33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Cuaca Ekstrim Nelayan Tetap Melaut

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN-Meski masih suasana Lebaran dan cuaca ekstrim terjadi di pesisir pantai utara Kabupaten Pekalongan, namun beberapa nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan nekad melaut. Pasalnya, hingga akhir bulan Juli, masih musim ikan teri dengan stok yang melimpah. Bersyukur nilai jual tinggi hingga Rp 100 ribu per basket atau 30 kilo gram.

Sedangkan para nelayan dalam sehari bisa mendapatkan ikan teri hingga 5 ton. Itupun tidak perlu mencari ikan teri terlalu jauh, karena saat musim angin darat seperti saat ini, ikan teri mudah dijumpai di sepanjang pantai utara. Namun angin dan ombak yang besar, menjadi kendala bagi nelayan.

Besarnya ombak laut di pesisir Wonokerto juga mengakibatkan meluapnya air laut ke dermaga. Sehingga beberapa nelayan kesulitan ketika hendak memarkirkan perahunya di TPI Wonokerto, karena ketinggian air laut lebih tinggi dibandingkan daratan yang ada di TPI.

Akibatnya TPI Wonokerto juga ikut terendam air laut, penjualan ikan pun akhirnya dilakukan diatas kapal atau perahu nelayan, karena TPI Wonokerto tidak bisa digunakan untuk pelelangan ikan.

Suharso, 51, warga Desa Wonokerto Kulon, Rabu (28/6) kemarin, mengungkapkan bahwa meski cuaca ekstrim karena sering terjadi ombang besar dan masih dalam suasana lebaran, para nelayan tetap melaut. Ini karena ada panen raya ikan teri yang harganya membaik, yakni Rp 120 ribu untuk perbasket atau 30 kilogram.

Menurutnya panen ikan teri hanya berlangsung selama dua atau tiga bulan saja. Setelah itu, tidak lagi terjadi panen. Baru November mendatang, bisa panen kembali, itu pun belum tentu sebanyak dan semelimpah ini.

“Kalau kita tidak melaut, maka panen ikan teri akan berlalu begitu saja, dan harga ikan teri saat ini masih mahal,” ungkap Harso yang mengerahkan 8 anak buahnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh indonesia (HNSI) Kabupaten Pekalongan, Wiranto, warga Desa Wonokerto Kulon mengatakan bahwa melautnya para nelayan yang sebagian besar adalah warga Desa Wonokerto pada suasana Lebaran.

“Meski cuaca ekstrim dan masih suasana Lebaran, mereka tetap melaut. Karena uang dari hasil penjualan ikan, akan digunakan untuk perayaan Syawalan. Lebaran para nelayan ya pas satu minggu setelah lebaran itu,” kata Wiranto. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Delik Dilatih Bikin Nugget Durian

RADARSEMARANG.COM, TUNTANG - Potensi buah durian yang melimpah di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang belum diolah dengan maksimal oleh warga. Selama ini, durian...

Segera Adaptasi Kebijakan Pemprov

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar SMA/SMK harus mulai beradaptasi dengan berbagai kebijakan pemerintah Provinsi Jateng. Hal ini harus cepat dilakukan, seiring kebijakan alih...

Jelang Puasa, Harga Bawang Putih Turun

WONOSOBO - Harga bawang di Pasar Induk Wonosobo mulai turun. Sejak sepekan terakhir, rata-rata penurunan mencapai Rp 5-10 ribu per kilogram. Harga bawang putih kating...

Sambut Awal Tahun, Chelsea Buat Menu Baru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Artis Ibukota sekaligus pemilik Semarang Wife Cake, Chelsea Olivia siap menyambut tahun baru dengan membuat varian dan menu baru. Sebelumnya istri...

Bimbingan Belajar, Makanan Pendamping Siap Saji

Bimbingan belajar atau Bimbel, termasuk salah satu dari berbagai jenis lembaga kursus pelatihan (LKP) sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003. Sesuai undang-undang tersebut, LKP...

Semangati Ortu Bikin Bekal Anak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – KB TK Mutiara Hikmah Kota Magelang menggelar lomba kreasi bekal anak, Sabtu (21/4). Kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini diharapkan bisa...