Bersiap Tawuran, 16 Anak Diamankan

213
DIBINA: Petugas Polrestabes Semarang saat merapikan rambut ke-16 anak yang terjaring razia. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Petugas Polrestabes Semarang saat merapikan rambut ke-16 anak yang terjaring razia. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Sebanyak 16 anak di bawah usia digelandang petugas ke Mapolrestabes Semarang. Mereka diamankan lantaran hendak melakukan aksi tawuran. Petugas juga menyita dua alat bukti berupa sabuk bergerigi gir yang diduga senjata untuk alat tawuran.

Ironisnya lagi, petugas juga mendapati 470 butir pil koplo berwarna kuning terbungkus kemasan plastik. Barang haram ini disembunyikan di dalam alat musik kentrung untuk mengelabuhi petugas. Barang bukti lainnya, minuman keras oplosan 1,5 liter yang ditaruh di dalam botol.

Belasan anak yang diamankan itu kebanyakan masih duduk di bangku SMP dan SD, berusia 10 sampai 15 tahun. Bahkan, dari 16 anak ini, satu di antaranya gadis yang masih duduk di bangku SMP. Mereka diamankan petugas di daerah Pusponjolo Tengah, Semarang Barat, Selasa (20/6) dini hari.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, mereka diamankan ketika Tim Elang Polrestabes Semarang melakukan patroli rutin di pinggiran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB). Sampai di lokasi, petugas mendapati belasan anak muda tengah bergerombol di tepi sungai BKB. Melihat kedatangan petugas, gerombolan ini langsung lari tunggang langgang ke perkampungan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu pun menyampaikan kepada petugas bahwa gerombolan tersebut hendak melakukan penyerangan dengan remaja lain. Hingga akhirnya petugas melakukan pengejaran, menyusuri jalan perkampungan daerah tersebut dan berhasil menangkap satu persatu.

Ke-16 anak itupun diangkut menggunakan mobil patroli ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Mereka juga mendapat hukuman jalan dengan cara jongkok. Setelah itu mereka dimintai keterangan satu persatu oleh petugas. Saat diinterigasi, setidaknya ada 11 pelaku yang ikut menenggak miras oplosan tersebut.

Salah satu pelaku yang diamankan, B,13, mengakui perbuatannya. Saat itu, ia hendak melakukan aksi tawuran dengan remaja lain. Menurutnya, pemuda yang mengaku warga Gang I Pusponjolo Tengah ini memiliki dendam dengan Gang 12 Pusponjolo Tengah yang menyalakan petasan diarahkan ke gerombolanya.

“Mereka yang memulai duluan, saya diserang memakai mercon (petasan) panjang pas lagi nongkrong. Ya, saya tidak terima. Diserang anak gang 12,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. Dari kejadian ini, petugas juga menemukan alat bukti rencana aksi penyerangan yang dilakukan oleh belasan remaja tersebut. Yakni berupa percakapan melalui pesan singkat di dalam handphone milik pemuda tersebut.

“Ada percakapan ajakan tawuran, tapi lawannya gak berani, karena sini (B) bawa alat,” jelasnya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here