Tol Fungsional Pemalang-Batang Resmi Dioperasikan

667
JALUR LANCAR : Pemudik asal Jepara saat melintas di jalur ruas tol Wilayah Kabupaten Pekalongan, di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, usai dari rest area Bojong. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALUR LANCAR : Pemudik asal Jepara saat melintas di jalur ruas tol Wilayah Kabupaten Pekalongan, di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, usai dari rest area Bojong. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Jalur tol fungsional Pemalang-Batang sepanjang 39,2 KM, wilayah Kabupaten Pekalongan resmi digunakan oleh pemudik. Pihak pengelola proyek Pemalang Batang Toll Road (PBTR) sudah mengizinkan penggunaan jalur tol tersebut, meski minim fasilitas umum (Fasum). Hal itu ditandai dengan dilakukannya Apel Operasi Ramadniya 2017 Polres Pekalongan yang digelar di Jalan Mandurorejo, Kajen, Senin (19/6) kemarin.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sepanjang jalur tol Pemalang-Batang wilayah Kabupaten Pekalongan, dimulai dari Desa/Kecamatan Kesesi hingga Kecamatan Karangdadap sepanjang 11 kilometer. Kondisinya memang minim penunjuk arah dan tidak ada penerangan lampu jalan umum. Bahkan rest area hanya ada di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong. Itupun minim fasilitas umum seperti MCK dan minimnya lahan parkir.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan mengungkapkan bahwa Polres Pekalongan telah menerjunkan sebanyak 366 anggota untuk mengamankan jalur pemudik dan akan menempatkan beberapa anggota di ruas jalur tol wilayah Kabupaten Pekalongan. Khusus untuk jalur tol yang berada di Desa Babalan, Kecamatan Bojong, pihaknya sengaja tidak membuka jalan keluar ke utara yang melalui Kecamatan Wiradesa, karena khawatir akan menambah kemacetan. Lantaran terdapat perlintasan rel kereta api.

“Sepanjang ruas jalur tol Pemalang-Batang memang minim lampu penerangan jalan. Namun setiap 5 kilometer akan dinyalakan lampu sokle untuk membantu penerangan jalan. Demikian juga di beberapa tikungan jalan, akan dipasang toli-toli atau mata kucing dan beberapa rambu jalan,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan pula bahwa selama arus mudik dan balik tahun 2017 ini, Polres Pekalongan telah bekerjasama dengan Pemkab Pekalongan dalam pengamanan arus mudik, termasuk didirikannya beberapa pos pengaman dan kesehatan. Bahkan Pemkab Pekalongan telah menyediakan tim kesehatan keliling, yang siap digunakan selama 24 jam.

Terkait sepanjang jalur jalan tol yang masih minim SPBU, maka Polres Pekalongan bekerjasama dengan Pertamina untuk menyediakan SPBU Mobile. Bahkan disediakan kendaraan roda dua yang siap mengantarkan bahan bakar, ketika terjadi kemacetan dan kendaraan kehabisan bahan bakar.

“Semua infrastruktur pengamanan sudah kami siapkan. Kami juga mengimbau agar berhati-hati dan tertib, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” kata AKBP Wawan.

Sementara itu, Ilyas Hasyim, 47, pemudik warga Kabupaten Jepara, ketika melintas di jalur tol wilayah Kabupaten Pekalongan dan melepas lelah di rest area Kecamatan Bojong, mengeluhkan minimnya MCK dan terbatasnya lahan parkir. “Sepanjang jalan dari Pemalang hingga Pekalongan, jalan berdebu, posisi jalan juga naik turun, minim rambu lalu lintas, rest area juga minim fasilitas umum seperti MCK dan lahan parkir,” jelas Ilyas. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here