900 Personel Siap Amankan Mudik Lebaran

Waspadai Kerawanan Lakalantas dan Kriminalitas

107
GELAR PASUKAN : Kapolres Kendal saat memimpin apel gelar pasukan Ramadniya Candi 2017 di halaman Polres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PASUKAN : Kapolres Kendal saat memimpin apel gelar pasukan Ramadniya Candi 2017 di halaman Polres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PASUKAN : Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan menginspeksi kesiapan pengamanan Lebaran dalam apel gelar pasukan di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PASUKAN : Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan menginspeksi kesiapan pengamanan Lebaran dalam apel gelar pasukan di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sebanyak 900 personel gabungan akan disiagakan di 28 pos pengamanan (pospam) untuk memgamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2017. Petugas gabungan terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Banser, dan lain sebagainya.

Para petugas akan bertugas mengamankan dan melayani para pemudik. Seperti memberikan tempat rehat atau rest area. Mereka akan ditempatkan mulai kemarin (H-6) Lebaran, hingga H+7 Lebaran Idul Fitri. 25 Pospam tersebut  mulai dari Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Patebon, Cepiring, Weleri, Sukorejo, Boja, dan Plantungan.

900 Personel tersebut terdiri atas aparat Polres Kendal sebanyak 500 personel, TNI yakni Kodim 0715 Kendal 150 personel, sisanya dari Satpol PP, Banser dan unsur masyarakat lainnya. “Mereka kami tempatkan di pos mulai hari (kemarin, Red) ini dan akan bertugas hingga H+7 Lebaran,” kata Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansyah di sela Apel gelar pasukan Operasi Ramadniya Candi 2017, Senin (19/6) kemarin.

Firman mengatakan 28 pospam tersebut terdiri atas satu pos pelayanan yang ditempatkan di Depan Polsek Kendal Kota Kendal, tujuh pospam dan 20 sub pospam. Dari tujuh pospam, pihaknya telah menyediakan empat pos khusus untuk pengurai kemacetan. “Yakni di Weleri yang berbatasan dengan Kabupaten Batang, Pasar Cepiring, depan Pasar Kendal, dan Sumberejo, Kaliwungu yang berbatasan dengan Kota Semarang,” jelasnya.

Jika terjadi kemacetan di empat titik tersebut, petugas harus segera turun mengurai kemacetan. “Sengaja kami tempatkan di titik-titik yang memang rawan macet. Sebab titik-titik keramaian tersebut menjadi pemicu kemacetan setiap tahunnya,” tuturnya.
Sedangkan di Weleri, menurutnya, dengan difungsikannya pintu keluar tol Gringsing, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kemacetan di jalur pantura Weleri. “Sehingga disiapkan petugas untuk mengurai kemacetan,” tuturnya.

Pihaknya juga akan menutup sejumlah bukaan jalan seperti pertigaaan atau perempatan kecil yang dapat menjadi pemicu kemacetan arus mudik dan balik. Termasuk belokan putusan jalan, juga akan ditutup. “Tidak boleh ada kendaraan yang melakukan putar balik di sepanjang kawasan yang ramai lalu lintas,” tambah dia.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, mengatakan, tradisi mudik terjadi setiap tahun. Kemacetan yang mungkin terjadi karena peningkatan volume kendaraan, perlu diantisipasi sedini mungkin. ”Saya berharap arus mudik/balik berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan yang sangat panjang,” katanya.

Gelar pasukan dipimpin Kapolres AKBP Firman Darmansyah dan bertindak selaku komandan upacara Kasat Lantas AKP Eddy Sutrisna. Kegiatan diikuti Polri, TNI, Satpol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan, Banser, Senkom, serta Pramuka. Hadir dalam upacara itu antara lain Wakil Bupati Masyrur Maskur, Sekda Bambang Dwiyono, Dandim Kendal Letkol Inf Piter Dwi A, Kepala Dinas Perhubungan Moh Toha, Kepala Satpol PP Subarso.

Sementara itu, di Demak juga digelar apel pasukan operasi Ramadnya Candi 2017 di Mapolres Demak, kemarin. Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan yang memimpin apel pasukan mengatakan bahwa pos yang berada di Alun-Alun Demak Kota akan mengantisipasi potensi kerawanan kriminalitas dan menumpuknya warga yang merayakan Idul Fitri.

Sedangkan, pos pengamanan yang didirikan di Sayung justru rawan terjadi banjir rob, lakalantas di jalur Pantura, rawan mobil mogok maupun pengendara yang tidak mentaati aturan lalulintas atau tidak beretika. “Karena itu, kami berharap kepala pos pengamanan di masing-masing tempatnya bertugas harus dapat mengurai dan memetakan tingkat kerawanan tersebut. Dengan demikian, pola pengamanan pun berbeda,” katanya.

Kapolres menambahkan, pengamanan lebaran kali ini merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan hati setiap petugas. Sebab, bagaimanapun harus mememaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang sedang merayakan Idul Fitri. “Masyarakat kita merayakan Lebaran Idul Fitri. Sedangkan, petugas harus tetap bertugas di lapangan dan bekerja penuh dedikasi dan tanggung jawab,” katanya.

Kapolres mengatakan, tiga hal yang menjadi prioritas dalam pengamanan Lebaran adalah terjaganya stabilitas harga pangan, stabilitas kamtibmas serta kenyamanan arus mudik dan arus balik yang berlangsung antara 19 Juni hingga 4 Juli mendatang. Menurutnya, tingkat kejahatan konvensional juga menjadi perhatian serius kepolisian. Karena itu, kapasitas intelijen petugas Babinkamtibmas juga ditingkatkan. (bud/hib/ida)

Tinggalkan Komentar: