33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Belasan Hektare Sawah Terendam Rob

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

KENDAL—Belasan hektare sawah di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal tidak bisa ditanami. Hal itu karena selama dua tahun terakhir terendam rob. Hasilnya para petani harus merugi karena tanah tidak bisa ditanami apapun.
Salah seorang petani, Jamil mengaku jika ia sudah tidak bisa lagi bercocok tanam dengan kondisi sawah yang terendam rob. Ketinggian rob mencapai 20-50 sentimeter. “Karena air rob itu air laut, jadi tanaman tidak bisa tumbuh,” keluhnya, kemarin.

Oleh warga, lahan tersebut sebenarnya akan dijadikan tambak ikan. Namun warga kesulitan, karena untuk bertani ikan tambak butuh dana besar. “Selain itu, warga sini juga belum banyak yang mengetahui cara membudidayakan ikan tambak,” tuturnya.

Kondisi serupa terjadi di lahan pertanian eks tanah aset milik Kelurahan Bandengan seluas 10 hektare. Lahan yang kini menjadi aset Pemkab Kendal itu harus menganggur karena tidak ada yang menggarapnya. Akibatnya, belasan hektare sawah tersebut hanya ditumbuhi semak belukar. Malah tidak jarang area tersebut dimanfaatkan oleh anak-anak yang berasal dari warga sekitar untuk bermain kapal-kapalan dan mencari ikan. Seperti yang terlihat saat Jawa Pos Radar Semarang melakukan pantauan di lapangan.

Sekretaris Lurah (Seklur) Bandengan, Nur Ali mengatakan bahwa tanah yang terendam air rob biasanya setiap tahun dilelang. Hanya saja, sejak dua tahun terakhir tanah tersebut terendam air sehingga tidak laku untuk dilelang. “Meskipun tanah Pemkab Kendal, tapi biasanya dilelang di Kelurahan Bandengan. Supaya yang memanfaatkan warga Bandengan. Tapi selama dua tahun terakhir ini, warga tidak berani menggarapnya. Karena tanah sudah tidak bisa ditanami apapun, kecuali ikan tambak,” tuturnya.

Selain lahan pertanian, rob juga melanda rumah-rumah penduduk di Bandengan. “Tidak banyak, hanya beberapa saja. Yakni saat kondisi rob naik hingga membanjiri jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga yang posisinya rendah dan di tepi bantaran Sungai Kendal,” jelasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bayar Tunai, Jadi Kuno

Saya jadi orang aneh. Dua hari terakhir ini. Jadi orang kuno. Misalnya tadi malam. Saat saya jalan-jalan di sebuah gang yang ramai di kota Amoy....

Polwan Jabat Waka Polres Wonosobo

WONOSOBO–Pergantian jabatan kembali berlangsung di Polres Wonosobo. Belum genap menjabat lima bulan, Kompol Christian Aer pada posisi Wakil Kepala Polres Wonosobo (Waka Polres), kemarin...

Mahasiswa Kiryu University of Japan Kunjungi UKSW

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Delapan mahasiswa keperawatan dari Kiryu University of Japan melakukan kunjungan ke kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Rombongan yang didampingi oleh...

Tangga JPO Terlalu Curam

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Konstruksi tangga sisi barat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Babadan dinilai membahayakan. Konstruksi tangga yang terlalu curam dan ketinggian...

Nasib Sastra Lama Makin Merana

RADARSEMARANG.COM - KEBERADAAN sastra lama Indonesia  akhir-akhir ini semakin lama semakin suram dan merana nasibnya seakan-akan sudah tidak bermakna. Pada kenyataannya,sebetulnya materi sastra sangat...

Juara Menyanyi Bahasa Arab

RAHMAWATI Nurul Laily berhasil meraih juara 1 Lomba Ghina’ Aroby atau menyanyi dalam Bahasa Arab pada Festival Padang Pasir 2017 yang diselenggarakan oleh HMJ...