Hari Ini, Puncak Arus Mudik

Jalur Kendal-Semarang Macet

685
MENGULAR: Antrean kendaraan dari arah barat menuju Kota Semarang tampak macet panjang. Sebaliknya arus lalu lintas dari Kota Semarang ke arah Kendal terlihat lengang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGULAR: Antrean kendaraan dari arah barat menuju Kota Semarang tampak macet panjang. Sebaliknya arus lalu lintas dari Kota Semarang ke arah Kendal terlihat lengang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Arus kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang masuk ke Semarang mengalami kenaikan cukup signifikan pada Kamis (22/6) pagi hingga siang kemarin. Bahkan ekor kemacetan hingga jalan lingkar Kaliwungu sejauh 3 km. Diprediksi, arus kendaraan akan bertambah pada Jumat (23/6) atau H-2 Lebaran hari ini.

Pengamatan Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, antrean panjang kendaraan terjadi lantaran adanya pasar tumpah di depan Pasar Mangkang. Ditambah lagi besarnya volume kendaraan pribadi pada pagi dan siang hari hingga kemacetan mengular sampai Jalan Arteri Kaliwungu, Kendal sejauh kurang lebih 3 kilometer.

Jarak tempuh dari perbatasan Kendal – Semarang menuju pertigaan Jrakah yang biasanya hanya 30 menit, molor hingga 2 jam lebih. Selain pasar tumpah, kemacetan juga disebabkan titik putar kendaraan dari arah sebaliknya hingga menimbulkan krodit.

Untuk mengurai kemacetan, petugas terpaksa melakukan contra flow dari arah Kendal ke Semarang, melewati jalur sebaliknya. ”Untuk mengurai kemacetan, sengaja dilakukan contra flow. Yang ke arah timur (Semarang, Red) jadi 3 lajur, sementara yang ke arah barat hanya dibuat 1 lajur. Petugas juga menutup beberapa titik putar, agar kemacetan tidak bertambah parah,” kata petugas Pengamanan Mudik Polrestabes Semarang di depan Terminal Mangkang, Ipda Slamet, Kamis (22/6) siang.

Contra flow sendiri dilakukan petugas dari depan Terminal Mangkang, hingga daerah Tambak Aji. Sedangkan untuk ke arah timur menuju persimpangan tol Krapyak dan Bundaran Kalibanteng, terpantau padat merayap.

”Prediksinya sore hari dan malam nanti (tadi malam, Red) kembali akan macet. Jumat besok (hari ini) juga akan lebih padat, karena pemudik banyak yang memilih melakukan perjalanan sore hari,” jelasnya.

Meski tidak melakukan perhitungan manual, lanjut Ipda Slamet, aktivitas lajur kendaraan bisa dibilang sangat padat. Dalam satu menit, rata-rata ada 100 unit mobil dan motor melintas masuk Kota Semarang. ”Dominasinya masih mobil pribadi dan kendaraan roda dua,” ucapnya.

Selain itu, ada pemudik yang menggunakan bajaj. Hal tersebut seperti yang dilakukan Fiqi Iswanto, 43, bersama keluarganya, kemarin. ”Menggunakan bajaj biayanya lebih murah dibanding naik angkutan umum,” ujarnya.

MENGULAR: Antrean kendaraan dari arah barat menuju Kota Semarang tampak macet panjang. Sebaliknya arus lalu lintas dari Kota Semarang ke arah Kendal terlihat lengang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGULAR: Antrean kendaraan dari arah barat menuju Kota Semarang tampak macet panjang. Sebaliknya arus lalu lintas dari Kota Semarang ke arah Kendal terlihat lengang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Fiqi mengaku berangkat dari Jakarta, Rabu (21/6), dan diperkirakan sampai kampung halamannya di Wonogiri, Kamis (22/6) sore kemarin. ”Rencananya mau salat Ied di kampung halaman. Setelah itu bersilaturahmi dengan sanak saudara,” akunya.

Selama perjalanan mudik, ia mengaku sering beristirahat untuk mendinginkan mesin bajaj. Apalagi kondisi jalur pantura cukup terik. ”Sering mampir masjid buat istirahat dan salat, sekalian mendinginkan mesin,” ucap Fiqi yang mengaku telah 10 tahun lebih menjadi pengemudi bajaj di ibu kota.

Sementara itu, lonjakan jumlah pemudik juga terlihat di Stasiun Tawang dan Poncol Semarang. Dari data yang ada Kamis (22/6) kemarin, sedikitnya ada 12.424 penumpang yang turun di dua stasiun tersebut. Di Stasiun Poncol, jumlah penumpang yang naik mencapai 6.181 orang, sedangkan di Stasiun Tawang mencapai 6.243 penumpang yang turun.

”Total ada 12.424 penumpang yang turun, sementara untuk penumpang yang naik mencapai 10.001 orang. Paling banyak di Poncol berjumlah 6.203 penumpang, dan Tawang mencapai 3.798 orang,” kata Manager Humas PT  KAI  Daop 4 Semarang, Edi Koeswoyo.

Edi memprediksi, puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada H-2 atau Jumat (23/6) hari ini, dengan perkiraan penumpang turun mencapai 13.000 lebih penumpang.

Hingga Kamis kemarin, secara kumulatif jumlah penumpang yang turun mulai 16 Juni hingga kemarin mencapai 81.924 orang. Sementara untuk penumpang yang naik mencapai 72.232 orang. ”Besok (hari ini, Red) kemungkinan puncaknya. Secara keseluruhan pengguna KA musim mudik tahun ini naik 5 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Sementara itu, guna penyiapan pertolongan pertama, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jateng bersama PMI Kota/Kabupaten se-Jateng menyiagakan sebanyak  95 unit mobil ambulans dan mengerahkan 3.240 personel. Para petugas berjaga sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. ”Kesiapan itu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan mudik Lebaran. Selain menyiapkan pos, kami menyiagakan 95 unit mobil ambulans dan 3.240 personel,” kata Ketua PMI Jateng, Imam Triyanto, kemarin.

Para petugas akan membantu masyarakat dan berjaga selama 24 jam. Posko PMI didirikan di beberapa lokasi strategis dan pusat keramaian, seperti jalan raya, pasar, bandara, pelabuhan dan terminal. ”Pos-pos tersebut ada yang didirikan secara mandiri. Namun ada pula yang didirikan secara gabungan bersama sejumlah instansi pemerintah, Polri, TNI dan lain-lain. Kami juga melibatkan tim medis terdiri atas dokter, perawat dan sukarelawan,” ujarnya. (den/hid/amu/aro/ce1)