26.3 C
Semarang
Jumat, 30 Oktober 2020

Semenit, 200 Kendaraan Melintas

Kendal-Semarang Padat Merayap

Must read

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

SEMARANG – Prediksi puncak arus mudik Lebaran 2017 pada Jumat(23/6) kemarin benar terjadi. Arus kendaran pemudik yang didominasi kendaraan pribadi dan roda dua tampak memasuki Semarang dari arah barat sejak Kamis (22/6) malam hingga Jumat(23/6) dini hari kemarin. Untuk mengurai kemacetan, hampir di semua titik putar yang ada dari perbatasan Kendal-Semarang, tepatnya dari depan Terminal Mangkang hingga perempatan RM Ny Suharti Krapyak, petugas memasang barier di titik putar agar antrean kendaraan tidak semakin panjang. Selain itu, petugas sibuk melakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow agar ekor kemacetan bisa terurai.

“Jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang bertambah padat. Kalau Kamis (22/6) siang, sekitar 100 unit kendaraan per menit, untuk Jumat (23/6) dini hari hingga siang tadi (kemarin) bertambah dua kali lipat menjadi sekitar 200 unit kendaraan per menit,” kata petugas pos pengamanan arus mudik Polrestabes Semarang, Ipda Slamet kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain padatnya arus lalu lintas, kemacetan diperparah oleh adanya pasar tumpah di depan Pasar Mangkang Semarang.  Selain itu, antrean mobil yang keluar masuk di dua SPBU di wilayah Mangkang Wetan dan Karanganyar, Kecamatan Tugu, juga menjadi titik penyebab kemacetan.  Masjid Al Amin di Jalan Walisongo pun menjadi titik macet saat waktu salat jamaah tiba. “Sejak tadi malam hingga pagi tadi (kemarin, Red) kami memasang barier, selain itu juga melakukan contraflow agar ekor kemacetan yang sampai lingkar Kaliwungu bisa terurai,” tuturnya.

Sekitar pukul 11.00 siang, usaha petugas untuk mengurai kemacetan pun berhasil. Namun diperkirakan arus kendaraan pemudik akan kembali padat pada sore dan malam hari sebagai pilihan melanjutkan perjalanan untuk menghindari sengatan matahari yang terik.

Sayangnya, usaha petugas menutup titik putar demi kelancaran arus mudik dianggap menyulitkan warga, apalagi untuk wilayah Mangkang dan sekitarnya. Bagaimana tidak, untuk berbalik arah ke arah timur, warga harus berputar hingga di depan Terminal Mangkang sejauh kurang lebih 3 kilometer. Sementara pada arus sebaliknya, harus berputar di derah Randugarut dengan jarak kurang lebih 2 kilometer.

Sedangkan pantauan para pemudik bermobil yang melewati jalan tol Kota Semarang pada H-2 Lebaran kemarin, terjadi peningkatan hingga 40 persen dibanding hari biasa.

General Manager  PT Jasa Marga Semarang,  AJ Dwi Winarso, mengatakan, kenaikan jumlah kendaraan pemudik paling terasa saat H- 3, Kamis (22/6) selepas maghrib, dan Jumat (23/6) dini hari. “Jumlah kendaraan rata-rata naik 40 persen dibanding hari normal, mulai terasa Kamis. Kita memantau kepadatan antrean terjadi sepanjang 300 meter di ruas tol Tembalang,” kata Dwi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (23/6) siang.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang melalui pantauan CCTV Senkom PT Jasa Marga di Tol Manyaran, semua ruas tol masih lancar sebelum waktu salat Jumat. Baik di gerbang Tol Manyaran, Tembalang, Muktiharjo, dan Gayamsari.  Sedangkan selepas waktu salat Jumat, arus kendaraan mulai menunjukkan peningkatan lagi. Terjadi antrean sepanjang 400 meter di gerbang Tol Manyaran untuk arah dari Krapyak.

Gerbang tol pun dibuka tujuh untuk pintu masuk dari Krapyak, dengan dua gardu tol otomatis (GTO). Sedangkan dari arah sebaliknya dibuka tiga gerbang dengan dua GTO.  Kepadatan juga terjadi di gerbang Tol Tembalang,  dengan antrean sepanjang 300 m dari arah Jakarta. Dengan dibuka maksimal 7 gerbang tol.

“Keluar Srondol arah kota juga agak tersendat,” kata petugas Tol Jasa Marga, Nur Kholid.

Selebihnya, di ruas tol lainnya, Srondol, Gayamsari dan Muktiharjo ramai lancar pada siang kemarin. Ia memperkirakan puncak mudik bakal terjadi hari ini. “Sabtu besok (hari ini) pasti semakin meningkat,” katanya.

Aji mengimbau kepada para pemudik agar dapat mengendalikan kecepatan kendaraannya supaya tidak terjadi kecelakaan di ruas tol. Bila ingin beristirahat, pemudik dapat memanfaatkan posko rest area yang sudah dibangun. Yakni, tiga posko pemudik, satu berada di KM 800 Krapyak yang mampu menampung 60 mobil.

Di sana juga dilengkapi kafetaria, toilet, dan musala serta jasa pijat gratis. Dua posko lainnya berada di titik TO 05 dan gerbang Tol Manyaran. “Tim medis kita siapkan pula di Tol Manyaran. Kita kerjasama dengan rumah sakit untuk menangani para pemudik yang sakit, kecelakaan maupun kelelahan,” ujar Dwi.

Di jalur Pantura Mangkang dan Terboyo, melalui aplikasi ATCS Kota Semarang yang terintegrasi dengan CCTV yang terpasang di beberapa titik, juga menunjukkan intensitas kendaraan pemudik dari arah Jakarta. Pantauan di lapangan kendaraan didominasi mobil pribadi. Namun kepadatan itu tak sampai menimbulkan kemacetan parah. Di ruas Jalan Raya Kaligawe, hanya ada antrean kisaran 200 meter di lampu merah Terminal Terboyo.

Sementara melalui aplikasi Waze siang kemarin, garis merah menunjukkan bahwa kendaraan pemudik dari Jakarta telah sampai di Jawa Tengah. Adapun titik padat berada di Jalur Tol Fungsional Brebes hingga Gringsing.

Prediksi puncak arus mudik pada H-2 kemarin juga terjadi di dua stasiun KA yang ada di Kota Semarang, yakni Tawang dan Poncol. Lonjakan penumpang yang naik ataupun turun di dua stasiun ini pun mengalami peningkatan yang signifikan sejak Jumat (23/6) pagi. “Sampai nanti malam (tadi malam) akan semakin mengalami peningkatan kedatangan maupun keberangkatan penumpang,” kata Manager Humas PT KAI Daop 4, Edi Koeswoyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari data yang ada, untuk Stasiun Poncol jumlah penumpang yang naik mencapai 7.627 orang, dan terus mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Sama halnya di Stasiun Tawang yang Jumat kemarin terdapat 4.809 penumpang yang naik. Untuk data penumpang turun, di Poncol sebanyak 6.201 orang, sementara di Tawang sebanyak 6.428 penumpang. ” Total untuk penumpang naik di dua stasiun besar ini mencapai 12.436 orang, dan penumpang yang turun mencapai 12.629 orang pada H-2,” kemarin. Secara kumulatif, lanjut Edi, sampai H-2 Lebaran kemarin, jumlah penumpang yang turun di Semarang sebanyak 95.531 orang, dan 85.862 penumpang naik.

Kepadatan pemudik juga terjadi di Terminal Mangkang. Di terminal ini disinggahi bus mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan dan Pemprov Banten. “Total ada 267 sepeda motor dan 412 penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing dari program mudik gratis Kemenhub. Untuk mudik gratis Pemprov Banten memberangkatkan 210 unit bus yang juga siap melanjutkan perjalanan,” tambah Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat , Kementerian Perhubungan, Djoko Umboro Jati.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Terminal Terboyo, pemudik mulai memadati terminal yang kini beralih fungsi menjadi lahan parkir angkutan barang.  Petugas posko terpadu Terminal Terboyo, Slamet Widodo, mengatakan, puncak arus mudik via Terboyo terjadi tadi malam. Untuk jumlah pemudik yang melalui Terminal Terboyo mengalami kenaikan hingga 5 persen.

Menurut Widodo, peningkatan penumpang sudah terjadi sejak H-7, di mana total aktivitas pemberangkatan dan kedatangan mencapai 7.562 penumpang , dan meningkat menjadi 9.373 penumpang pada H-3 kemarin. “Dari data yang masuk mulai pukul 12 malam hingga 6 pagi, tercatat baru 1.866 penumpang, tetapi akan naik berkali-kali lipat malam ini (tadi malam) karena berbarengan dengan hari pertama cuti bersama,”ujarnya. (den/dan/aaw/aro)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...