33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Film Dokumenter “Jejakmu” Karya Tim Inspiratif PKM-M UPGRIS

Dibuat selama 5 Bulan, Libatkan Anak-Anak Jepara

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Perjalanan hidup RA Kartini yang difilmkan oleh empat mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Film dokumenter berjudul “Jejakmu” itu bahkan lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-29 di IPB tahun lalu. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

EMPAT mahasiswa UPGRIS yang tergabung dalam Tim Inspiratif Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) tersebut adalah Winda Tona Revilia dan Aufa Salsabila, keduanya mahasiswi Pendidikan Biologi, serta Rukayah dari PGSD, dan Maylinda Suryani dari Pendidikan Matematika.

Film dokumenter berjudul “Jejakmu” itu menceritakan tentang perjalanan hidup RA Kartini. Pengambilan film bertema tentang sejarah tersebut memiliki makna untuk menumbuhkan semangat anak-anak tentang perjuangan pahlawan Indonesia asal Rembang tersebut.  Untuk menyukseskan pengarapan film dokumenter itu, tim PKM-M menggandeng anak-anak dari Komunitas Rumah Belajar Ilalang (RBI) Jepara, termasuk saat tahap pertunjukkan premiere dalam agenda nonton bareng.

Koordinator Tim Inspiratif PKM-M UPGRIS, Winda Tona Revilia, menjelaskan, jejak RA Kartini tersebut dibuat film dokumenter karena rata-rata anak zaman sekarang telah menggunakan gadget atau handphone  yang dilengkapi fasilitas kamera, namun belum dapat menggunakan dan memanfaatkannya secara baik. Hal itulah yang mendasari tim Inspiratif PKM-M UPGRIS.

“Jadi, kami ingin melakukan pengabdian, khususnya terkait pemberdayaan anak-anak RBI Jepara. Kami ingin mengajarkan anak-anak tentang proses pembuatan film, sekaligus mengenalkan sejarah Kartini, bagaimanapun jejaknya juga dapat dilihat di Jepara,”kata Winda Tona Revilia kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (19/6).

Winda menjelaskan, alasannya mengandeng RBI, karena timnya melihat RBI sudah pernah memproduksi film pendek, namun anak-anak masih di depan layar belum pernah di belakang layar. Sehingga timnya berinisiatif untuk mengajarkan anak-anak dalam pembuatan film dokumenter, yang secara khusus tentang RA Kartini.

“Ide film ini pertama kali muncul dari anak-anak RBI, ketika kami tanya mau buat film apa, mereka kompak untuk mengambil topik RA Kartini. Alhamdulillah, saat kami ikutkan dalam ajang PKM-M Dikti 2016 lalu, diberi bantuan pembinaan Rp 7,5 juta,”ungkapnya.

Tak hanya mendapat bantuan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Winda bersyukur dari film dokumenter tersebut, saat dilombakan bisa lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-29 di IPB (Institut Pertanian Bogor) pada Agustus 2016 lalu.

“Film dokumenter ini dibuat selama 5 bulan, dimulai dari praproduksi, yakni pembagian kru film, menulis script, lalu tahap produksi dimulai dari syuting jejak kelahiran Kartini di Mayong, kemudian masa remajanya di Pendopo Kabupaten Jepara, hingga terakhir di makam Kartini di Rembang,”bebernya.

Anggota tim Inspiratif PKM-M UPGRIS, Aufa Salsabila, menambahkan, dalam pembuatan film tersebut, diakuinya, banyak suka dukanya, apalagi lokasi syuting cukup jauh dari RBI, sehingga timnya harus bisa mengatur jadwal sebaik mungkin.

Aufa mengatakan, sukanya ketika pembuatan dokumenter itu adanya kebersamaan dengan anak-anak RBI, konsep produksinya bisa belajar sambil bermain santai.  “Kalau dukanya ketika jadwal syuting sering dibatalkan gara-gara anak-anaknya nggak bisa. Pernah juga harus menjemput anak-anak ke rumahnya, satu persatu sekaligus izin ke orangtuanya saat pengambilan gambar,”kenangnya.

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut, seperti di bidang sosial, yakni terjalinnya kerja sama antar kru, melatih anak-anak untuk menghargai pendapat dan hasil kerja keras orang lain. Sedangkan manfaat di bidang pendidikan, yakni pengetahuan yang diperoleh di antaranya tentang hal-hal dasar materi perfilman, seperti sejarah perfilman, jenis-jenis film, tugas dan job description kru produksi film, alat-alat yang digunakan dalam perfilman, dan tahapan dalam produksi film.

“Jangan sampai anak-anak dan remaja, menjadi korban dari perkembangan teknologi media, yang didominasi dengan hiburan yang cenderung tidak sehat dengan muatan bisnis yang kental, makanya kami memberikan edukasi melalui film dokumenter RA Kartini,”ujarnya.

Secara rinci, anggota tim Inspiratif PKM-M UPGRIS lainnya, Maylinda Suryani, membeberkan tahapan yang dijalankan pihaknya, yang pertama, anak-anak diberikan pretest, pembekalan dan workshop materi film dokumenter, serta posttest.

Maylinda mengatakan, materi yang diberikan seperti tentang teknologi digital, naskah, pemeran film, storyboard atau script, kameraman, syuting, editing, packaging, dan premiere karya. Termasuk pelatihan keterampilan dalam penggunaan alat-alat perfilman juga diberikan.  “Selanjutnya dalam pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 3 tahapan, yakni praproduksi, produksi, dan pasca produksi,”jelasnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menikmati Keindahan Curug Sigandul Sodong

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dari lima belas kecamatan di Kabupaten Batang, Wonotunggal salah satu kecamatan yang memiliki potensi wisata cukup banyak. Ke depan dapat dijadikan paket...

Sehari, Tujuh Warga Menjanda

KEBUMEN—Kasus perceraian di Kebumen mengalami lonjakan. Gugat cerai dari pihak istri masih mendominasi. Panitera  (PA) Kebumen, Miftahul Jannah mencatat, kasus perceraian meliputi cerai talak...

Ekspor Jateng Naik 3,83 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ekspor Jawa Tengah di awal tahun ini mengalami kenaikan sebesar 3,83 persen bila dibanding ekspor di akhir tahun lalu. Peningkatan disebabkan...

Societeen Student Company (SC) Bentukan Siswa SMKN 8 Semarang

SEMARANG - KURANG berkembangnya Desa Wisata, Nongkosawit, Kandri, dan Wonolopo memantik keprihatinan siswa SMK N 8 Semarang. Karena itulah, mereka mencoba memanfaatkan teknologi, untuk...

Menunggu Kepastian Awal Kompetisi

SEMARANG – PSIS berharap segera mendapat kejelasan kapan kompetisi akan dimulai berikut jadwal pelaksanaan kompetisi Divisi Utama 2017. Hal itu terkait dengan sejumlah program...

Kreatif Bikin Kejutan, Jadi Ladang Bisnis

IDAK terkecuali Devanada Bulan Aldizza. Pengusaha party planner ini mendirikan DVNDPLANS sejak April 2016. “DVNDPLANS merupakan singkatan dari Devanada Plans. Artinya rencana yang aku...