Belum Diaspal, Underpass Jatingaleh Dibuka

319
ATASI KEMACETAN: Sejumlah mobil melewati fly over Jatingaleh, kemarin. (kanan) Wali Kota Hendrar Prihadi dan Kapolres Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat sidak di Stasiun Poncol. Kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ATASI KEMACETAN: Sejumlah mobil melewati fly over Jatingaleh, kemarin. (kanan) Wali Kota Hendrar Prihadi dan Kapolres Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat sidak di Stasiun Poncol. Kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Proyek underpass Jatingaleh khususnya di jalur fly over (FO) mulai dibuka untuk tahap ujicoba, Senin (19/6) malam hingga H+10 Lebaran mendatang. Tujuannya, untuk menguraikan kepadatan lalu-lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Terlebih pada H-5  Lebaran kemarin, pemudik dari Jakarta mulai memasuki Kota Semarang.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Metropolitan Semarang, Danang Tri Wibowo, mengatakan underpass Jatingaleh sudah dibuka, namun hanya sebagai alternatif jika jalan di samping proyek macet.

“Kami perkirakan dengan dibuka underpass Jatingaleh mulai H-7 sampai dengan H+10 akan membuat lalin Jatingaleh lancar. Minimal mengurangi kemacetan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (20/6).

Ia menyatakan, proyek fly over belum sepenuhnya jadi di titik mulai depan Hotel Noormans Jalan Teuku Umar menuju ke arah selatan dan sebaliknya.  “Karena kondisi jalan belum diaspal. Mohon kepada para pengendara untuk jalan pelan-pelan. Nanti setelah H+10 pekerjaan underpasss akan dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Sedangkan di proyek underpass sebelum tanjakan Gombel, pihaknya menyiapkan tambahan 1 lajur darurat dan u turn di depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama  untuk mengurangi kemacetan.

Ari Suryono, salah satu pegawai Hotel Noormans menyatakan, pembukaan underpass sementara ini efektif mengurangi kemacetan.

“Cuma memang belum ada sign untuk kendaraan yang ingin muter balik. Tapi yang dari arah kampus Unika Soegijapranata masih bisa langsung naik,” ujarnya.

Sementara dari arah Semarang Kota yang ingin memutar balik arah, harus memakai jalur satu arah di depan SPBU Gombel atau Jalan Gombel Lama.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadik menambahkan, meski fly over sifatnya sementara, minimal sudah bisa dimanfaatkan. Sebelumnya, ia memang mengejar kepada Satker PJN Metropolitan Semarang agar dapat membuka jalur tersebut.

“Meski masih darurat, setidaknya sudah bisa digunakan. Planning-nya kemarin memang dibuka pada H-10, namun baru terlaksana kemarin,” katanya.

Ia menghimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati, karena jalan belum diaspal. Pengguna boleh memilih jalur di samping atau melewati flay over, yang terpenting kehati-hatian harus ditingkatkan.

Dikatakan, setelah H+10 akan ditutup kembali untuk proses penyelesaian. Diperkirakan proyek itu akan selesai pada Agustus mendatang.

“Setelah pengerjaan fly over di sebelah utara itu, nanti tinggal menyelesaikan fly over yang di selatan, yakni di depan KPP Pratama menuju Gombel,” tandasnya.

Mengenai Pak Ogah yang masih beraktivitas di tengah padatnya jalur, ia mengaku telah berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk Polrestabes Semarang untuk menanganinya agar tidak terjadi antrean kendaraan akibat aktivitas mereka. “Kami minta mereka (Pak Ogah) agar berhenti dulu selama musim mudik Lebaran ini. Karena lalu-lintas sedang padat-padatnya,” harapnya. (dan/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here