33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Aboge Lebaran 27 Juni

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO – Penganut aliran Kepercayaan Kejawen Aboge (Alif Rabu Wage) asal Wonosobo, pada tahun ini akan merayakan Lebaran pada Selasa Pon 27 Juni 2017. Perayaan Lebaran versi Aboge ini selisih dua hari dari penghitungan kalender hijriyah yang diperkirakan akan jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017.

Menurut Pimpinan Aliran Kepercayaan Aboge Wonosobo Sarno Kusnandar, Aboge memiliki rumus tersendiri dalam penghitungan kalender. Termasuk dalam penentuan tanggal 1 Syawal ini, mendasarkan pada 1 Suro di mana tahun ini jatuh pada Selasa Pahing. Maka 1 Syawal jatuh pada pasaran Selasa Pon, yakni 27 Juni 2017. “Dasar penghitungan kami bertumpu pada hari pasaran 1 Suro,” ujarnya.

Dalam kepercayaan Aboge, kata Kusnandar, penentuan tanggal 1 Syawal menggunakan rumus Waljiro yang merupakan akronim dari sasi syawal dinane ajek pasarane maju loro. Yang berarti bulan Syawal harinya tetap dihitung dari 1 Suro yakni Selasa. Sedangkan hari pasaran maju dua, dari Pahing ke Pon.

“Rumus ini yang selalu kami gunakan dalam penentuan syawal, selalu merujuk pada hari 1 Suro,” katanya.

Disebutkan dia, sistem penghitungan kalenderisasi aliran Aboge mendasarkan pada tahun Alif satu Suro Rabu Wage (Aboge). Hal ini menjadi peletak dasar penghitungan kalender. Rumus ini berbeda dengan sistem penghitungan umat muslim secara umum yang menentukan kalenderisasi hijriyah di mana penghitungannya dimulai dari hijrahnya (perpindahan ) Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dengan pendekatan sistem qomariyah atau peredaran rembulan.

“Tiap tahun, dalam penentuan Syawal kami memang selalu selisih antara 1 sampai 2 hari dari penghitungan hijriyah,” ujarnya.

Dengan penentuan Lebaran ini, kata Kusnadar, maka para penganut aliran kepercayaan Aboge akan menjalani ibadah puasa hingga Senin (26/6) mendatang. Perayaan Lebaran Aboge akan dipusatkan di Dusun Binangun Desa Mudal Kecamatan Mojotengah.

Ditambahkan dia, rangkaian acara akan dimulai sejak Minggu malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Prosesinya para penganut aliran kepercayaan menggelar semedi (bertapa) hingga larut malam. Keesokan harinya akan dilakukan syukuran. Warga membawa makanan ke masjid dan menggelar doa bersama kemudian dinikmati makanan bersama keluarga.

“Sebagai acara puncak kita lakukan salaman warga dari anak-anak hingga kalangan tua untuk saling memaafkan. Biasanya diterbangkan balon tradisional sebagai ungkapan kegembiraan atas nikmat yang diberikan Yang Maha Kuasa, namun terkait larangan oleh pemerintah, kami akan taati, ” jelasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tidak Pas dan sangat Memberatkan

RADARSEMARANG.COM - MEROKETNYA Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di atas Rp 130 juta, banyak dikeluhkan masyarakat. Masyarakat menilai...

Butuh Sentuhan Secara Kontinyu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekitar 27 mahasiswa arsitektur dari Universiti Teknologi Mara (UITM) Malaysia mengapresiasi keberadaan Kampung Pelangi Semarang. Nurul Shafinaz, dosen arsitektur yang mendampingi para...

Betonisasi 488 Meter Jalan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I Tahun 2018 yang dipusatkan di Desa Bogosari Kecamatan Guntur, Kamis (3/5) secara resmi ditutup. Penutupan...

KAI Jateng Luluskan 1.200 Advokat

SEMARANG-Ditengah-tengah perpecahan organisasi advokat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng terus memperkuat dan melebarkan kadernya, sejak berdiri 2008 lalu hingga sekarang,...

Sajikan Drama Ruwat Rambut Gembel

PURWOREJO—Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Wonosobo unjuk kebolehan di panggung Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (17/5). Sejumlah seniman...

BRI Pastikan Buku Tabungan Bodong Untuk Korban Gempa Lombok, Hoax!

JawaPos.com - Buku tabungan untuk bantuan korban gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) bodong dari Bank BRI tengah viral di media sosial. Dalam...