33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Belum Diaspal, Underpass Jatingaleh Dibuka

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Proyek underpass Jatingaleh khususnya di jalur fly over (FO) mulai dibuka untuk tahap ujicoba, Senin (19/6) malam hingga H+10 Lebaran mendatang. Tujuannya, untuk menguraikan kepadatan lalu-lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Terlebih pada H-5  Lebaran kemarin, pemudik dari Jakarta mulai memasuki Kota Semarang.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Metropolitan Semarang, Danang Tri Wibowo, mengatakan underpass Jatingaleh sudah dibuka, namun hanya sebagai alternatif jika jalan di samping proyek macet.

“Kami perkirakan dengan dibuka underpass Jatingaleh mulai H-7 sampai dengan H+10 akan membuat lalin Jatingaleh lancar. Minimal mengurangi kemacetan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (20/6).

Ia menyatakan, proyek fly over belum sepenuhnya jadi di titik mulai depan Hotel Noormans Jalan Teuku Umar menuju ke arah selatan dan sebaliknya.  “Karena kondisi jalan belum diaspal. Mohon kepada para pengendara untuk jalan pelan-pelan. Nanti setelah H+10 pekerjaan underpasss akan dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Sedangkan di proyek underpass sebelum tanjakan Gombel, pihaknya menyiapkan tambahan 1 lajur darurat dan u turn di depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama  untuk mengurangi kemacetan.

Ari Suryono, salah satu pegawai Hotel Noormans menyatakan, pembukaan underpass sementara ini efektif mengurangi kemacetan.

“Cuma memang belum ada sign untuk kendaraan yang ingin muter balik. Tapi yang dari arah kampus Unika Soegijapranata masih bisa langsung naik,” ujarnya.

Sementara dari arah Semarang Kota yang ingin memutar balik arah, harus memakai jalur satu arah di depan SPBU Gombel atau Jalan Gombel Lama.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadik menambahkan, meski fly over sifatnya sementara, minimal sudah bisa dimanfaatkan. Sebelumnya, ia memang mengejar kepada Satker PJN Metropolitan Semarang agar dapat membuka jalur tersebut.

“Meski masih darurat, setidaknya sudah bisa digunakan. Planning-nya kemarin memang dibuka pada H-10, namun baru terlaksana kemarin,” katanya.

Ia menghimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati, karena jalan belum diaspal. Pengguna boleh memilih jalur di samping atau melewati flay over, yang terpenting kehati-hatian harus ditingkatkan.

Dikatakan, setelah H+10 akan ditutup kembali untuk proses penyelesaian. Diperkirakan proyek itu akan selesai pada Agustus mendatang.

“Setelah pengerjaan fly over di sebelah utara itu, nanti tinggal menyelesaikan fly over yang di selatan, yakni di depan KPP Pratama menuju Gombel,” tandasnya.

Mengenai Pak Ogah yang masih beraktivitas di tengah padatnya jalur, ia mengaku telah berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk Polrestabes Semarang untuk menanganinya agar tidak terjadi antrean kendaraan akibat aktivitas mereka. “Kami minta mereka (Pak Ogah) agar berhenti dulu selama musim mudik Lebaran ini. Karena lalu-lintas sedang padat-padatnya,” harapnya. (dan/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...