Sehari, 3 Terduga Teroris Ditangkap

244
BINGUNG: Nur Khasanah, istri Rochani, terduga teroris yang ditangkap. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BINGUNG: Nur Khasanah, istri Rochani, terduga teroris yang ditangkap. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di Kendal, dan seorang di Temanggung. Dua terduga teroris di Kendal berinisial Z, warga Desa Payung, Kecamatan Weleri, dan R (Rochani), 45, warga Dusun Bumen RT 7 RW 5 Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum. Z diamankan di sebuah rumah di Desa Payung, Weleri, Minggu (18/6) sekitar pukul 06.30. Selang sekitar 2,5 jam, disusul Rochani ditangkap di bengkel las miliknya sekitar pukul 09.05.

Saksi mata, Sugito, karyawan bengkel las, mengatakan, penangkapan terhadap Rochani dilakukan petugas Densus yang datang menggunakan tiga mobil. Saat itu, majikannya tersebut sedang bersih-bersih bengkel. Begitu turun dari mobil, petugas menangkap Rochani lalu dibawa masuk ke dalam rumah. Selang sepuluh menit kemudian, Rochani dibawa masuk ke mobil petugas. ”Keluar dari rumah, tangan Pak Rochani diikat, lalu dibawa ke dalam mobil petugas,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengaku, tidak ada yang mengetahui alasan suami Nur Khasanah ini diamankan petugas. Apakah ada terkait Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan teror bom Tuban, Jawa Timur, April lalu, ataukah terlibat dalam jaringan teroris lainnya. ”Tidak ada yang tahu, pihak keluarga juga tidak diberitahu alasan penangkapan Pak Rochani, karena berlangsung cepat, hanya 10 menit,” jelasnya.

Dikatakan, petugas Densus yang turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah hanya tiga orang. Sedangkan jumlah petugas yang menunggu di dalam tiga mobil, Sugito mengaku tidak mengetahuinya. ”Mereka datang bersenjatakan lengkap,” katanya.

Ketua RT 7 RW 5, Dusun Bumen, Samsodin, mengatakan, usai penangkapan warganya itu, dirinya diminta menjadi saksi proses penggeledahan yang dilakukan polisi bersenjata lengkap. Penggeledahan sendiri dilakukan lebih kurang setengah jam  lamanya.

”Penggeledahan dilakukan polisi mencari barang bukti. Mereka membawa peralatan las seperti slang dan lainnya. Polisi juga mengamankan bendera merah putih yang ada tulisan Arab seperti lafaz tauhid,” terangnya.

Menurut Samsodin, selama ini tidak ada perilaku yang aneh dari diri Rochani. Hanya saja, Rochani mempunyai pengajian sendiri yang berbeda dengan yang ada di kampung. ”Kurang tahu persis pengajian seperti apa, karena warga kampung sini tidak ada yang ikut,” tuturnya.

Selain itu, dari pengamatannya selama Ramadan ini, Rochani tidak pernah ikut jamaah di masjid setempat. Baik jamaah salat Tarawih maupun kegiatan lainnya. ”Padahal rumahnya dekat dengan masjid,” katanya.

Rochani setiap malam selama Ramadan justru lebih sering keluar untuk kegiatan yang tidak diketahuinya. Rochani selalu keluar rumah begitu selesai berbuka puasa dan salat Magrib. ”Saya tidak tahu adik saya mengikuti aliran apa? Tapi, yang jelas dia memang punya jamaah sendiri,” tandasnya.

Secara hubungan sosial masyarakat, menurut Samsodin, Rochani dikenal baik oleh para tetangganya.

Istri Rochani, Nur Khasanah, mengaku kaget dengan penggerebekan rumahnya oleh petugas Densus 88 Antiteror. Ia mengaku tidak tahu-menahu perihal kegiatan suaminya selama ini. ”Saya tidak tahu kenapa suami saya ditangkap. Sampai sekarang juga belum ada pemberitahuan dari kepolisian terkait penangkapan suami saya,” katanya.

Selain Rochani, Tim Densus 88 Antiteror juga melakukan penggerebekan di wilayah Temanggung. Seorang terduga teroris berinisial AZ alias F alias FM ditangkap. Pria tersebut diamankan di sebuah rumah di Dusun Kalitengah, Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Temanggung, Minggu (18/6) sekitar pukul 07.20.
”Iya, tiga orang diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (18/6) ini, dua orang di wilayah Kabupaten Kendal, dan satu orang di Temanggung. Tiga orang itu semuanya laki-laki,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (18/6).

Djarod menjelaskan, dalam penangkapan terduga teroris di Temanggung, petugas menyita berbagai barang bukti, di antaranya 2 buah laptop, 3 buah HP, 4 buah flashdisc, 1 buah buku ”Salafi Penghianat”, 1 buah buku ”Ritual Bidah”, 1 buah buku ”Syarah Asidah”, 1 buah buku ”Al Milal wa Al Mihal”.

Selain itu, 1 buah buku ”Melumpuhkan Senjata Syetan”, 1 buah buku ”Olo Baqiah”, 1 buah buku absensi pengajian malam Ahad, 1 buah buku kitab Al Qowah Wal Amaliyah, 1 buah buku kitab Tazkiatul Nufus dan 1 buah buku Tsawabit Mutaghayyirat.
”Pelaksanaan penangkapan dan penggeledahan dilakukan oleh Tim Densus 88 dan Satgas Antiteror di Temanggung juga didampingi langsung oleh Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo,” jelasnya.

Sedangkan pada penggerebekan dan penangkapan di wilayah Kendal, Djarod menerangkan setelah melakukan penangkapan terhadap dua orang Z dan R, petugas melanjutkan penggeledahan dan menyita berbagai barang bukti, yakni 9 unit Samsung terdiri atas Samsung dan Asus 2 buah, Cross, Lenovo, Nokia dan HP merek Tiongkok, dokumen Yayasan Abu Bakar, beserta cap dan stempel serta buku Tauhid dan Jihad. ”Penggeledahan dan penyitaan juga di-backup petugas Inafis dan jajaran Polres Kendal,” terangnya.

Tim Densus 88 dan Satgas Antiteror juga melakukan penggeledahan di sebuah masjid yang ada di wilayah tersebut. Hasil penggeledahan itu, petugas menyita sebuah tas warna hitam besar berisi bahan kimia, peralatan kompor lapangan, peralatan mandi, dan obat-obatan.

Selain itu, buku bertuliskan nomor rekening, buku-buku tentang jihad, Kartu Identitas Sapala atas nama MM (pemilik tas hitam terduga teroris yang tewas di Tuban, Red) dan tas hijau berisi pakaian dan sleeping bed serta tenda. Sedangkan di rumah terduga teroris di Dukuh Ringinarum disita alat gerinda atau alat untuk memotong besi, alat las, kikir, dan bendera Merah Putih bertuliskan La Ilaha Illallah Muhamad Rosulullah.

”Seluruh giat penangkapan dan pengeledahan selesai pukul 11.45, berjalan berjalan aman. Saat ini, ketiga terduga teroris berikut barang bukti sudah diamankan oleh Tim Densus 88,” katanya.

Sebelumnya pada 10 April lalu, Tim Densus juga mengamankan warga Kendal. Yakni, Irsyad alias Syeh, 40, warga Dukuh Balong, Desa Randusari RT 03 RW 02, Kecamatan Rowosari. Irsyad diduga kuat masuk jaringan JAD yang terlibat teror Tuban, Jatim. (bud/mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here