Mudik Gratis, Kurangi Kemacetan

  • Bagikan

SEMARANG – Ribuan masyarakat di Jateng mengukuti mudik gratis ”Guyup Rukun Bareng BUMN 2017”. Para pemudik tampak semringah ketika berada di dalam bus dengan fasilitas yang bagus. Mudik gratis ini sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kecelakaan dan kemacetan di jalan. Sebab, banyaknya kendaraan kerap menjadi persoalan yang menyebabkan kepadatan di jalan.

Selain itu, kegiatan ini sekaligus agar masyarakat bisa lebih senang menggunakan transportasi masal dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, seperti motor dan mobil.

”Kami mengapresiasi pemerintah yang menggelar mudik gratis. Sudah saatnya penggunaan kendaraan masal dioptimalkan. Semakin tinggi orang menggunakan kendaraan masal, maka beban di jalan raya bisa dikurangi,” kata Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi usai pelepasan Mudik Gratis Bareng BUMN dan PT Jasa Raharja di halaman Pemprov Jateng, kemarin.

PT Jasa Raharja Cabang Jateng menyelenggarakan mudik gratis untuk 750 penumpang dengan 15 bus. Pemudik gratis ini berasal dari 12 kabupaten/kota. Mulai Malang, Blitar, Jakarta, Serang, Banten dan sejumlah daerah lainnya. Mudik gratis merupakan rutinitas yang dilakukan pemerintah dan BUMN di Jateng.

”Mudik ini merupakan tradisi, tak terkecuali Jateng. Kami berharap mudik gratis ini bisa membantu,” harapnya.

Rukma berharap, mudik gratis bisa terus dilakukan setiap tahunnya. Karena itu merupakan salah satu upaya untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Ia juga berpesan semoga pemudik bisa selamat sampai tujuan dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Pemudik juga bisa mendapatkan sahabat dan keluarga baru, karena awalnya mereka tidak saling mengenal. Rukma juga berpesan supaya THR yang telah diterima agar bisa digunakan secara bijaksana. Sehingga usai Lebaran, masih bisa digunakan untuk keperluan lain. ”Salam berkumpul dan selamat sampai tujuan,” katanya.

Sekda Pemprov Jateng, Sri Puryono, beharap tradisi mudik bisa terus terjaga. Mudik gratis merupakan program rutin setiap tahunnya. Karena ada nilai-nilai filosofis seperti persaudaraan dan kebersamaan. Ia berharap dengan adanya mudik gratis bisa menekan angka kemacetan di jalan dan kecelakaan lalu lintas. ”Fasilitas sudah lengkap dan nyaman. Ini merupakan komitmen untuk berbagi,” ucapnya.

Seorang peserta mudik gratis, Andi Suwantoro, 40, warga Sendangguwo Semarang mengaku terbantu dengan adanya program mudik gratis. Ia sudah dua kali ikut program tersebut dan hasilnya tidak mengecewakan. Ia bersama dengan istri dan anaknya berterima kasih dengan adanya program mudik gratis tersebut. ”Saya kebetulan tahun ini mudik ke Kediri, karena ada mudik gratis, jadi ikut biar tidak capek di jalan,” akunya.

Selain menghemat biaya, Andi juga mengatakan banyak mendapatkan pengalaman dan teman baru. Ritual mudik selalu dilakukan setiap tahun, karena itu merupakan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarganya yang lama tidak bertemu. Bahkan, ia lebih nyaman karena bus yang disediakan bagus dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. ”Ini program bagus, saya berharap bisa terus dilakukan. Karena sangat membantu,” katanya. (fth/adv/aro/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *