Pantura Semarang Macet sampai 5 Km

316
PANTAU STASIUN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat pantauan arus mudik di Stasiun Poncol, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU STASIUN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat pantauan arus mudik di Stasiun Poncol, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Arus mudik pada H-5 jelang Lebaran sudah mulai terasa. Selasa (20/6) siang, jalur Pantura Semarang-Kendal mulai dipadati kendaraan dari luar Kota Semarang, yang mayoritas dari Jakarta, Bandung, dan beberapa kota lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, lalu lintas terpantau ramai lancar ketika pemudik memasuki perbatasan Semarang – Kendal, namun masih ada beberapa titik kemacetan. Di antaranya depan Pasar Mangkang, Jalan Tambak Aji, Jalan Tugurejo, bahkan ekor kemacetan mengular sepanjang kurang lebih 5 kilometer hingga Jalan Randugarut.

Penyebab kemacetan sendiri adalah kurang taatnya pengendara untuk menyeberang jalan. Selain itu, diperparah dengan adanya Pak Ogah yang sembarangan menyeberangkan kendaraan yang ingin berbalik arah. Diprediksi peningkatan jumlah volume kendaraan akan semakin meningkat pada H-2 jelang Lebaran.

PADAT MERAYAP: Jalur Pantura Kendal di Kelurahan Bugangin mulai dipenuhi kendaraan pemudik, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PADAT MERAYAP: Jalur Pantura Kendal di Kelurahan Bugangin mulai dipenuhi kendaraan pemudik, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Di Jalur Pantura Kendal, arus lalu lintas tersendat sepanjang 7 km,  mulai depan Terminal Bahurekso di Kecamatan Gemuh hingga perempatan Masjid Agung Kendal.

Penumpukan arus kendaraan ini disinyalir akibat  banyaknya gang-gang sempit yang menjadi celah keluar masuk kendaraan ke jalan raya. Selain itu titik keramaian sehingga banyak pejalan kaki yang menyebrang jalan. Seperti Pasar Cepiring dan Pasar Kendal.

“Kalau macet sih tidak, cuma tersendat. Akibatnya, semua kendaraan harus jalan melamban. Maksimal kecepatan 20-30 kilo meter per jam. Itupun paling banter berjalan 10-20 meter berhenti, karena penyeberang jalan dan lampu rambu lalu lintas,” keluh salah seorang pemudik, Adi Vian yang mengaku ingin mudik ke Klaten.

Diakuinya, jika biasanya jarak tempuh Weleri-Kendal sekitar setengah jam, kemarin bisa memakan waktu lebih dari 1,5 jam lamanya. “Jadi sangat menghambat sekali dan pemborosan bahan bakar minyak,” tuturnya.

Sementara itu, kondisi arus mudik di Terminal Mangkang mengalani peningkatan cukup signifikan. Dari data yang ada di pos pengamanan, mulai 16 Juni, sudah ada kenaikan jumlah bus yang masuk ke dalam terminal, yakni sebanyak 51 bus dengan jumlah penumpang 818 orang.  “Sementara pada 17 Juni ada 61 bus yang datang dengan jumlah penumpang sekitar 982, dan naik pada hari berikutnya dengan jumlah bus yang datang sebanyak 81 bus dengan total penumpang 1.322,” beber Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mangkang, Direkorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan, Joko Umboro Jati.

Ia mengatakan, jika aktivitas terminal tersebut, diperkirakan akan mulai ramai pada H-2 Lebaran. Sebab, saat ini banyak karyawan swasta yang belum mendapatkan libur Lebaran.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edi Koeswoyo mengatakan, jika tahun ini arus mudik di beberapa stasiun besar yang ada di wilayahnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari prediksi yang ada, tahun ini akan ada kenaikan jumlah pemudik sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Selasa (20/6) kemarin, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Poncol mencapai 5.049, turun dibandingkan pada Senin (19/6) lalu yang mencapai 5.694 penumpang. Total pada Jumat (15/6) sudah ada 31.531 penumpang yang turun di Poncol,”ungkapnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat melakukan pantauan arus mudik di Kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang, Pos Pam Terminal Mangkang, Stasiun Poncol Semarang dan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, mengatakan jika para pemudik arus darat terutama yang menggunakan kendaraan pribadi untuk aplikasi area traffic control system (ATCS).

Aplikasi tersebut, lanjut Hendi, bisa diunduh melalui smartphone melalui playstore. Ia mengungkapkan jika dengan menggunakan aplikasi tersebut akan mempermudah para pemudik dalam memantau kepadatan jalan yang akan dilewati, khususnya yang akan memasuki Kota Semarang.

“Nanti bisa dipantau titik macet di Kota Semarang lewat smartphone masing-masing. Sebelum masuk ke Semarang bisa mengunduhnya dan bisa melihat situasi mana yang bisa dilewati di Kota Semarang yang tidak terkena kemacetan,” jelasnya.

Sementara itu, puncak kepadatan pemudik yang akan melalui Kota Semarang diprediksi akan jatuh pada H-2 menjelang lebaran. “Kalau lebarannya Minggu, puncaknya mungkin sekitar Jumat, petugas dilapangan ini saya minta untuk bekerja keras,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa pelayanan terhadap pemudik ini adalah sebuah hal prioritas yang akan dilakukan mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun hingga Pemerintah Kota atau Kabupaten. “Pemkot pun punya komitmen menyelenggarakan mudik ini lancar, aman, tidak ada kecelakaan kemudian para pemudiknya juga bisa bertemu keluarga pada saat lebaran,” harapnya.

Di sisi lain, sejumlah anjing pelacak milik Unit Satwa Sabhara Polrestabes Semarang dikerahkan melakukan penyisiran di tempat transportasi publik. Hewan terlatih ini diturunkan sebagai bentuk antisipasi dini pencegahan terjadinya tindak kriminalitas selama arus mudik lebaran.

Dibantu petugas Unit Satwa, anjing pelacak tersebut mengendus ke seluruh sudut di Stasiun Tawang, Selasa (20/6) sekitar pukul 10.30. Meski tidak ditemukan barang mencurigakan, kegiatan ini menyita perhatian warga, utamanya pengunjung yang telah memadati tempat transportasi darat ini.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, mengungkapkan, anjing pelacak yang diturunkan melakukan penyisiran untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan termasuk terorisme. Sehingga dengan langkah ini, bisa segera langsung diambil tindakan untuk penanganan.

Sementara itu, persiapan menyambut arus mudik juga dilakukan di Bandara Internasional Ahmad Yani. Puncak arus mudik jalur udara ini diprediksi akan terjadi pada Kamis (22/6) dengan estimasi kedatangan mencapai 13 ribu penumpang.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Maryanto, mengatakan, dalam rangka persiapan posko lebaran angkutan udara 2017, pihaknya telah berkoordinasi dengan para stakeholder yang ada di bandara, baik internal maupun eksternal. Terutama anggota TNI, Polri, BMKG, Pertamina, dan lainnya. Hal itu dilakukan agar posko gabungan yang telah didirikan sejak Kamis (15/6) hingga Selasa (11/7) mendatang dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Ditanya soal extra flight, Maryanto menjelaskan bahwa dari 29 pengajuan penambahan penerbangan hanya ada 7 yang di-ACC olehnya. Hal itu disebabkan belum ada kebutuhan dari bandara tujuan. (den/bud/tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here