33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

AZ Diketahui Jarang di Rumah

Polisi Kembali Geledah Rumah Terduga Teroris

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

TEMANGGUNG–Petugas kepolisian kembali menggeledah rumah terduga teroris berinisial AZ (bukan AS seperti diberitakan kemarin, red) alias Fauzan alias Fauzan Mubarok yang ditangkap satuan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88, Minggu (18/6) pagi. Kemarin (19/6), puluhan petugas Polres Temanggung kembali mendatangi rumah AZ di Dusun Kalitengah Desa Bonjor Kecamatan Tretep.

Suasana rumah berdinding kayu yang berada di lereng Gunung Prau itu tampak sepi. Meski dari luar kelihatan sepi, namun istri, kedua putri AZ, mertua serta keluarga tetap berada dalam rumah. Istri AZ yang bercadar tampak masih shock dan enggan berbicara.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hayadi menuturkan, penggeledahan ulang dilakukan untuk mencari beberapa alat bukti pendukung atau penguat. Sebelum ini, Densus 88 telah mengamankan beberapa alat bukti dan AZ.

“Setelah kita lakukan penggeledahan, kita tidak menemukan alat-alat atau barang yang mengarah untuk dijadikan barang bukti,” ucap Dwi, kemarin.

Untuk diketahui, barang bukti yang sudah diamankan Densus 88 diantaranya satu buah laptop merek Acer, satu buah laptop merek HP, satu buah ponsel merek Asus, satu buah ponsel merek Lenovo, satu buah ponsel Asia Phone warna putih, empat flasdisk, dua buah pisau potong tembakau dan beberapa buku keagamaan.

Taufik, 30, kakak ipar AZ mengaku kaget atas peristiwa Minggu lalu. Dia tidak menaruh curiga sedikitpun jika saudaranya itu diduga terlibat aktivitas teroris. AZ selama di rumah beraktivitas seperti biasa, membantu orang tua ke kebun, ikut menanam cabai dan lainnya. Kegiatan lainnya hanya mengikuti pengajian.

“Jujur, kami (keluarga, red) sangat kaget, tiba-tiba ada petugas kepolisian membawa saudara kami. Kami berharap kepada petugas, jika saudara AZ tidak terbukti jadi teroris, mohon untuk dikembalikan,” harapnya.

Kepala Desa (Kades) Bonjor, Mughni menuturkan, berdasarkan pantauannya, selama ini AZ jarang di rumah. “(AZ) kalau hari Senin sampai Jumat di Semarang, kalau Sabtu-Minggu baru di rumah. Dia ngajar di Semarang, lembaga pendidikanya mana saya kurang tahu persis, info yang saya peroleh, tempat ngajarnya dekat Simpanglima,” jelas Mughni.

Mughni melanjutkan, selama ini AZ kurang bersosialisasi dengan warga. Dia terkesan tertutup, kurang ramah. “Jauh sebelum ada penangkapan ini, banyak warga yang kurang suka dengan sikap AZ,” ucapnya.

AZ diketahui berasal dari Poso Sulawesi Tengah. Ia menikah dengan salah seorang warga Bonjor.

Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi teror di Temanggung, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo akan mempertebal pengamanan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tretep dan Wonoboyo. Menurut Maesa, kewaspadaan di dua kecamatan tersebut ditingkatkan lantaran kondisi geografis di lereng Gunung Prau tersebut amat sukar dijangkau masyarakat, sehingga rawan jadi sarang persembunyian teroris. Terbukti satu terduga teroris yakni AZ ditangkap di lokasi tersebut. Sebelum ini, salah satu warga Desa Bonjor, Muhsinin tewas dalam baku tembak dengan polisi di tuban Jawa Timur pada 8 April 2017. Warga Bonjor lainnya, Budi Utomo, pada 8 Mei 2013 ditangkap Densus 88 di Kebumen karena merampok sejumlah toko dan bank untuk mengumpulkan dana terkait aksi terorisme. Budi telah dijatuhi vonis 10 tahun penjara.

“Itu lokasinya sangat jauh dan sukar dijangkau, lebih dekat dari Semarang sebenarnya. Nanti kita pertebal penjagaan dan pengamanan di pos-pos polisi dan kepolisian sektor (Polsek) di daerah itu untuk antisipasi teror. Apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, jadi perlu pengamanan ekstra,” ujar Maesa.

Maesa menyebut, biasanya di pos-pos polisi yang ada di dua kecamatan itu hanya ada sekitar 25 anggota. Saat ini pengamanan di pos-pos polisi dua kecamatan itu dipertebal dengan penambahan satu peleton anggota polisi. “Kita tempatkan di daerah yang rawan-rawan saja, seperti di Tretep dan Wonoboyo,” ujar Maesa.

Maesa meminta kepada masyarakat Temanggung tetap jangan panik dan takut. “Silakan lakukan aktivitas seperti biasanya, bekerja seperti biasanya. Apalagi ini mau menjelang Lebaran, sambut saja Lebaran tanpa rasa takut dan cemas,” pinta Maesa. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...