32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

538 Orang Terjaring Razia Premanisme

SEMARANG Sebanyak 538 orang terjaring razia Cipta Kondisi dan Operasi Ramadniya (Ramadan dan Hari Raya) yang dilakukan aparat Polda Jateng bersama jajarannya. Dari 538 orang yang ditangkap, 17 di antaranya dilakukan penyidikan.

Kegiatan operasi pekat (penyakit masyarakat) ini merupakan rangkaian operasi Ramadniya bertujuan untuk cipta kondisi di wilayah Jateng. Kegiatan ini juga tindaklanjut dari instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian supaya tetap tercipta rasa aman dan nyaman dalam menyambut Lebaran 2017 ini.

”Polda Jateng melalui Ditreskrimum telah melakukan operasi dengan sasaran premanisme. Dimulai dari tanggal 10-21 Juni melaksanakan operasi pekat cipta kondisi Rahmadniya ini telah menangkap sebanyak 538 orang,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Jateng AKBP Agung Aris kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (21/6).

Agung menjelaskan, razia dengan sasaran premanisme ini dilakukan di tempat transportasi publik serta lokasi keramaian lainnya. Mereka yang terjaring razia langsung dibawa ke markas kepolisian masing-masing untuk dilakukan pendataan dan pembinaan hingga penyidikan.

”Proses sidik 17 orang, karena saat ditangkap ada yang membawa senjata tajam (sajam) dan lainnya. Mereka disidik dan diproses lebih lanjut. Hasilnya lebih lanjut kita informasikan. Sedangkan yang lainnya sekitar 521 orang dilakukan pembinaan,” terangnya.

Diakuinya, anggota Ditreskrimum Polda Jateng juga menggelar kegiatan ini di tiga lokasi, yakni Terminal Terboyo, Terminal Mangkang dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, di wilayah Kendal juga telah berlangsung kegiatan serupa.

”Tadi termasuk PGOT (pengemis, gelandangan dan orang telantar) dan pelaku lainnya telah dilakukan pembinaan. Mereka kita data dulu identitasnya, nanti kalau orang tersebut dari luar Jawa Tengah, akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing,” katanya.

Dikatakan, operasi premanisme ini akan berlangsung hingga H-1 Lebaran 2017. Hal ini dilakukan agar lokasi-lokasi rawan aksi kriminalitas tetap kondusif dan aman bagi pemudik. Meski demikian, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka apabila melakukan operasi lagi.

”Kalau ketahuan beroperasi lagi di sini akan dilakukan tindakan tegas. Ini untuk antisipasi agar kondisi di Jateng pada saat Lebaran nanti berjalan lancar. Begitu juga pemudik, juga bisa berjalan lancar dan aman,” harapnya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here