Serap Aspirasi Warga lewat Buka Bersama

191
DIALOG: Bupati Kendal Mirna Annisa berdialog dengan warga di Masjid Miftahul Huda, Desa Sidomakmur, Kaliwungu Selatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIALOG: Bupati Kendal Mirna Annisa berdialog dengan warga di Masjid Miftahul Huda, Desa Sidomakmur, Kaliwungu Selatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Itulah setidaknya yang dilakukan Bupati Kendal, Mirna Annisa. Helatan buka puasa bersama yang dilakukannya selama Ramadan ini, ia manfaatkan untuk mendekatkan diri dengan rakyatnya dan menyerap aspirasi dari warga.

Ada-ada saja memang cara orang nomor satu di Kendal itu untuk lebih dekat dengan rakyatnya. Bupati yang dikenal nyentrik ini selalu menelurkan ide-ide yang tak pernah terduga sebelumnya. Tak heran jika selama kurang dari dua tahun kepemimpinannya, bupati yang akrab disapa Mbak Mirna ini telah meraih banyak prestasi.

Keakrabannya dengan masyarakat ditunjukkan saat menggelar buka puasa bersama di Masjid Miftahul Huda, Dukuh Plalangan, Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan (Kalsel). Tak segan, Mirna bersantap buka dengan menu ala kadarnya yang sudah disiapkan warga setempat. Keramahan dan keakraban tampak, meskipun Mirna datang agak terlambat tepat saat waktu berbuka puasa.

Usai berbuka dan salat Magrib, menunggu waktu salat Isya dan Tarawih, Mirna memanfaatkan waktu untuk berdialog dengan para jamaah. Dia mengutarakan jika sesuai RPJMD, Kendal memiliki tagline Kendal Berkhidmat dengan arah kebijakan pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Jalan penghubung antara Desa Jeruk Giling hingga Desa Sido Makmur sendiri kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan sudah bertahun-tahun belum terjamah perbaikan jalan. Warga sangat menginginkan agar jalan bisa diperbaiki, sehingga akses warga menjadi mudah.

Camat Kaliwungu Selatan, Ahmadi, mengatakan, ada kendala untuk membangun jalan tersebut. Yakni, tanah tersebut tidak masuk dalam aset jalan kabupaten maupun jalan desa. Melainkan lahan milik Perum Perhutani. ”Sehingga tidak memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD maupun APBDes,” katanya.

Mengetahui hal tersebut, Mirna mengaku prihatin. Namun sebagai kepala daerah ia tetap meminta agar jalan tersebut bisa diperbaiki. Mirna meminta agar jalan tersebut tetap diusulkan anggaran perbaikan. ”Nanti saya sendiri yang akan minta izin kepada Perhutani,” ujarnya.

Mirna menjelaskan, meskipun lahan tersebut milik Perhutani, ia yakin Perhutani tidak akan mempersulit sepanjang memang digunakan oleh masyarakat. ”Di APBD perubahan atau paling lama tahun depan (2018) saya akan pastikan jalan di desa ini sudah harus diperbaiki,” janjinya.

Selain itu, Mirna juga menyoroti soal belum adanya kantor Kecamatan Kalsel yang tetap. Sebab, kondisi kantor Kecamatan Kalsel tidak bisa dihuni lantaran berdiri di atas lahan bergerak. Kondisinya juga sudah rusak parah, bahkan sejak berdiri 2004 silam hingga kini belum pernah ditempati.

”Kendalanya adalah karena ada Perda yang dibuat oleh Bupati Kendal terdahulu dan sudah disetujui DPRD Kendal saat itu yang mewajibkan pembangunan Kantor Kalsel harus di Desa Magelung. Peraturan inilah yang menyulitkan pemda setempat untuk merealisasikan pembangunan kantor Kecamatan Kalsel yang baru,” katanya.

Perda inilah yang saat ini sedang dalam proses untuk diubah. Sebab, perda tersebut malah menjadi celah korupsi yang berpotensi merugikan negara. ”Sebab, ketika harus di Magelung, maka bisa jadi warga menjual kepada pemerintah dengan harga tinggi. Sehingga anggarannya hanya cukup buat beli tanah, sementara kantor tidak bisa dibangun,” tuturnya.

Solusinya, ia menghendaki jika kantor Kecamatan Kalsel boleh dibangun di desa mana pun sepanjang masih berada di cakupan wilayah Kalsel. ”Jadi, tidak harus di Desa Magelung, tapi bisa di desa-desa lain,”  katanya.

Pernyataan tersebut mendapatkan apresiasi yang meriah dari warga yang hadir. Warga berharap jalan-jalan buruk dan kantor Kecamatan Kalsel bisa segera dibangun.

”Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Mirna, sudah bersedia hadir di desa kami yang sangat pelosok. Harapan kami, jalan desa kami bisa segera diperbaiki,” harap Supardi, warga Desa Sidomakmur. (bud/adv/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here