Berprestasi Berkat Digembleng Pendidikan Karakter

153
Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo
Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo

SEMARANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jateng menorehkan prestasi membanggakan meski terbilang masih baru. Sebab, SMKN Jateng menempati peringkat pertama Ujian Nasional kategori SMK Negeri se-Jateng serta peraih nilai 100 pada UN Matematika sebanyak 7 siswa.

“Ini jelas merupakan prestasi yang sangat membanggakan. SMKN Jateng bisa mengalahkan SMKN lainnya saat pelaksanaan Ujian Nasional di Jateng,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Gatot Bambang Hastowo.

Ia menambahkan, saat ini SMKN Jateng baru ada di tiga daerah. Yakni Kota Semarang, Kabupaten Pati serta Kabupaten Purbalingga. Tahun ini, setidaknya ada sebanyak 233 siswa yang lulus. Untuk kampus di Semarang, ada 118 siswa dari lima program studi, Pati ada 48 siswa dari dua program studi, sementara di Purbalingga ada 67 siswa dari satu program studi. “Semua yang masuk memang rata-rata dari keluarga miskin. Kami ingin hadir dalam menyikapi banyaknya anak-anak tak sekolah karena alasan biaya,” ujarnya.

Keberadaan SMKN Jateng betul-betul memberikan harapan baru bagi siswa-siswa dari keluarga yang tidak mampu, untuk keluar dari lubang kemiskinannya. Mereka mendapatkan pendidikan secara gratis, tak hanya di bidang akademis, tapi juga karakter, dan berbagai pengalaman berharga lainnya yang mendukung masa depannya. “Memang belum banyak yang bisa diterima, tapi akan terus kami lakukan evaluasi. Dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan di daerah lain di Jateng,” tambahnya.

SMKN Jateng mengunakan sistem boarding school, alias beasiswa penuh selama tiga tahun masa pendidikan. Dan yang berhak mengikuti pendidikan tersebut adalah anak yang berasal dari keluarga sangat lemah secara ekonomi. Selama tiga tahun, anak-anak digembleng dengan pendidikan karakter untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik.

“Hasilnya luar biasa, anak-anak berprestasi baik akademik maupun non akademik. Semua itu tidak terlepas dari pendidikan karakter yang diberikan selama tiga tahun,” kata Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi¬† Jawa Tengah, Drs. Reza Pahlevi.

Selama tiga tahun SMKN Jateng juga sudah banyak prestasi. Setidaknya 130 piala kejuaraan baik tingkat Provinsi maupun Nasional sudah menghiasi ruangan SMKN Jateng. Siswa juga dilatih disiplin dan memiliki kemampuan tidak hanya akademik tetapi juga non akademik. “Inilah yang menjadikan SMKN Jateng berbeda, dan itu banyak dilirik dan diminati dunia industri,” tambahnya.

Salah satu lulusan terbaik SMK adalah Kiswoyo, 19. Ia mengaku senang bisa lulus di SMKN Jateng. Dan merupakan lulusan terbaik Jurusan Teknik Kendaraan Ringan kini telah bekerja di Nasmoco Purwokerto sebagai teknisi. “Dulu sempat tidak bisa sekolah karena masalah biaya. Tetapi sekarang mimpi saya bisa terwujud,” katanya.

Tidak hanya dirinya, sejumlah temannya bahkan sudah lolos dan masuk di Polines Semarang maupun di UGM Jogjakarta. Tidak hanya dibekali teori, siswa diberikan praktik langsung sebagai modal dalam dunia kerja. “Masuk di dunia kerja itu sangat terbuka karena sudah ada bidangnya masing-masing berbeda dengan SMA,” tambahnya. (fth/adv/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here