33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Jual Obat Mercon, Lebaran di Bui

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

MAGELANG – Meski sudah dilarang, Nur Irwan, 51, seorang kakek asal Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang nekat meracik dan menjual obat mercon/petasan di saat Ramadan ini. Hanya saja, sebelum mampu menjual semua produknya, Irwan yang sehari-hari sebagai buruh dan petani ini sudah ditangkap aparat Polres Magelang Kota.

Wakapolres Magelang Kota Kompol Muh Imron mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari warga bahwa ada penjual obat mercon di wilayah Desa Banyuwangi. Kemudian, ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Satreskim dan ternyata informasi tersebut benar. “Pada Sabtu (17/6) lalu sekitar pukul 16.00 WIB, anggota langsung menuju rumah tersangka untuk dilakukan penangkapan. Ternyata benar dan ditemukan barang bukti berupa obat mercon beserta bahan bakunya,” jelas Imron dalam gelar perkara di kantor Mako Polres 1, Senin (19/6).

Imron menjelaskan, barang bukti yang disita berupa 60 kilogram obat mercon yang sudah dalam bentuk bungkusan kecil dengan berat bervariasi. Obat mercon ini ada yang sudah siap edar dan ada pula yang masih dalam bahan baku, seperti belerang, arang, dan lainnya.“Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak bisa berkutik dan menunjukkan tempat penyimpanan obat mercon. Pelaku menyimpannya di bawah lantai ruang makan. Tersangka sengaja menyimpannya di tempat tersembunyi agar tidak ketahuan orang banyak,” kata Imron.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka diamankan di tahanan Polres Magelang Kota. Pelaku dinilai telah melanggar Pasal 1 Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setingi-tingginya 20 tahun.

Sementara itu, Irwan mengaku nekat menjual obat mercon karena melihat keuntungannya yang besar dan banyak dicari oleh orang. Ia menjual seharga Rp 20.000 per ons, sedangkan untuk membeli bahan baku hanya sebesar Rp 140.000 per resep yang bisa menjadi 15 ons.

“Saya sudah jual sekitar 5 resep (7,5 kilogram) ke pembeli yang tidak tahu asalnya dari mana. Saya sudah meracik obat mercon ini sejak dua tahun lalu dan hanya membuat di momen Lebaran saja,” jelas Irwan yang juga mengaku meracik ini sekaligus untuk hiburan.

Di tempat yang sama, Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain dengan petasan atau mercon. Selain sudah dilarang, bermain petasan juga membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.“Selain merazia petasan, kami juga melakukan operasi terkait minuman keras (miras). Selama operasi, kami mengamankan 12 pemabuk dan 3 penjual miras,” beber Esti. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pasar Tradisional, Bukti Ketangguhan Perempuan

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI - Pasar tradisional menjadi bukti bahwa perempuan-perempuan di Jawa Tengah merupakan sosok yang tangguh. Sebab, mayoritas pedagang yang berjualan adalah perempuan. “Jadi saya...

Siapkan Jalur Penyelamat Di Perempatan Kumpulrejo

SALATIGA - Operasi Simpatik Candi 2017 merupakan operasi penegakan hukum untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Pasalnya, secara nasional, kecelakaan di tanah air, dari tahun 2015...

Merubah Paradigma Lama Guru

PENDIDIKAN Mempunyai peranan sangat strategis dalam mempersiapkan generasi bangsa yang siap berkompetisi di era global. Guru sebagai sosok yang paling diharapkan dan menjadi tumpuan...

Golkar Targetkan 20 Persen Suara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Semarang menargetkan 20 persen suara dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang. “Target kami bisa memperoleh suara...

Metode Cooperative Learning pada Pembelajaran Matematika Siswa Tata Boga

RADARSEMARANG.COM - POLA pembelajaran yang tepat, sudah barang akan menghasilkan output yang baik. Prinsip ini saya sadari betul, manakala meneliti hasil belajar siswa kelas...

Bentuk Relawan Koncone Dede

SEMARANG-Bakal calon wakil gubernur (bacawagub) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dede Indra Permana telah membentuk relawan di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Relawan yang diberi nama...