Zakat untuk 1.000 Kaum Duafa

122
DEMI ZAKAT: Ratusan kaum duafa mengantre di depan rumah pengusaha, Haji Nawang Layung, di kawasan Kota Lama, demi mendapatkan santunan zakat, Minggu (18/6). (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMI ZAKAT: Ratusan kaum duafa mengantre di depan rumah pengusaha, Haji Nawang Layung, di kawasan Kota Lama, demi mendapatkan santunan zakat, Minggu (18/6). (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ribuan kaum duafa rela mengantre seharian demi mendapatkan amplop berisi uang zakat yang dibagikan keluarga pengusaha mebel Haji Nawang Layung di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (18/6). Pembagian zakat kepada kaum duafa ini sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun yang lalu setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri.

”Tahun ini ada 1.000 amplop, ini sudah tradisi dari keluarga besar kami secara turun-temurun kalau menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkap pembagi zakat, Anton Budiarto.

Dia menambahkan, pembagian zakat ini merupakan wujud saling berbagi terhadap sesama, dan saudara yang kurang beruntung. Isi amplop yang diberikan pun berbeda-beda, mulai dari Rp 20 ribu hingga 50 ribu.

”Tahun ini, keluarga kami juga memberikan zakat mal serupa di rumah masing-masing. Jadi di luar kota juga ada. Membagikan uang kepada keluarga kurang mampu di sekitar rumahnya,” tuturnya.

Minggu pagi, mulai pukul 05.00 WIB, antrean sudah nampak mengular. Bahkan, antrean diperkirakan memanjang mencapai 50 meter. Pengawalan petugas dari Kepolisian Sektor Semarang Utara dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan pembagian zakat mal ini.

Berbagai kalangan dari tua, muda, anak-anak hingga ibu yang membawa balita turut dalam barisan tersebut. Tidak sedikit pula di antaranya, mereka para penyandang difabel maupun yang kondisi fisiknya lemah.

Mirisnya, terlihat sejumlah anak muda dengan fisik yang masih segar dan kuat ikut dalam antrean. Bahkan ada juga yang mengendarai sepeda motor ke lokasi pembagian.

Sementara itu, Suminah, 52, warga Semarang Barat, mengaku sangat senang mendapat amplop berisi uang Rp 50 ribu. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan Lebaran. ”Ke sini jalan kaki, berangkat habis sahur, beruntungnya masih kebagian amplop, Alhamdulillah bisa buat Lebaran,” ujarnya. (tsa/zal/ce1)

Tinggalkan Komentar: