Gunakan Produk Lokal, Rajin Berbagi Kreasi Resep

Nia Nurdiansyah Getol Sosialisasikan Menu-Menu Sehat lewat Cooking Class

311
BERBAGI ILMU : Nia Nurdiansyah (jilbab hitam) saat cooking class bersama ibu-ibu muda. (DOKUMEN PRIBADI)
BERBAGI ILMU : Nia Nurdiansyah (jilbab hitam) saat cooking class bersama ibu-ibu muda. (DOKUMEN PRIBADI)

Gaya hidup sehat mulai menjadi bagian dari masyarakat, salah satunya melalui asupan makan yang tepat. Nia Nurdiansyah turut serta menyosialisasikan ragam menu yang tak hanya sehat, tapi juga nikmat dilihat serta disantap melalui berbagai kreasinya. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SEJUMLAH ibu muda antusias mengikuti cooking class bersama Nia Nurdiansyah di Cafe Repoeblik Nongkrong, baru-baru ini. Dengan resep utama, raw cake dan smoothies, salah satu camilan serta minuman sehat yang belakangan mulai ngetren.

Ya, perempuan yang akrab disapa Nia ini sudah beberapa kali diminta berbagi ilmunya mengenai kreasi menu-menu sehat dalam sejumlah cooking class. Di antaranya cooking class bertema ‘Bagaimana mengonsumsi sayuran segar dengan fun’ besama komunitas cancer.

“Waktu itu, saya bikin dressing untuk salad dan teknik plating untuk sayur-sayuran. Dengan tampilan yang menarik dan dressing yang nikmat namun tetap sehat, makan sayur jadi terasa lebih menyenangkan alias tidak terpaksa,”ujarnya.

Sebelum ramai diminta sebagai pembicara, ibu dua anak ini awalnya sekadar menerapkan food combining bagi dirinya sendiri. Saling sharing menu bersama sejumlah rekan yang juga berupaya menerapkan gaya hidup sehat.

“Dari situ saya tahu ternyata makan sayur baiknya nggak pakai dressing mayo karena mengandung telur. Tapi makan salad tanpa dressing rasanya kurang nikmat. Karena itu, saya mulai bikin salad dressing dari bahan kentang dan wortel,”kata alumnus Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Setelah itu, ia kembali berkreasi dengan alternatif minuman. Di antaranya susu almond yang terbuat dari sari biji almond. Tapi, karena misinya juga mengangkat produk lokal, jadi untuk susu almond ini tidak terlalu banyak diproduksi, digeser dengan susu kedelai dan susu kacang mente.

“Minuman ini sebagai alternatif bagi teman-teman yang alergi dengan sapi susu. Saya juga pilih kacang-kacangan yang banyak ditemui di Indonesia, karena harga lebih murah dan ingin mengangkat produk-produk lokal,”ujar perempuan kelahiran Boyolali ini.

Setelah produk dengan bahan dasar selain susu sapi, Nia kembali berkreasi, masih seputar minuman, namun lebih ringan. Teh Bunga Telang dan Teh Peppermint. Minuman ini dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemui di Indonesia dan bermanfaat bagi kesehatan.

Kreasi olahan menu sehatnya ini ternyata banyak diminati. Tak sedikit pemesan baik dari dalam kota Semarang maupun luar kota. Tamarind salad dressing salah satu yang menjadi favorit. Bahan dasar asam jawa ternyata memberikan citarasa khas.

“Kalau dressing salad ini yang pesan sudah sampai Jakarta, Surabaya dan Bali, karena lebih tahan lama. Tapi kalau raw cake dan olahan lain masih dalam kota, karena akan lebih nikmat bila segera disantap,”ujar pemilik Little Organic Kitchen ini.

Hal-hal tersebut, lanjutnya, sebagai salah satu upaya mengajak masyarakat bergaya hidup sehat. Diakuinya, memang tidak bisa serta merta, harus perlahan dan juga dengan cara yang menyenangkan. Baik dengan kreasi resep maupun kreasi food plating.

“Asupan juga berkaitan dengan kebiasaan, tidak mudah kalau langsung diubah, karena itu menyosialisasikannya juga dengan cara yang menyenangkan. Sehingga semakin banyak orang yang mau mengonsumsi makanan sehat,”katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here