33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Menakar Kadar Kebahagiaan, Mungkinkah?

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BEBERAPA bulan lalu, Jaringan Solusi Pembangunan Berkesinambungan, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merilis Laporan Kebahagiaan Dunia 2017 yang menempatkan Indonesia di urutan ke-81 dari 155 negara di dunia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia di peringkat ke-113 dari 188 negara. IPM diukur berdasarkan tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Selain itu warga disebut paling bahagia adalah yang merasakan kemakmuran merata, memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah dan saling menghargai dinamika kemasyarakatan.

Berdasarkan kriteria tersebut diatas, Indonesia masuk kategori kurang menggembirakan. Apalagi jika  dilihat dari ketercapaian pengelola negara dalam mewujudkan kebahagiaan itu dalam kehidupan rakyat. Saat ini Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kaya-miskin, desa-kota. Rata-rata pendidikan hanya 4,6 tahun dengan lima juta anak tidak mampu sekolah. Sekitar 140 juta orang berpenghasilan kurang dari Rp 20.000/hari, 19,4 juta orang kategori gizi buruk dan angka kematian ibu cukup besar, yaitu 305 per 100.000 kelahiran.

Dalam konteks kenegaraan, istilah kebahagiaan memang tidak dijumpai, apalagi sebagai salah satu target pengelolaan negara. Namun, Undang-undang Dasar 1945 menggunakan istilah kemakmuran dan kesejahteraan. Makmur berarti berkecukupan dalam berbagai hal, sejahtera artinya aman sentosa. Sejahtera dan makmur memiliki indikator yang jelas dan obyektif, yang dapat dipandang dan diukur secara bersama-sama dengan hasil yang sama.

Bahagia itu tidak hanya unsur obyektif dan nyata, akan tetapi juga unsur rasa yang subyektif. Seseorang yang sejahtera dan makmur dapat disimpulkan dari kriteria umum yang terukur, karena memang indikatornya telah disepakati dalam masyarakat, undang-undang atau kenyataan yang dipahami bersama.

Sementara bahagia, disamping unsur-unsur yang terlihat secara realitas, masih memerlukan syarat subyektif yang bersifat psikologis dan kebatinan. Intinya, kesejahteraan atau kemakmuran merupakan modal kebahagiaan, tetapi ia bukan kebahagiaan itu sendiri.

Seseorang yang hidup serba cukup, fasilitas tersedia, kemanan terjada dan kebutuhan materi terpenuhi, belum tentu memperoleh kebahagiaan, jika dia sombong, serakah dan tidak bersyukur. Namun, orang yang hidupnya kekurangan secara materi, miskin dan tidak berkecukupan, memenuhi kebutuhan dengan sederhana dan apa adanya, tentu akan sulit mendapat kebahagiaan, kecuali jika dia mampu menjalani hidup tersebut dengan sabar, syukur dan ikhlas.

Semua manusia menginginkan hidupnya bahagia, hanya saja tidak semua orang memahami hakekat hidup bahagia. Ada melihat bahagia sekedar hidup senang, cukup sandang pangan dan papan. Ada juga yang memaknainya dengan berinteraksi sosial secara sehat, mampu bekerja sama dengan baik, tidak menyakiti, tidak menebar kekerasan dan tidak membuat konflik. Islam sebanarnya mengajarkan konsep bahagia bukan hanya di dunia dan akherat saja, akan tapi juga terbebas dari siksa neraka.

Hidup bahagia, tidak lain adalah hidup yang memperoleh ridha Allah SWT dengan mampu memahami dan mewujudkan tujuan penciptaan dan eksistensi manusia di dunia ini, yaitu beribadah kepada-Nya secara maksimal. Segala sesuatu yang bersifat kebendaaan, baik berupa harta, jabatan, kekayaan, jejaring dan sejenisnya harus dijadikan sebagai perantara untuk semakin mendekatkan diri pada Allah  dan memberikan kebermanfaatan sebesar-besarnya kepada masyarakat. Bukan sebaliknya, membuat jauh dan melupakan Tuhan Sang Maha Adil dan Penuh Kasih dan Sayang.

Beberapa indikator berikut merupakan ikhtiar menuju proses percepatan kebahagiaan, di antaranya: Pertama, berusaha untuk selalu menjalani hidup sesuai dengan aturan dan ajaran Tuhan, baik dalam hidup sebagai individu, bermasyarakat, maupun bernegara.  Kedua,  memaksimalkan potensi akan pikiran dalam memahami dan menghayati kehidupan.  Selalu melakukan muhasabah dan koreksi menuju kebaikan terhadap segala probem dan kendala yang dihadapinya. Hidup bahagia adalah hidup yang dijalani dengan senantiasa belajar, mengembangkan ilmu, memahami ayat-ayat Allah di dalam Alquran maupun dalam semesta raya.

Ketiga, melakukan kontrol dan kendali nafsu dengan melakukan pembersihan diri dengan cara mengikis habis potensi negatif seperti iri hati, dengki, pamer, ujub, rakus, dan sebagainya. Orang yang bahagia adalah orang terbebas keinginan dan sifat-sifat tercela, sebab jika tidakmampu membebaskan diri dari sifat-sifat buruk ini, hidupnya akan sengsara dan tidak memperoleh kedamaian.

Akhirnya, patut diperhatikan kembali QS. Al-A’la 14-15 yang artinya “Sesungguhnya telah menang (bahagia) orang yang membersihkan diri dan  dia ingat nama Tuhannya, lalu (segera) dia (melaksanakan) salat”.  Artinya, orang yang menyucikan diri adalah orang yang membersihkan diri dari kotoran dunia yang dapat mencegahnya dari mengingat dan menjauhi akhirat. Kebahagiaan hanya milik orang yang menyucikan dirinya dari segala kecintaan keterikatan terhadap urusan dunia. Menang dan bahagia hanya milik orang yang selalu ingat akan kebesaran Allah dan istiqamah dalam melaksanakan shalat. Bahagia bukan dengan memperkaya diri dengan ketergantungan terhadap urusan keduniaan, melainkan justru melalui kembali kepada diri kita sendiri, dengan membersihkannya dari kecintaan kepada dunia. (*/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

30 Peserta Gagal Seleksi Duta Wisata

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 30 pendaftar putra dan putri Duta Wisata Kota Magelang 2018 gagal seleksi administrasi. Hanya 121 orang yang dapat mengikuti tahap selanjutnya....

Jaring 1.137 Pelanggar Lalin

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 1.137 pengendara sepeda motor tak tertib terjaring razia Patuh Candi 2018 yang digelar Satlantas Polres Pekalongan. Pelanggaran yang dilakukan mulai dari...

Selama 2017, Terjadi 359 Kasus Curanmor

SEMARANG- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih menduduki peringkat tertinggi di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Tercatat, sepanjang 2017 mulai Januari hingga saat ini telah...

Bupati Tersangka, Wabup Minta Maaf

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN - Wakil Bupati Yazid Mahfud menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah partai pengusung— Gerindra, Demokrat, PKB, PAN dan PPP serta masyarakat Kebumen—atas kasus...

Sebagian Pedagang Pilih Berjualan di Luar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pedagang pasar Blauran baru mengeluhkan sepinya pembeli di tempat yang baru diresmikan pemkot 15 Februari lalu itu. Keluhan pedagang semakin menjadi...

Siasati Ketidakjelasan Jadwal Kompetisi

SEMARANG – Belum jelasnya jadwal kompetisi membuat tim-tim harus memutar otak di masa waktu persiapan ini. termasuk tim PSIS Semarang yang bakal memperbanyak agenda...