Amankan Lebaran, Terjunkan 1.180 Personel

583
CEK PASUKAN : Kapolres Batang didampingi Bupati Batang, Wihaji dan anggota Forkominda dalam Apel Pasukan untuk Operasi Ramadniya 2017 di Alun-Alun Batang, Senin (19/6). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEK PASUKAN : Kapolres Batang didampingi Bupati Batang, Wihaji dan anggota Forkominda dalam Apel Pasukan untuk Operasi Ramadniya 2017 di Alun-Alun Batang, Senin (19/6). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Sebanyak 1.180 personel pasukan diturunkan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2017. Mereka yang terdiri atas personel Polres dan lintas sektoral, akan disiagakan di jalur tol fungsional dan pantura. Dalam bertugas, mereka akan ditunjang 58 unit kendaraan roda empat dan enam, serta 72 sepeda motor.

“Pada operasi Ramadniya kali ini, kami melibatkan personel dengan jumlah besar dengan mensinergikan anggota. Mereka disebar di jalur Pantura Batang sepanjang sekitar 54,5 kilometer dan ruas jalan tol fungsional Batang–Semarang dengan jarak sekitar 49 kilometer,” kata Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono, saat Apel OPS Ramadniya Candi Tahun 2017 yang dihadiri oleh Bupati Batang Wihaji dan Unsur Forkopimda di Alun-Alun Batang, Senin (19/6) kemarin.

Menurut Agung, pihaknya akan mengawasi dua jalur tersebut secara serentak pada lima pos pengamanan (Pospam) utama bersama lintas sektoral, untuk menjaga arus mudik Lebaran agar berjalan lancar dan aman. Selain petugas Polres dan lintas sektoral, pada pengamanan Lebaran 2017 ini melibatkan PT Pertamina, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Batang. “Mengacu pada petunjuk pimpinan, kejadian di Tol Brexit pada Lebaran tahun 2016 lalu, tak boleh terulang lagi,” katanya.

Sesuai prediksi, Batang diperkirakan akan menghadapi tantangan kepadatan arus mudik Lebaran 2017 di jalur pertemuan antara jalan pantura dengan jalur exit Gringsing, karena belum sempurnanya fungsi Tol Batang-Semarang. Oleh karena itu, akan maksimalkan pengamanan di jalur pertemuan tersebut.

Untuk jalan tol sendiri, diakuinya, kemacetan tidak bisa diprediksi. Tapi yang perlu diwaspadai adalah kehati–hatian pengendara karena jalan tol masih cor– coran LC dan di kiri kanannya masih ada sawah kebun dan jurang–jurang kecil serta tebing yang rawan longsor.

Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah titik kemacetan lainnya di jalan pantura seperti di Alun-Alun Batang, pasar tumpah Subah, dan Gringsing. Sehingga di setiap 5 kilometer akan ada penjagaan petugas untuk mengantisipiasi kemacetan dan kecelakaan. “Polres sudah menyiapkan tim pengurai kemacetan sebanyak 31 orang yang siap 24 jam. Tim tersebut terdiri atas Sabhara dan Lalu Lintas. Tim menggunakan roda dua dan roda empat untuk mengurai kemacetan yang tidak bergerak sama sekaali,” jelas Kapolres.

Dalam gelar pasukan OPS Ramadniya Candi Tahun 2017 Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono membacakan sambutan Kapolri Jenderal M Tito Karnavian. Pada pelaksanaan operasi tahun 2016 lalu jumlah kecelakaan lalulintas mengalami penurunan sebesar 72 kasus (2,36 persen) jika dibandingkan tahun 2015, begitu pula dengan korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sebanyak 88 jiwa (13,62 persen). Namun demikinan Data gangguan kamtibmas pada operasi tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 233 kasus (13,89 persen) jika dibandingkan dengan tahun 2015, sedangkan angka kejahatan secara umum naik sebesar 164 kasus atau sebesar 10,98 persen. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here