini masyarakat banyak berburu buah tersebut sebagai menu...

10 Sanggar Tari Jateng Peringati Mpu Tari

SEMARANG - Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jateng menggeber Gelar Karya Pahlawan Tari untuk mengenang karya Mpu Tari yang selama ini menjadi inspirasi bagi...

40 Relawan ke Lombok

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sebanyak 40 orang relawan gabungan dari Kodim 0707/Wonosobo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berangkat ke Lombok...