32 C
Semarang
Sabtu, 19 Juni 2021

Daging Harus Penuhi Syarat ASUH

WONOSOBO – Daging ayam yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) ternyata masih dijumpai di pasaran. Hal itu dibuktikan ketika tim inspeksi mendadak (sidak) dari Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wonosobo mendatangi Pasar Garung di H-4 Lebaran, Rabu (21/6).

“Ada sedikitnya 7 ekor ayam yang ditemukan tidak dipotong secara sempurna karena masih ada saluran untuk makanan yang belum putus,” terang Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan Wonosobo Sidik Driyono di sela sidak.

Kepada para pedagang, Sidik langsung menyampaikan ketidaksesuaian tersebut. Sebab kondisi ini, akan berpengaruh pada standar kehalalan daging. Para pedagang, ternyata banyak yang belum tahu standar ASUH.

Terkait imbauan agar lebih memperhatikan kualitas hasil penyembelihan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, para pedagang, diakui Sidik, cukup kooperatif dan berjanji untuk lebih berhati-hati lagi di masa-masa mendatang.

Selain memantau kualitas daging ayam, tim juga mendatangi penjual daging sapi untuk memastikan bahwa daging yang mereka jual merupakan daging sehat. Bukan berasal dari sapi gelonggongan maupun mengandung cacing hati.

“Untuk daging sapi tidak ada temuan, baik daging yang berkualitas buruk, maupun yang mengandung cacing hati,” tuturnya.

Selama dua hari ke depan, Sidik mengaku masih akan memantau beberapa pasar lain, seperti Pasar Kaliwiro dan Wadaslintang. Upaya ini demi memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat Wonosobo sudah sesuai standar baku mutu.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan Wonosobo Abdul Munir menuntut para penjual untuk memperhatikan secara seksama unsur ke halalannya. “Demi keamanan masyarakat, kami mendorong agar penjual produk pangan bersumber dari hewan agar memahami standar ASUH,” tegas Munir.

Tak sekadar imbauan semata, tim monitoring daging juga memberikan bantuan kepada pedagang untuk menjaga higienitas daging yang mereka jual ke konsumen. Bentuk bantuannya berupa satu buah celemek berbahan sintentis yang mudah dibersihkan serta sebuah pisau stainless berkualitas tinggi untuk memotong daging.

“Dengan mengenakan celemek berbahan sintetis ini kotoran mudah dibersihkan, sehingga tidak menimbulkan kotor pada daging. Dan pisau yang berkualitas ini untuk mereka, agar lebih mudah memotong daging dan lebih cepat melayani konsumen,” jelas Munir. (cr2/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here