Prioritaskan Perbatasan Kendal-Semarang

CEK PASUKAN: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar apel pasukan pengamanan lebaran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PASUKAN: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar apel pasukan pengamanan lebaran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Sebanyak 820 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan Operasi Rahmadnia 2017 menyambut arus mudik dan balik Lebaran. Ratusan personel tersebut akan disebar di lapangan, dan ditempatkan di 16 Pos Terpadu di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji usai gelar apel pasukan di Mapolrestabes Semarang, Senin (19/7) kemarin, mengatakan, yang menjadi prioritas, personel dan pos tersebut ditempatkan di wilayah barat atau perbatasan Kota Semarang – Kendal sebagai pintu masuk arus mudik Lebaran.

“Yang menjadi skala prioritas adalah Pos Mangkang. Karena nanti dari Tol Brexit kemudian Pantura itu batas terakhir di Gringsing Batang. Kemudian pasti masyarakat pemudik akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah lainnya, ataupun Jawa Timur pasti akan melewati pos Mangkang dan pintu tol Krapyak,” jelasnya.

Sehingga di pintu masuk ini, selama arus mudik nantinya tidak menutup kemungkinan akan terjadi kepadatan kendaraan. Pihaknya mengambil inisiatif tersebut agar masyarakat utamanya pemudik bisa menjadi lebih aman dan nyaman selama perjalanan. Meski demikian, pihaknya tetap menempatkan personel di berbagai pintu tol keluar yang bakal dilintasi pemudik.

“Di situ diprediksi terjadi kepadatan dan perlu penebalan personel yang ada di sana, tanpa melupakan pintu-pintu tol keluar yang ada di Kota Semarang. Di antaranya pintu Tol Gayamsari, Jatingaleh, dan Banyumanik, di sana akan diperkuat dengan penempatan personel. Namun demikian yang lebih diperkuat adalah Pos Mangkang,” katanya.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Catur Gatot Efendi menambahkan, 16 Pos Terpadu pengamanan, dua di antaranya ditempatkan di Terminal Mangkang dan Simpang Lima. Sedangkan tujuh Pos Terpadu untuk pelayanan ditempatkan di berbagai lokasi strategis. “Kalau Pos Pelayanan, menurut telegram itu berada di terminal, stasiun, bandara maupun di pelabuhan. Sudah mulai didirikan. Sedangkan personel yang mem-back up dari Dinas Kesehatan semua kecuali Jatingaleh, lainnya ada. Kemudian dibantu Dishub, Orari, Jasa Raharja, kemudian bengkel,” bebernya.

Selain aparat kepolisian, pihak yang membantu kelancaran arus mudik, salah satunya Pramuka Penegak dan Pandega Kota Semarang di bawah Koordinasi Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Semarang. Mereka mendirikan posko-posko pelayanan bagi pemudik mulai 18-24 Juni mendatang. “Kami membantu mengatur lalu-lintas dan memasilitasi para pemudik untuk mengurangi kepadatan dan resiko kecelakaan lalu-lintas,” kata Zaenal dari
Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) kota Semarang, Senin (19/6).

Dikatakannya, ada beberapa titik Posko Mudik yang tersebar di Kota Semarang, di antaranya Kecamatan Tugu sebagai Posko Induk Layanan Mudik, Kecamatan Banyumanik di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Gunungpati di Komplek SMA 12 Semarang, Kecamatan Semarang Selatan di Kompleks Masjid Baiturrahman, dan Kecamatan Genuk di Kompleks SMA Islam Sultan Agung 3.

“Ada fasilitas penunjang yang kami sediakan, yakni meliputi rest area, musala, toilet, parkir luas, free charging, takjil dan tim kesehatan semuanya tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Pantauan arus mudik kemarin, penumpang KA di Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang sudah mulai mengalami kenaikan. Selama empat hari hingga Minggu (18/6) kemarin, tercatat jumlah penumpang naik 10.418 orang, sementara yang turun 10.177 orang. Total mencapai 20.535 penumpang.

Humas PT KAI Daops 4 Semarang, Edy Koeswoyo, mengatakan, angka ini naik lebih dari 50  persen dibandingkan pada Jumat (15/6) lalu, di mana total penumpang naik turun dari dua stasiun itu berjumlah 14.823 orang. Diprediksi jumlah pemudik akan terus meningkat saat setelah para karyawan memasuk cuti lebaran pada H-3 Lebaran.

Sedangkan di Terminal Terboyo, memasuki H-6 kemarin masih relatif biasa. Tak ada lonjakan jumlah penumpang yang signifikan, baik yang  berangkat maupun yang turun. Kondisi terminal yang tak terawat dan kerap dilanda rob, semakin membuat terminal ini sepi penumpang. (mha/amu/dan/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here