Ribuan Botol Miras dan Sabu Dimusnahkan

165
MIRIS : Bupati Semarang Mundjirin dan Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso saat melakukan pemusnahan miras dan sabu di Alun-Alun Bung Karno, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MIRIS : Bupati Semarang Mundjirin dan Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso saat melakukan pemusnahan miras dan sabu di Alun-Alun Bung Karno, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Sebanyak 3.452 miras kemasan dan barang bukti berupa 99,34 gram sabu dimusnahkan Polres Semarang di Alun-alun Bung Karo Ungaran, Senin (19/6) kemarin. Miras tersebut hasil razia di beberapa titik di Kabupaten Semarang. Sedangkan sabu merupakan barang bukti beberapa kasus narkoba pada 2015.

“Itu hasil operasi cipta kondisi sebelum dan saat Lebaran 2017,” kata Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso di sela acara pemusnahan tersebut.

Saat pemusnahan, sabu tersebut dilarutkan bersama diterjen. Kemudian campuran tersebut disiramkan ke arah ribuan botol miras. Pemusnahan juga dilakukan bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang dan disaksikan Bupati Semarang Mundjirin.

Setelah disiramkan, miras yang terdiri atas berbagai macam merek dan jenis tersebut langsung digilas dengan alat berat. Adapun rincian miras tersebut yaitu 3.452 miras kemasan dan ciu serta tuak sebanyak 2.650 liter. “Saat bersamaan juga dilakukan pemusnahan sabu hasil penangkapan kepolisian 2015,” katanya.

Bupati Mundjirin yang juga hadir dalam kesempatan itu mengaku prihatin dengan masih banyaknya ditemukan miras saat bulan Ramadan ini. “Ini dilakukan setahun dua kali, tetapi kok tidak kapok-kapok. Sampai judeg saya,” ujarnya.

Menurut Mundjirin, miras merupakan sumber kejahatan. Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak untuk memerangi bahaya minum miras. Karena bila melihat peredarannya, saat ini sudah tidak ada satu desapun yang terlepas dari peredaran miras serta narkoba. “Otaknya bisa koplo kalau minum seperti ini, sel-sel syarafnya juga begitu. Apalagi ditambah dengan sabu-sabu,” katanya.

Mundjirin juga mengatakan jika masih ditemukannya narkotika jenis sabu di Kabupaten Semarang sungguh sangat disayangkan. Padahal, selain melanggar hukum konsumsi narkoba, juga sangat merugikan bagi kesehatan. “Kami memang sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memerangi narkoba dan miras yang ada di Kabupaten Semarang,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here