Pemkab Jamin Kesehatan Napi Rutan Pekalongan

118
SILATURRAHMI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat berkunjung ke Rutan Kelas II A Pekalongan untuk bersilaturahmi dan buka bersama dengan warga binaan, Senin (19/06) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURRAHMI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat berkunjung ke Rutan Kelas II A Pekalongan untuk bersilaturahmi dan buka bersama dengan warga binaan, Senin (19/06) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menjamin kesehatan para narapidana atau warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Pekalongan. Yakni, dengan diberikannya jaminan kesehatan gratis melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Hal itu terungkap ketika Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) jajaran Pemkab Pekalongan, melakukan kunjungan dan buka bersama (Bukber) di Rutan Kelas II A Pekalongan, Senin (19/6) kemarin.

Hal itu dibenarkan oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rutan Kelas II A Pekalongan, Tafif Imam Haryanto. Menurutnya, selama ini pihak Rutan telah bekerjasama dengan Pemkab Pekalongan, tidak hanya terkait pembinaan keterampilan warga binaan melalui kerjasama Balai Latihan Kerja (BLK), namun juga memberikan layanan kesehatan gratis menggunakan Jamkesda.

Dengan demikian, ketika ada warga binaan beralamat Kabupaten Pekalongan yang sakit dan harus menjalani perawatan di RSUD Kraton, tanpa dipungut biaya. “Selama ini warga binaan yang memiliki KTP Kabupaten Pekalongan, setiap kali sakit dan dirawat di RSUD Kraton, mereka gratis dan dilayani dengan baik,” ungkap Tafif.

Menurutnya, dari total 289 warga binaan di Rutan Pekalongan, sebanyak 110 merupakan warga dengan KTP Kabupaten Pekalongan. Mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa dengan masa hukuman bervariasi.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja datang ke Rutan, untuk silaturahmi dengan warga binaan yang memiliki KTP Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut, bagian untuk memberikan motivasi serta melakukan kerjasama dalam pengembangan life skill. Harapannya, agar setelah keluar, warga binaan bisa tetap berkarya dan kembali ke masyarakat secara baik.

Menurutnya, warga binaan membutuhkan dukungan dan motivasi dari pemerintah, agar tetap sabar dan nanti bisa kembali lagi ke masyarakat dengan baik, serta memiliki keahlian dalam bekerja.

“Kami akan menerjunkan mereka ke BLK untuk melakukan pelatihan, baik di bidang otomotif, komputer dan lainnya. Dengan begitu, saat menjalani hukuman dapat berlatih dalam karya. Sehingga life skill mereka terarah. Nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan baik dan memiliki keterampilan kerja,” jelas Bupati Asip. (thd/ida)

Tinggalkan Komentar: