Jual Obat Mercon, Lebaran di Bui

143
BAHAN PELEDAK : Wakapolres Magelang Kota Kompol Muh Imron menunjukkan barang bukti bahan bubuk petasan milik Nur Irwan saat gelar perkara di Mako Polres 1, Senin (19/6). (Agus Hadianto/Radar Kedu)
BAHAN PELEDAK : Wakapolres Magelang Kota Kompol Muh Imron menunjukkan barang bukti bahan bubuk petasan milik Nur Irwan saat gelar perkara di Mako Polres 1, Senin (19/6). (Agus Hadianto/Radar Kedu)

MAGELANG – Meski sudah dilarang, Nur Irwan, 51, seorang kakek asal Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang nekat meracik dan menjual obat mercon/petasan di saat Ramadan ini. Hanya saja, sebelum mampu menjual semua produknya, Irwan yang sehari-hari sebagai buruh dan petani ini sudah ditangkap aparat Polres Magelang Kota.

Wakapolres Magelang Kota Kompol Muh Imron mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari warga bahwa ada penjual obat mercon di wilayah Desa Banyuwangi. Kemudian, ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Satreskim dan ternyata informasi tersebut benar. “Pada Sabtu (17/6) lalu sekitar pukul 16.00 WIB, anggota langsung menuju rumah tersangka untuk dilakukan penangkapan. Ternyata benar dan ditemukan barang bukti berupa obat mercon beserta bahan bakunya,” jelas Imron dalam gelar perkara di kantor Mako Polres 1, Senin (19/6).

Imron menjelaskan, barang bukti yang disita berupa 60 kilogram obat mercon yang sudah dalam bentuk bungkusan kecil dengan berat bervariasi. Obat mercon ini ada yang sudah siap edar dan ada pula yang masih dalam bahan baku, seperti belerang, arang, dan lainnya.“Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak bisa berkutik dan menunjukkan tempat penyimpanan obat mercon. Pelaku menyimpannya di bawah lantai ruang makan. Tersangka sengaja menyimpannya di tempat tersembunyi agar tidak ketahuan orang banyak,” kata Imron.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka diamankan di tahanan Polres Magelang Kota. Pelaku dinilai telah melanggar Pasal 1 Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setingi-tingginya 20 tahun.

Sementara itu, Irwan mengaku nekat menjual obat mercon karena melihat keuntungannya yang besar dan banyak dicari oleh orang. Ia menjual seharga Rp 20.000 per ons, sedangkan untuk membeli bahan baku hanya sebesar Rp 140.000 per resep yang bisa menjadi 15 ons.

“Saya sudah jual sekitar 5 resep (7,5 kilogram) ke pembeli yang tidak tahu asalnya dari mana. Saya sudah meracik obat mercon ini sejak dua tahun lalu dan hanya membuat di momen Lebaran saja,” jelas Irwan yang juga mengaku meracik ini sekaligus untuk hiburan.

Di tempat yang sama, Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain dengan petasan atau mercon. Selain sudah dilarang, bermain petasan juga membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.“Selain merazia petasan, kami juga melakukan operasi terkait minuman keras (miras). Selama operasi, kami mengamankan 12 pemabuk dan 3 penjual miras,” beber Esti. (cr3/ton)

Tinggalkan Komentar: