33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pasar Unggas Kini Bersih dan Rapi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Pasar unggas yang semula kumuh, kotor dan semrawut, kini terlihat bersih, tertata rapi dan memiliki parkir kendaraan yang luas. Fasilitas umum seperti MCK (Mandi Cuci Kakus), tempat parkir luas dan musala melengkapi bangunan Pasar Unggas seluas 1.242 meter persegi dengan 45 kios yang ditempati pedagang. Hanya dengan membayar kebersihan sehari Rp 200 dan sewa kios sebesar Rp 2.850 per hari, pedagang bisa ikut menggelar dagangannya di lapak seluas 9 x 45 meter di Pasar Unggas tersebut.

Itulah Pasar Unggas di lingkungan Pasar Kedungwuni di Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang Minggu (18/6) kemarin diresmikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. “Tujuan pembangunan Pasar Unggas Kedungwuni ini, agar pasar terlihat bersih, aman, nyaman dan tertib. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pembeli hingga 3 kali lipat,” kata bupati.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diperindagkop UMKM), Teguh Isdaryanto, mengatakan bahwa Pasar Unggas sudah berdiri sejak tahun 1990-an dan ditempati lebih dari 200-an pedagang dari berbagai daerah. Kala itu, belum ada bangunan pasar unggas, sehingga para pedagang menjual unggas di tempat terbuka, sehingga pasar menjadi kumuh dan kotor. Tapi kini pasar lebih tertata rapi dan bersih setelah dilakukan pembangunan yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 sebesar Rp 1,2 miliar. “Luas bangunan Pasar Unggas ini 1.242m2 dengan 45 unit kios dan los akan ditempati kantor UPT pasar dan pedagang umum,” kata Teguh Isdaryanto.

Suroso, 54, pedagang ayam kampung, warga Desa Dororejo, Kecamatan Doro, mengungkapkan bahwa selama ini, Pasar Unggas Kedungwuni terkenal kumuh, karena berdekatan dengaan tampat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara. Namun sejak TPA dipindah dan bangunan pasar unggas dibangun, banyak pengunjung dari luar kota yang datang, meski hanya melihat-lihat saja. “Sekarang pasarnya mulai ramai. Mungkin karena bangunannya baru dan pasarnya bersih,” ungkap Suroso.

Sementara itu, Bupati Asip juga menuturkan bahwa pada tahun 2017 akan dibangun lagi pasar becekan atau basahan, dengan nilai Rp 6 miliar dengan anggaran dari APBN. Pada tahun 2018 akan dibangun lagi Pasar Kedungwuni dengan total dana Rp 90 miliar.

“Kebersihan Pasar Unggas menjadi ruh utama yang mendatangkan kenyamanan para pembeli. Ini menjadi ikhtiar lahiriah yaitu membuat sarana yang bagus, bersih, parkir aman dan semua bergerak untuk kemakmuran pasar. Namun tak lupa ikhtiar batin yaitu berdoa kepada Allah SWT agar apa yang diinginkan kita diijabahi dan diberkahi,” tutur Bupati. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Humanis Tapi Tegas

RADARSEMARANG.COM - ANIS Yulianti sehari-hari bertugas di bidang Pelaksana Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Emas Semarang....

Kashoggi Sampai di Twitter Qahtani

Oleh: Dahlan Iskan Pangeran MbS pasti akan aman. Tidak mungkin jatuh. Arab Saudi bukan negara demokrasi. Yang pemimpinnya bisa mudah dijatuhkan. Dan lagi, tangan kanannya pasti...

Berambisi Masuk 10 Besar Asian Games

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi berambisi perolehan medali kontingen Indonesia naik di peringkat ke 10 dalam ajang Asian Games yang mulai dihelat...

Target Banyak Gol di Laga Pemanasan

SEMARANG – PSIS akan melakoni laga ujicoba versus Persekap Kabupaten Pekalongan di Stadion Citarum Semarang sore nanti. Laga tersebut akan digunakan oleh coach Subangkit...

Pernah Jualan Buah, sampai Diancam Golok

Karir Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Tipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Anton Rudianto, cukup cemerlang. Namun siapa sangka perjuangannya saat masih duduk di...

Model Profesional

RADARSEMARANG.COM - JATUH bangun dialami Amalia Safira dalam meniti karir di dunia modeling. Ia mulai menjadi model sejak 2014. Saat itu, dirinya masih duduk...