33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Jika Terpaksa, Woro jadi “Orang Gila”

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

PANGGILAN hati merupakan jawaban Wiworo Nugrahani, 58. Ia pernah menjadi pendamping rohani bagi para korban kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa dr. Soerojo Kota Magelang selama 20 tahun lebih. Kini, Wiworo bergabung menjadi pendamping di Rumah Pemulihan Anak Bangsa.

Jauh sebelum menjadi pendamping tetap di Rumah Pemulihan Anak Bangsa, perempuan bercucu lima ini, intens berkeliling membantu pemulihan jiwa bagi anak-anak jalanan serta perempuan berjiwa labil.

“Saya adalah ibunya anak-anak punk. Mungkin orang lain jijik, merasa tidak suka dengan bau anak punk, tapi saya seolah mendapat rahmat Tuhan, sehingga tidak pernah mencium bau dari anak punk. Saya seperti dibekali instuisi ketika melihat seseorang sedang mengalami kegelisahan jiwa. Akhirnya, saya memberanikan diri mendekati dan bertanya,” beber nenek lincah itu.

Menjadi pendamping kejiwaan, menurut Woro—sapaan intimnya—butuh kesabaran ekstra tinggi. Juga harus mampu menjadi orang yang dipercaya oleh korban. Terkadang, para korban yang sedang mengalami kekosongan jiwa, rata-rata diam. Tidak mau menceritakan permasalahannya.

“Kadang, saya harus menyapa terlebih dahulu dengan apa yang dikenakannya. Semisal, pertanyaan pertama ternyata tidak mendapatkan respons, saya coba gali latar belakangnya. Sebab, mau tidak mau, kami akan berusaha mengetahui latar belakang korban, baik melalui keluarganya atau dari orang-orang yang tahu permasalahannya,” ungkap ibu berputra empat ini.

Tidak jarang, lanjut Woro, ia juga harus ikut-ikutan gila agar bisa menarik perhatian korban dan mulai tersenyum. Pendekatan-pendekatan berbeda, menurut Woro, ia terapkan pada pasien-pasien berbeda.

Ketika menangani pasien perempuan yang dibuang atau ditinggal suaminya, Woro memosisikan diri menjadi pendamping atau teman curhat si pasien. Tujuannya, agar korban tuntas bercerita. “Menangani pasien seperti ini harus ekstra, karena pemulihan jiwa harus juga memikirkan pemulihan ekonomi. Khusus korban Lansia, lanjut Woro, seperti memahami anak kecil. Sebab, lansia kadang dihinggapi pikun dan terkesan cuek. (agus.hadianto/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pertimbangkan Aspek Ekonomi hingga Politik

SEMARANG - Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia, para pelaku usaha harus memperhatikan...

Gelar Bimbingan Bahasa Inggris Gratis

SALATIGA - Relawan Inspirasi Desa Berdaya Rumah Zakat Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti menggandeng dosen IAIN Salatiga lulusan S2 dari Universitas India dalam menyelenggarakan bimbingan...

Langgar Perda, Usaha Peternakan Disegel

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebagai bentuk penegakan perda, Satpol PP Kabupaten Semarang kembali melakukan penutupan tempat usaha. Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengungkapkan...

Turun Temurun, Penuhi Kebutuhan Semarang dan Sekitarnya

Sebagian warga Kampung Kranggan Dalam berprofesi sebagai pembuat kulit lunpia. Produk usaha mikro tersebut tak hanya didistribusikan pada produsen lunpia di Semarang, tapi hingga...

Bawaslu Sebutkan Ada Dua Terpidana Korupsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sesuai hasil rekapitulasi Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), secara nasional ada 192 bakal calon legislatif (Bacaleg) terpidana korupsi yang teridentifikasi. Dari...

Kekurangan Dana, Tim Pra-Porprov Nglaju

SALATIGA – Menjelang hari H pelaksanaan Pra-Porprov Jateng, tim basket Kota Salatiga terus menghadapi permasalahan nonteknis, utamanya masalah pendanaan. Beruntung para pemain dan ofisial...